4 Cara untuk Mengolah Rasa Cemburu atau Iri jadi Motivasi

4 Cara untuk Mengolah Rasa Cemburu atau Iri jadi Motivasi

Mengolah rasa cemburu dan iri hati jadi motivasi

drhurd.com

Pernah enggak sih, kita membandingkan diri sendiri dengan orang lain? Atau apa pernah ada orang yang membandingkan diri kita dengan orang lain? Kita udah cukup kece, belum? udah cukup imut, belum? udah cukup ‘apalah-apalah’, belum? -_- udah cukup… cukup! cukup! cukuuup!

Oke, cukup.  Cup… cup…

Err… siapapun kita dan apapun kelebihan kita, selalu ada orang di luar sana yang lebih dari kita. Dia atau mereka bisa lebih keren, lebih kiyut, lebih charming, lebih dermawan, lebih baik dan benar, pokoknya lebih deh. Meski kita kadang enggan mengakuinya (?), tapi orang lain kadang menyimpulkan hal demikian.

Nah, kala orang lain menganggap dia atau mereka itu lebih baik dari kita, kadang penilaian itu cukup ngefek. Kita seperti ditampar. Emosi kita seakan terguncang. Apalagi kalau sesuatu yang dibandingkan itu sangat berpengaruh besar terhadap diri kita. Misalnya penyanyi dibanding-bandingkan kualitas suaranya, pemain sepak bola dibanding-bandingkan permainannya, aktris/ aktor dibanding-bandingkan aktingnya, dst.

Pada saat seperti itu… apa kita sudah mulai terjangkit rasa iri atau cemburu?

Kenapa Rasa Iri atau Kecemburuan Bisa Muncul?

Rasa tersebut bisa lahir karena; kita kerap membanding-bandingkan milik orang lain dengan milik kita, prestasi orang lain dengan prestasi kita dan kemampuan orang lain dengan kemampuan kita. Rasa ini bisa bersifat destruktif, atau mendorong terjadinya hal-hal yang tidak baik macam mengeluh, mensabotase karena kita kepalang dengki, bergosip atau mengharapkan yang buruk-buruk bagi orang tersebut.

Apa Rasa Itu Bisa Membawa Pengaruh yang Baik?

Ya, kita bisa mengolah iri hati dan cemburu jadi bersifat konstruktif. Sebaliknya dari desktruktif, sifat ini justeru mendatangkan kebaikan. Misalnya;

  • Karena iri hati lah, kita justeru serasa tertuntut dan tertantang untuk berubah jadi lebih baik.
  • Karena kecemburuanlah, kita – sadar atau tidak – kerap bicara sama hati sendiri, “Harusnya aku yang memiliki anu…”, “Harusnya aku yang bisa anu…”, “Harusnya aku yang bisa melakukan anu dengan baik…”, dst. Ucapan ini bisa kita olah jadi inspirasi dan motivasi, ‘kalau dia bisa, kenapa daku enggak?’.
  • Karena rasa iri, kita seperti diberi kekuatan lebih untuk melakukan kemajuan. Entah itu bekerja lebih keras, berusaha lebih cerdas dan berdoa lebih ikhlas.
termotivasi

blog.meraevents.com

Oke, Bagaimana Cara Mengubah Rasa Cemburu atau Iri Hati Motivasi?

Berikut ini 4 langkah atau cara-caranya:

  • Silakan Bandingkan Dirimu

Kalaupun kita membandingkan diri sendiri sama orang lain, maka lakukanlah dengan tujuan untuk mengubah dan meningkatkan kualitas diri kita, bukan untuk menurunkan kulitas diri orang lain yang kita cemburui. Konsentrasi pada apa yang bisa kita ambil dari dalam dirinya dan fokus juga sama tujuan kita. Jangan sampai ternodai sama acara mengeluhkan diri sendiri dan menggosipkan orang tersebut.

  • Puji Dia

Oke, kita iri sama Si A. Namun sangat disarankan kalau kita melakukan cara dengan memberikan pujian padanya. Tuangkan saja apa yang kita suka dari Si A itu. Jangan ragu untuk memuji hasil kerja kerasnya. Insya Allah dia bakal senang. Walau dalam hati ‘agak kurang nyaman’, namun lontaran pujian itu amat menguntungkan. Pertama, kita bakal terinspirasi untuk menyamai atau bahkan mengungguli dirinya. Kedua, kita akan berjiwa besar sebab sudah bisa mengakui kalau Si A memang bekerja lebih keras sehingga ia lebih laik mendapatkan apa yang kini ia dapatkan. Ketiga, kita bisa memerolah pahala sebab sudah membahagiakan orang (Si A) karena mulut manis kita. 🙂

  • Konsentrasi Pada Langkah dan Tujuan Pasti

Kalau iri karena Si B punya mobil porsche, maka kita mesti memperhitungkan apakah hal yang kita cemburui itu memungkinkan untuk diraih atau tidak? Kalau tidak, baiknya tidak terlalu memaksakan. Kemudikan motivasi kita pada sesuatu lain yang lebih pasti, dan masih memungkinkan untuk dicapai. Sayang waktu juga, soalnya.

  • Hentikan!

Rasa iri atau kecemburuan yang parah, bagaimanapun, tidak akan baik. Yang ada kita akan memiliki sifat pengin selalu sempurna segala-galanya. Kalau sudah demikian, mundurlah dari situasi ini. Pelan, tapi pasti. Kita mesti mulai mensyukuri apa yang kita miliki, apa yang kita bisa dan apa yang sudah kita raih. Kenali lebih lanjut soal kelebihan kita dan usahakan untuk menggalinya lebih dalam. Tetap berusaha dan berdoa, selagi mimpi kita realistis.

Entah semua orang sempat merasa iri dan cemburu atau enggak, yang jelas mudah-mudahan postingan ini bermanfaat. Jadi nasihat buat diri sendiri sih, sebenarnya. Sekarang-sekarang lagi kagum sama anak-anak muda yang punya passion kuat. Eh, selalu kagum ding sama mereka mah! Hehe… [#RD]

Thanks to: Leslie Ralph, PhD & PsychCentral.com
6 Comments
  1. prajuritkecil99
    • deeann
  2. Beby
    • deeann
  3. Dhedol
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *