3 Kesalahan Umum Dalam Komunikasi (+ Cara Memperbaikinya)

3 Kesalahan Umum Dalam Komunikasi

(+ Cara Memperbaikinya)

3 kesalahan umum dalam komunikasi, memperbaiki kesalahan dalam komunikasi

gettyimages.com.au

Mendengar kata ‘komunikasi’, apa yang ada dalam pikiran kita? Sepertinya simpel, ya. Oh komunikasi itu hanya membuka mulut untuk bersuara. Atau, oh komunikasi itu hanyalah mendengarkan orang lain ketika mereka bicara. Sudah.

Namun dalam kenyataan, komunikasi ternyata tidak sesederhana itu. Heck, komunikasi sangat berkaitan dengan banyak hal, termasuk konteks. Bagaimana bahasa kita, apa yang kita bicarakan, dengan siapa kita berbicara dan di mana pembicaraan itu berlangsung. Komunikasi sering error, sering disalah-artikan dan sering pula menjadi penyebab pertengkaran, kekacauan hati atau kegalauan seseorang.

Nah Aaron Karmin, seorang psikoterapist, mengungkapkan 3 kesalahan umum dalam komunikasi. Ia juga melengkapinya dengan 3 cara untuk memperbaiki kesalahan komunikasi itu. Jom!

 

Kesalahan Pertama: Isyarat yang Enggak Matching Ditanggapi dengan Keliru

Kesalahan umum dalam komunikasi juga bisa disebabkan karena apa yang diucapkan sangat berlawanan dengan keadaan, bahasa tubuh atau pesan sebenarnya dibalik ucapan itu. Istilahnya sarkastik, jadi penuh sindiran, gitu.

Dan fatalnya, kita kadang gagal menanggapi ‘kode’ itu. Misal seorang suami pulang kerja, lalu berkata, “terima kasih ya buat sambutannya, aku jadi merasa berharga”. Padahal sang isteri sedang fokus melihat sinetron. Kalau kita di posisi sang isteri, kita bakal bagaimana?

Atau contoh lain, teman yang kita kecewakan mengirim sms, “AKU ENGGAK MARAH, KOK!”. Kita pasti mengernyitkan dahi dan bertanya-tanya, “enggak marah, tapi hurufnya kapital semua? bukannya itu tanda dia lagi teriak-teriak, ya?  Duh, pusing palabebi!” -_-

sarkasme, sindiran

atrl.net

Cara memperbaiki kesalahan Pertama

Cara 1, beri respon yang menandakan kalau kita tahu emosi orang itu. Misalnya untuk kasus suami pulang kerja, sang isteri bisa segera ‘bangun’ dari tontonan sinetronnya dan berkata pada sang suami, “maafin aku, ya? pasti kamu kecewa sama aku?”

Cara 2, ketika orang itu jelas-jelas marah dan kecewa tapi tidak mau mengakuinya, baiknya kita jangan berdebat. Misal untuk kasus teman yang mengirim sms huruf kapital, kita bisa saja membalas, “aku emang berharap kamu enggak marah. Aku enggak suka kalau kamu marah. Emosi itu bikin aku enggak tenang. Tapi kalau kamu ngasih kesempatan untuk membicarakan masalah itu, aku bakal mendengarkan, kok.”

Cara 3, hindari usaha untuk membicarakan perasaan mereka. Kalau mereka jelas-jelas kecewa sama kita, jangan sampai terlalu menggalinya. Misal dengan terus bertanya ‘kamu marah, ya?’, ‘kamu cemburu dan kecewa, ya?’, ‘hayo ngaku, kamu emosi ya sama aku?’. -_-

Baiknya kita memahami tanpa menanyakannya lebih lanjut. Perhatikan intonasi suara, gesture tubuh, kontak atau pandangan mata, gerakan, posisi kepala, alur napas dan ekspresi wajah kita di depan mereka.

Kesalahan Kedua –> Next…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *