“Masa Kecil Seorang Polisi”

“Masa Kecil Seorang Polisi”

sirine mobil polisi

cliparts.co

Perjalanan kami yang berlangsung tenang, perlahan terusik oleh suara khas yang annoying. Ya, sirine. Kalau sirine ambulance, suasananya itu gimana, ya? Ngeri, kasihan, ikut panik, gitu. Tapi sekarang yang lewat iring-iringan polisi yang mengawal mobil-mobil khusus dan orang-orang khusus juga, pastinya.

Meski udah dimaklumi, tapi kadang sebal sendiri. Jalanan sudah sedang rapat, para pengendara berkeringat menahan emosi dan rasa penat… eh iring-iringan itu bisa dengan ajaibnya memecah kepadatan dan melesat dengan nyaman.

“Masa kecil kurang bahagia,” celetuk Pak Kasie, dengan coolnya.

“Anak kecil aja udah enggak mau main-mainan yang kayak gitu ya, Pak?” Pak Adi mengompori, lalu menirukan bunyi-bunyian sirine.

Kami tergelak.

Daku jadi teringat pistol-pistolan yang pelatuknya ditarik atau sepeda roda empat yang ketika tombol warna-warninya dipencet, maka akan bunyi mirip sirine. Mereka tentu bertujuan untuk main-main.

Namun ini polisi. Mereka pasti serius. Saking seriusnya, sehingga mesti meraung-raungkan ‘mainannya’ agar pengguna jalan menepi dan memberi akses pada orang penting yang harus dilindungi untuk lewat. Suasana seakan-akan urgent dan mau tidak mau, kita wajib patuh.

Hadeuh. Suasana sedang becek dan macet begini, masih saja tersembul candaan. 😀

Pesan: Hal biasa bisa disebut kocak kalau emang sedang jenuh or butuh hiburan dan hidup sudah sangat serius, jadi jangan terlalu serius. *apa, ya?* [#RD]

 

*December 16, 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *