10 Selebriti Dunia yang Tidak Menyukai Photoshop

10 Selebriti Dunia yang Tidak Menyukai Photoshop

Colbie Caillat, music video Try Colbie Caillat, Colbie Caillat tanpa make up

metronews.com

Zaman sekarang… mana yang asli dan mana yang palsu kadang memang blur, remang-remang. Dikira beras tulen, eh beras plastik. Dikira akun resmi, eh malah yang iseng. Dikira poto asli, eh malah editan. Sampai-sampai dikira cinta asli, eh malah ada maunya. #Eh.

Sesuai judul postingan, daku bakal bahas sesuatu yang membantu namun kontroversial. Hal yang seperti ini memang banyak. Namun biar fokus dan postingannya enggak melebar, daku simpulkan pada satu kata; photoshop.

Siapa pengguna perangkat lunak nan canggih ini?

Oh, come on. Mau orang biasa atau pun tenar sepertinya sudah akrab dengan software ini. Diam-diam, mayoritas orang malah  mengucapkan ‘terima kasih’ pada Photoshop. Iya, ‘kan? Hehe…

Namun ternyata… ada juga orang-orang yang justeru anti sama Photoshop. ‘Orang-orang’ yang daku maksud berasal dari kalangan selebritis dunia. Ya, mereka malah melawan ‘alat’ pengubah poto itu. Dove’s Real Beauty sama Majalah Seventeen juga mengkampanyekan hal yang sama; lawan photoshop.

Oke, lalu siapa artis dunia yang ‘berani-beraninya’ bilang ‘NO’ sama photoshop? Jom!

10. Beyonce Knowles

Beyonce dan photoshop

eonline. com

Beyonce memang dikenal pernah tegas menolak ‘bantuan’ Photoshop. Saking seriusnya, dia bahkan meminta agar gambarnya jangan diubah. Seperti pada tahun 2013, misalnya. Waktu itu H&M (nama merk fashion) mencoba memangkas lekuk tubuh Beyonce, namun dia berpendapat agar hal itu enggak perlu dilakukan. Dia keukeuh agar mereka menggunakan versi asli saja. Karena aksinya itu, sontak saja publik ‘mengawasi hubungan’ Beyonce dan Photoshop. Sampai pernah tersebar potonya yang seperti editan dirinya sendiri, spekulasi pun bermunculan; Beyonce suka atau enggak sih sama Photoshop?

9. Keira Knightley

Keira Knightley

weeklyups.com

Perempuan yang satu ini juga agak sentimen sama photoshop. Dia benar-benar anti proses photo editing. Pada tahun 2004, posternya dalam film “King Arthur” jelas hasil editan. Knightley enggak suka. Pihak studio pun kena getahnya. Tapi seolah belum cukup, pada tahun 2014 dia malah memutuskan untuk menyetujui photoshoot sama Majalan Interview dengan pose (maaf) topless dan tanpa diedit. Hal itu ia lakukan karena 2 alasan; agar orang tahu dia yang sebenarnya dan sebagai bentuk protes sama photoshop juga.

8. Gisele Bündchen

Gisele Bündchen_

gma.yahoo.com

Tanpa photoshop atau pake photoshop, sebenarnya model ini sudah oke. Namun dia memang menolak photoshop. Sampai ia mesti meyakinkan para potografernya agar tidak khawatir kalau ada bagian yang tidak sempurna. Pada tahun 2013 kemarin, supermodel ini dipoto untuk iklannya BLK DMN (merk aksesoris). Potonya cukup ‘nekad’, soalnya tanpa alat kecantikan dan… photoshop. Tapi hasilnya? tetap cantik! Katanya, dia pengin orang itu sadar akan apa yang sebenarnya bikin seseorang jadi cantik/ tampan. Menurutnya, jelas bukan photoshop.

7. Lady Gaga

Lady Gaga_

justjared.com

Tahun 2013 kemarin, Lady Gaga menghadiri acara tahunan bertajuk “Woman of the Year Awards”. Dia memenangkan penghargaan dari Majalah Glamour. Kebetulan dia juga yang jadi cover majalahnya. LG bilang, “…When the covers change, that’s when culture changes”. Artinya, “Ketika cover-nya berubah, saat itulah kebudayaan berubah.”

Interpretasi orang bisa beda-beda. Tapi LG sepertinya ingin bilang kalau cover dirinya di Majalah Glamour itu tanpa perubahan atau editan. Tapi hasilnya tetap bagus. Kulit dan rambutnya terlihat sempurna. Kalau sampai ada perubahan/ editan, maka kebudayaan pun akan berubah. Hmm… berat juga ya sampai bawa-bawa kebudayaan?!

6. Jessica Simpson

jessica-simpson_

pinkula.com

Jessica Simpson sepertinya tidak begitu peduli lagi (?) dengan pikiran masyrakat soal imejnya. Soal dirinya yang enggak diedit-edit. Dalam sesi pemotretan Marie Claire (brand fashion dan style) misalnya, Simpson malah memilih gaya rambutnya sendiri. Dia juga tidak menggunakan make up dan sempat menolak ketika hendak diberi sentuhan ini-itu pada wajahnya. Dia memang mengaku suka dandan, bersolek atau memakai make up, tapi ia juga tetap pede. Rasa percaya dirinya itu ia sama halnya ketika mesti bergulingan di kasur dengan keringat bercucuran.

5. Lorde

Lorde _

instyle.couk

Kalau tidak tahu tahun kelahiran penyanyi ini, daku mungkin enggak menyangka dia itu baru berusia 19 tahun (2015 ini). Dia memang beda dari artis atau orang biasa yang masih belia. Saat gadis-gadis seusianya begitu dekat dengan yang namanya editing, ia justeru menghindar. Sempat waktu itu beredar potonya dengan kulit yang terlihat sempurna (editan). Dia bereaksi dengan mengirim poto yang sama, namun versi asli (tanpa editan). Toh, kulitnya tetap terlihat bagus. Bahkan ia pernah selfie dengan menunjukkan krim anti jerawat pada wajahnya. Meski masih muda, ia tidak takut untuk mengekspresikan pendapatnya. Ia seolah bilang (khususnya pada fans remaja), bahwa… sesuatu yang sempurna itu tidak selamanya nyata. Hmm… ngomong-ngomong, pose Lorde dengan jari peace ini jarang dilakukan artis ‘sana’, ya? Hehe…

4. Kate Winslet

Kate Winslet_

hitfix.com

Yang ini juga termasuk ‘tokohnya’ seleb pembenci photoshop. Dulu pada tahun 2003, QG “Gentlemen’s Quarterly” (majalah pria)  sempat mengedit potonya sampai terlihat lebih langsing. Bukannya senang atau bangga, Winslet justeru menyatakan pada publik kalau dia tidak memberi izin pada GQ untuk mengubah poto aslinya. 10 tahun kemudian, tahun 2013, kembali majalah lain (Vogue) menunjukkan cover Winslet yang terlihat seperti… tokoh Disney. Soalnya dia terlihat seperti karakter itu, ketimbang manusia biasa. Vogue beralasan, sang seleb tengah mengandung, makanya potografer mengambil jalan itu.

3. Coco Rocha

Coco Rocha _

zimbio.com

Coco Rocha… supermodel yang satu ini memang kerap berbicara lantang soal kelainan makan, masalah dunia modelling serta tentu saja, photosop. Tahun 2011, dia mengkampanyekan “bebas photoshop” . Lalu bilang yang intinya… pemotretan itu mestinya tidak melakukan manipulasi digital. Model ini juga cukup ketat dalam berpose, apalagi kalau sampai terlihat telanjang. Pada Majalah Elle Brazil saja, dia protes karena potonya yang dijadikan cover malah diedit. Rocha bilang yang intinya,

“Sebagai model fashion kelas atas, aku punya kebijakan ketat sama pose yang terbuka (telanjang) atau setengah terbuka. Untuk pemotretan sama majalah Elle Brazil, aku mengenakan gaun tipis. Namun kemudian potonya diedit, sehingga kulitku lebih terlihat dan terbuka.”

2. Colbie Caillat

Colbie Caillat

arizonafoothillsmagazine.com

Dalam lagunya, Try, penyanyi sekaligus penulis lagu ini menunjukkan sikapnya terhadap photoshop. Dalam music videonya, Caillat nampak bermake up. Pokoknya dipoles. Namun ketika lagu berlangsung… perlahan dia melepaskan hair extension-nya, lipstiknya, rambut palsunya, bulu mata, dsb. Sampai di akhir lagu, ia pun menunjukkan jati diri yang sebenarnya. Menurut Caillat sih, dia harap music videonya bisa memberikan perhatian soal standar kecantikan yang kebanyakan memang palsu.Perempuan mestinya jadi dirinya yang sebenarnya. Soalnya… melihat poto-poto perempuan di cover-cover majalah atau album, hal itu hanya akan menumbuhkan harapan tidak nyata. Sebab poto-poto itu memang dipenuhi aroma kepalsuan (baca: bukan pot asli, melainkan hasil editan sana-sini).

1. Vanessa Hudgens

Vanessa Hudgens dan Bongo

Seleb muda lagi, nih. Vanessa Hudgens. Dia pastinya memiliki pengaruh terhadap fans, termasuk soal tanggapannya terkait photoshop. Ketika Bongo memintanya berpose untuk kampanye soal segala sesuatu yang alami, aktris ini langsung setuju. Dalam kampanye itu, tidak ada yang namanya perubahan atau penyaringan. Gerakan yang ‘memakai’ Hudgens ini diharapkan bisa menginspirasi yang lainnya. Tim Hudgens sama Bongo meyakinkan kalau kampanye ini penting agar orang memahami ‘apa itu cantik dari dalam’, ‘apa itu percaya diri’ dan ‘apa itu cuek terhadap tanggapan orang’.

~

Ketika menulis dari nomor 10 sampai 1, daku sering berdecak. Bukan kagum karena ‘keberanian’ mereka melawan Photosop saja, atau karena merk dan majalah dunianya (saja)…

Melainkan kagum juga sama ‘kekuasaan’ dan ‘besarnya’ nama atau brand mereka sebagai selebritis atau model kelas dunia. Sampai bisa menentukan kebijakan berpose, menentukan gaya rambutnya sendiri, mengkritik potografernya dan bicara ke publik. Hehe…

Apa semua orang setuju dengan aksi mereka? Entahlah. Seperti photoshopnya sendiri, pastinya mereka juga menimbulkan kontroversi. [#RD]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *