“Toko-toko Penipu”

“Toko-toko Penipu”

cerita kocak, toko-toko penipu

imgarcade.com

Daku masih mengagumi pemandangan dari balik kaca film mobil. Berpapasan dengan pepohonan, persawahan, perumahan dan segala hal. Sebenarnya bukan hal aneh, tapi tetap saja menyenangkan.

Suasana masih hening. Kurasa semua yang ada di mobil sedang larut dalam pikiran masing-masing. Sampai kemudian di suatu belokan, terlihat sebuah toko. Di sana disebutkan “toko oleh-oleh” yang menjadikan chocodot a.k.a coklat dodol sebagai andalannya. Kebetulan kami masih di area Garut, tempat makanan itu berasal.

“Nah, ini baru bener nih!” kata Pak Kasie dan kami masih meraba-raba maksudnya, “Namanya toko oleh-oleh, dan emang bener mereka menjual oleh-oleh,” lanjut beliau, seakan bisa membaca pikiran.

krik… krik… krik…

“Kalau di Kuningan ‘kan banyak toko yang menipu,” lanjut beliau, lagi-lagi seperti tahu ke-lola-an kami,  “Saya masuk ke Toko Bata, eh yang saya cari enggak ada. Di dalamnya mereka malah ngejual sandal sama sepatu, bukan bata.”

Pipiku mengembung, sempat menahan tawa, lalu meletus begitu saja. Kami kompak menyemburkan tawa, baru ngeh dengan apa yang dituturkan beliau.

“Pak, ‘kan di Toko Macan juga enggak ada macannya,” sambungku.

“Iya, ya? Di dalemnya yang ada malah yang bening-bening dan berkilauan,” kata beliau, lalu kami tertawa lagi. Di Kuningan, toko tersebut memang menjual perhiasan emas.

“Di Toko Ikan juga enggak ada ikannya, malah obat-obatan semua,” Teh Entin menambah daftar panjang ‘toko-toko penipu’.

Tawa kami terus merambat seiring dengan munculnya nama-nama toko yang tidak sesuai dengan barang dagangannya. Suasana tersebut amat menghibur, sampai kemudian kami melintasi jalan cukup panjang yang… ng… bau.

Kami melirik ke arah kiri. Ada benteng yang membentang. Ada apakah di belakang sana, sampai penciuman dan selera tawa kami terusik? Hadeuh… -_-

Perjalanan terasa makin panjang sebab benteng tersebut amat panjang. Baunya juga. Beuh… Tapi alhamdulillah. Perjalanan tetap berlangsung menyenangkan. Kalau bisa, di perjalanan itu mesti ada modd booster-nya. Jadi yang mood-nya lagi anjlok karena aroma enggak sedap ini bisa kembali ceria. Hihi…

Pesan: Memberi nama sekalipun untuk toko itu ternyata mesti dipertimbangkan baik-baik. Terus, belajar sabar untuk sesuatu yang tak terduga dan ‘mengganggu’ perjalanan juga tawa kita. Hehe… [#RD]

*Note: December 12, 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *