“Kami Enggak Ditilang Tuh!”

“Kami Enggak Ditilang Tuh!”

mengendarai motor berbahaya, bonceng empat,

calorielab.com

Sepertinya kami enggak akan berkomentar banyak di jalan, kalau saja perjalanan tidak menunjukkan banyak hal. Seperti sekarang, Pak Adi menyalip motor. Eh, biasa saja, ya? Iya. Tapi kendaraan roda dua di sebelah kiri kami itu ditumpangi oleh empat anak laki-laki, yang sepertinya masih SD-SMP-an.

“Uh! Udah bonceng empat, enggak pake helm lagi!” Teh Entin geleng-geleng.

Pak Adi menyeringai, “Kalau pake helm mah nantinya tubrukan atuh! Empat orang, gitu!”

Aku tertawa, membayangkan kalau keempatnya memang memakai helm dan kepala mereka bertubrukan sepanjang jalan. Tawaku berubah kecut ketika menyadari tetap saja kondisi tersebut membahayakan. Entahlah, anak-anak jaman sekarang. Suka sekali berbuat hal-hal konyol. Eh, ngomong gini kok jadi merasa tua, ya! Tua banget, gitu. Aaaak!!!

“Eh tapi saya lebih parah lho!” Pak Adi sukses meraih perhatian kami semua, “Saya malah pernah bertiga sama teman. Udah enggak pake helm, eh nekad lewat pas di depan pos polisi. Tapi, kami enggak kena tilang tuh!”

Walau perasaanku enggak enak, dahiku sudah tanggung kusut dan rasa penasaranku tak terbendung, “Kok bisa, Pak?”

“Ya bisa lah, saya sama temen jalan kaki, kok! Huahahahaaa!”

Daku melempar arah mata ke luar jendela, “Saya nyesel udah nanya.”

Tawa kembali membahana. Semua tergelak, kecuali… tentu saja daku. Uh! selalu kena super trap. -_-‘

~

Pesan: Pertimbangkan konteks pembicaraan sebelum bertanya, jangan terlalu kepo (ini pesan baik apa bukan, ya?) terus jangan terlalu menganggap serius sesuatu hal (ini juga pesan baik apa bukan, ya? -_-). [#RD]

Note: December 14, 2014.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *