3 Syarat dan Ketentuan Berlaku Kalau Ingin Berubah Menjadi Lebih Baik

3 Syarat dan Ketentuan Berlaku Kalau Ingin Berubah Menjadi Lebih Baik

karakter orang berbeda beda, poto atau gambar orang dengan ekspresi berbeda-beda

bookboonglobal.com

Di dunia ini… apa iya orang yang ‘jahat’ itu selamanya ‘jahat’?

Daku suka agak ‘terganggu’ kalau di sinetron-sinetron ada peran antagonis yang ‘didzolimi’. Maksudnya, si pemeran jahat itu selaluuu saja buruk dalam tiap niat, ucap dan sikap. Rasanya enggak ada celah bagi dia untuk berbuat baik. Sekalinya melakukan kemuliaan, eh ada maksudnya alias modus. Kasihan… dia bahkan bakal menciptakan sekumpulan haters untuk dirinya sendiri, baik di dunia maya maupun nyata.

Padahal walau pun dalam sinetron yang notabene fiktif, tetap saja dia manusia. Daku rasa, sejahat-jahatnya manusia, pasti ada sisi putihnya. Iya, ‘kan? Hehe…

Setiap Orang Ingin Berubah Jadi Lebih Baik

Bagaimanapun, berubah menjadi lebih baik adalah harapan tiap insan. Walau sering ingkar, tapi kita kadang kerap ‘berjanji’ pada diri-sendiri. Bahwa daku bakal lebih taat lagi ibadahnya, daku bakal lebih baik terhadap sesama makhluk Tuhan, daku bakal lebih bersabar, daku bakal lebih bersyukur, dst.

Mencoba menjadi lebih baik itu… semakin diusahakan, semakin berhasil, semakin konsisten, maka akan semakin damai dan tentram. Rasa tenang itu murni diresapi oleh hati. Sebaliknya kalau kita berubah jadi lebih buruk, yang ada malah gelisah. Kita merasa kotor! Huft!  Tapi… memang begitu, ‘kan?

 

Berubah Menjadi Buruk atau Berubah Menjadi Baik, Mana yang Lebih Cepat?

3 syarat dan ketentuan berlaku untuk perubahan menjadi lebih baik

lorirtaylor.com

Bertransformasi dari baik atau dari biasa saja menjadi buruk sepertinya memang cepat. Mirip seperti kantung teh, yang begitu dicelupkan ke air panas yang jernih, bisa langsung mengubahnya jadi air panas yang keruh.

Misalnya Si A terkenal sebagai pejabat yang alim dan rendah hati. Namun sekalinya dia ‘tergoda’ menerima suap, seketika itu pula pamornya jatuh. Kebaikannya memang banyak, namun tindakan buruk nan fatal itu mengubah semuanya.

Sementara ketika kita hendak bertransformasi dari buruk atau dari biasa saja menjadi lebih baik… maka kita perlu proses. Semuanya enggak mudah dan enggak instan. Untuk itu, ada 3 syarat dan ketentuan yang berlaku jika kita ingin berubah menjadi lebih baik. Jom!

Syarat dan Ketentuan 1: Berubah itu Perlu Waktu dan Konsistensi

Hal ini sudah kita singgung di atas, ya. Kita memang mesti menyadari kalau perubahan itu butuh proses dan cukup menyita masa.

Jom kita analogikan pada sebuah ember kaca…

perumpamaan atau analogi ember kaca dengan warna

Ketika kita datang ke dunia, Allah Swt memberikan kita ember kaca yang guede. Saking jumbonya, kita pun bisa mengisi ember tersebut dengan banyak hal; baik itu pikiran, perasaan maupun pengalaman. Isian ember itu tentu beda-beda warnanya. Ada yang merah, kuning, oranye dan biru. Setiap waktu semua warna itu terus bercampur. Saat itu juga orang lain ikut menuangkan warna mereka.

Semakin kita dewasa, semakin banyak dan rumit pula pikiran, perasaan dan pengalaman kita. Sampai kemudian ember besar kita mulai mengarah pada satu warna dominan. Katakanlah ember kita kemudian berwarna kuning yang berarti keburukan atau negatif, misalnya. Banyak pesimisnya dibanding optimisnya, banyak ngeluhnya dibanding bersyukurnya, banyak tidurannya dibanding olahraganya, dsb.

Warna kuning itu dominan. Warna kebaikan, misalnya biru atau oranye, memang ada. Namun mereka hanya berupa tetesan-tetesan di tengah warna kuningnya ember kita.

Demikianlah ketika kita pengin berubah menjadi lebih baik. Semuanya akan butuh proses. Tidak mungkin satu atau dua tetes warna biru tetiba mengubah seember warna kuning. Kecuali… kalau si kuning itu tidak bertambah. Terus, si biru itu menetesnya secara terus-menerus dan konsisten alias istiqomah. Mungkin tidak akan langsung biru, melainkan hijau terlebih dahulu. Tapi itu sudah menjadi pertanda yang bagus.

 

Syarat dan Ketentuan 2: Sadar Bahwa Perubahan itu Banyak Tantangan

Lanjutan dari poin 1, ya. Misalnya ember kita sudah hijau. Artinya kita sudah memiliki pemikiran dan hati yang lebih baik dari sebelumnya. Namun bukan berarti kita bisa santai. Sebaliknya, kita tetap mesti waspada.

Apa yang dulu kita lakukan dengan apa yang sekarang kita kerjakan pastinya akan sedikit berbeda. Sesekali, hal ini kemungkinan membuat diri kita merasa aneh atau janggal. Contoh: biasanya bangun siang… sekarang mesti lebih pagi, biasanya nonton tv seharian… sekarang mesti olahraga, biasanya… mendirikan sholat belang-belang… sekarang mesti penuh, dst.

Saat-saat seperti inilah kita labil. Diri kita gampang terguncang. Seperti ada yang selalu berbisik pada kita dan mengatakan, “Hey… rasain tuh perubahan yang lebih baik! Enggak enak, ‘kan? Lebih asyik waktu dulu. Bebas!”

Kita bisa dilema. Kita terus digoda untuk ‘kembali’ membuat ember jadi kuning. Tapi di sinilah tantangannya. Kita mesti menyesuaikan diri dengan aktivitas-aktivitas baik yang kini mulai dijalani. Yakini saja, bahwa semua ini demi kebaikan kita dan orang-orang yang kita cinta. Semakin kita menyenangi perubahan baik, semakin mulus jalan untuk kebaikan.

Syarat dan Ketentuan 3: Konsisten, Nikmati dan Jadilah Perubahan itu Sendiri

Semakin positif diri kita, semakin biru warna ember kita. Kuning sudah tidak mendominasi. Meski kuning masih ada, namun dosisnya makin menipis. Kita jadi berbeda. Baik orang lain maupun diri kita sendiri akan merasakan perbedaan yang baik.

Menurut Aa Gym, ada sesuatu yang ternyata memiliki nilai lebih tinggi dari doa. Sesuatu itu adalah perubahan yang lebih baik, perubahan yang lebih bermutu, perubahan yang lebih cemerlang dan perubahan untuk menjadi lebih dekat dengan Allah Swt.

~

Daku pungkas dengan firman Allah Swt dalam Al Ankabut: 69, ya…

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.” [#RD]

Thanks to: Daniel Tomasulo, Ph.D. & PsychCentral.com
2 Comments
  1. Beby
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *