~Waktu~

~Waktu~

Oleh: Tita Ariyanthi

waktu

Sedikit mengulas masa lalu yang pernah terjadi di antara mereka berdua. Sebenarnya mereka bukanlah sepasang manusia yang baru kenal lalu menjalin hubungan, tetapi mereka merupakan pemain lama dalam kisah ini. Tiga tahun sebelum mereka dipertemukan kembali, mereka pernah menjalin hubungan serupa, namun kandas begitu saja dalam waktu singkat. Hal itu terjadi pada saat mereka berdua sama-sama duduk di bangku SMA, dimana gadis yang bernama Tita ini merupakan adik kelas dari Arie, lelaki yang kini kembali mengisi hatinya. Karena satu permasalahan yang datang pada jiwa dua orang remaja labil itulah yang memisahkan hubungan mereka, sampai akhirnya komunikasi pun terputus.

Tahun 2009 merupakan tahu terakhir mereka bertemu disaat Arie menemui Tita di rumahnya untuk berpamitan pergi menuju Pekanbaru-Riau karena tuntutan pekerjaannya. Perasaan Tita pada saat itu masih seperti seorang gadis lugu yang berusaha melupakan masalalunya dan melanjutkan kehidupannya. Namun hati tak bisa berbohong, dan Tuhan pun tau segala sesuatu yang hamba-Nya sembunyikan dalam batinnya.

Akhir tahun 2011 tepatnya bulan Oktober disaat semua orang telah akrab dengan kesibukan mereka memperbaharui statusnya di dalam akun facebook ataupun twitter yang mereka miliki, Tita justru baru berkenalan dengan dunia itu. Inilah hari pertama dia saat melangkahkan kakinya ke situasi yang sedikit lebih maju untuk dirinya di kemudian hari.

Masih pada bulan Oktober, tepatnya pada tanggal 21 Oktober Tita akhirnya bertemu kembali dengan hatinya yang dulu pernah ada. Ya, Arie. Mereka berbincang melalui dunia yang masi awam untuk Tita sebagai seorang penjelajah jejaring tersebut. Sampai pada akhrinya mereka berkomunikasi selangkah lebih dekat melalui telfon seluler. Rasa rindu yang menggebu dan rasa keingintahuan mengenai diri lawan bicara mereka masing-masing membuat mereka lupa akan waktu, tengah malam pun dilewati mereka dengan terus bercanda dan bernostalgia megenai masa-masa indah dulu. Namun sayang, Arie belum kembali dari tempat yang jauh itu yang akhirnya membuat gadis itu tak ingin terlalu berharap lebih.

Satu minggu kemudian Arie pun memberikan sebuah kejutan kepada Tita dengan kedatangannya, dia terlihat berbeda. Arie yang dulu terlihat kurus berisi, sekarang lebih gemuk dan lebih terlihat bahwa dia telah menjadi sosok baru. Gaya bicara, pemikirannya, akhirnya membuat gadis itu mulai merasakan rindu dengan situasi dulu dan hatinya pun mulai luluh.

Satu minggu berlalu, masa libur kerja pria itu pun berakhir. Arie akhirnya kembali menuju lokasi pekerjaannya di Pekanbaru-Riau. Sungguh waktu yang sangat singkat untuk mengganti tahun-tahun yang terlewati selama mereka terpisah.

Tiga tahun terpisah dan kini tiga bulan pun mereka terpisah kembali, sungguh hal yang begitu berat bagi seorang gadis yang kini telah menjadi wanita deasa seperti Tita yang mulai merasakan perasaan yang dulu pernah ada tumbuh kembali. Selain itu, hal yang perlu diketahui bahwa wanita ini selalu terlihat ceria namun isi hatinya hanya dia yang tahu.

Masa itu telah terlewati, tahunpun beraganti. Wanita ini pun mulai menghentikan pengharapannya. Namun tiba-tiba terbesit difikirannya untuk coba menghubungi Arie untuk terakhir kalinya sebelum dia benar-benar berhenti berharap. Niat itu pun akhirnya berbuah kecewa karena Arie tak menjawab telfonnya. Namun itulah Arie, pria yang sulit sekali ditebak. Dia menghubungi kembali wanita itu dan akhirnya mereka pun akan bertemu lima hari kemudian disaat Arie kembali pulang berlibur dari pekerjaannya.

19 Januari 2012 Arie pun menemui Tita di rumahnya dan kembali megenang masa lalu dan semakin akrab dengan keluarga yang membesarkan wanita yang ia kenal itu. Tak lama kemudian merekapun kembali di pisahkan oleh batas waktu Arie untuk kembali ke pulau yang jauh itu.

27 Januari 2012 Arie pun pergi dengan menyisakan sebuah kebahagian untuk Tita, karena untuk kali ini wanita itu tak perlu berharap dan menunggu hal yang tak pasti lagi. Ya, mereka akhirnya sepakat untuk mengulang masa-masa dulu yang pernah terhenti sejenak.

Hari-hari mereka lalui hanya dengan memanfaatkan kecanggihan tekhnologi sebagai jembatan penghubung komunikasi mereka. Bukan hal yang mudah untuk melakukan semua ini, namun mereka selalu berusaha untuk melaluinya dengan sebaik mungkin. Pada akhirnya wanita itupun kembali pada posisinya sebagai seorang yang selalu menanti kepulangan kekasihnya.

27 Maret 2012, akhirnya penatian itupun berakhir dengan kedatangan belahan jiwa wanita itu. Rasa bahagia pun tak dapat dia tafsirkan dengan kata-kata indah, karena semua itu tak akan cukup untuk mengurai kebahagian yang tengah ia rasakan.

Manusia hidup di tengah pilihan dan mereka juga diciptaka berpasang-pasangan, begitupun waktu. Saat-saat pertemuan pasti akan bertemu dengan saat-saat perpisahan, dan semua itu merupakan pilihan yang pasti akan dihadapi oleh semua insan manusia. Pertemuan yang indah di antara sepasang manusia ini pun akhirnya harus di akhiri dengan sebuah tanggunjawab yang tengah dipikul oleh Arie dalam memenuhi tugas pekerjaannya.

5 April 2012 merupakan hari yang akan memisahkan jarak mereka kembali. Namun mereka selalu yakin bahwa ini hanya memisahkan jarak tempat mereka tinggal saja, bukan hati mereka. Mereka tak mungkin ingin merasakan hal yang dulu pernah memisahkan mereka, karena kini mereka bukanlah remaja labil lagi, kini mereka merupakan sepasang manusia dewasa yang telah memikirkan masa depan, bukan hal-hal yang menuntut keegoisan diri mereka masing-masing.

Jadi, disaat semua orang berkata bahwa hubungan jarak jauh hanyalah sebuah tindakan bodoh, maka Arie dan Tita akan membuat definisi yang baru mengenai hal itu. Hubungan jarak jauh, bukanlah hal yang sia-sia, justru pada kondisi seperti inilah mereka di uji denan berbagai godaan, dan perasaan mereka pun akan tumbuh jauh lebih kuat dibandingkan dengan hubungan yang tak berbatas. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *