11 Anak dan Remaja Inspiratif yang Sudah Mengubah Dunia

11 Anak dan Remaja Inspiratif yang Sudah Mengubah Dunia

Malala, anak perempuan pejuang pendidikan perempuan

Malala Yousafzai ~abc.net.au~

“Jika dikau mengubah diri sendiri, dikau bakalan mengubah dunia…”

Begitulah potongan quote dari Mahatma Gandhi. Yah… dunia ini memang besar, lengkap dengan permasalahannya yang banyak serta rumit. Jadi… apa mungkin kita bisa mengubah dunia? Seperti yang dikatakan kutipan ini, sebelum terlalu jauh untuk mengubah dunia, alangkah baiknya kita mengubah diri sendiri dulu.

Usia berapa kita, sekarang? Sudah ngapain saja untuk nimbrung mengubah dunia? Wah… rumit juga ya jadi dewasa? 😀

Sementara pada masa kanak-kanak atau remaja… sebagian besar dari kita mungkin tengah bermain boneka, memakan segala macam makanan sampai belepotan, mewarnai gambar, atau mulai sibuk dengan jantung yang tiba-tiba berdegup cepat (baca: cinta monyet). Kontras sekali dengan anak-anak yang mau daku bahas ini. Siapin tisu, ya. :’(

Well… mereka mungil, polos, belia dan seperti tak berdaya. Namun semuanya beneran inspiratif, mengagumkan dan berhasil… menampar, tidak, meninju orang-orang dewasa seperti kita (?). Ya, di dunia yang sebesar ini daku makin ciut saja, mengingat aku mah apa atuh kalau dibanding anak-anak ini.

Well, jom kita bahas!

11. Yash Gupta

Yash Yagupta Sight Learning, remaja inspiratif Yash Yagupta, kacamata Yash Yagupta

Yash Yagupta “Sight Learning”

Di usianya yang ke-17, kacamata remaja cowok ini pecah. Ia pun mesti sabar menanti selama seminggu, biar penunjang indera mata itu terganti. Ketika masa-masa itu, ia cukup kesulitan dalam beraktivitas. Daku jadi inget diri sendiri. Apalah daku tanpa kacamataku. Oh…

Yash penasaran dengan peran kacamata yang begitu vital bagi penglihatannya. Ia pun searching  di internet. Di sana ia mendapat info kalau di dunia ini ada sekitar 12 juta anak yang butuh kacamata seperti dirinya. Ide pun tersembul dari otak jernihnya.

Singkatnya… lahirlah Sight Learning, yaitu semacam kegiatan amal yang isinya mengumpulkan kacamata, lalu bekerja sama dengan suatu organisasi dan mendistribusikannya ke tempat anak-anak yang butuh kacamata itu. Pada tahun 2013 saja, remaja ini sudah berhasil mengumpulkan 9.500 pasang. Woah!

~

10. Adele Ann Taylor

Adele Ann Taylor, perpustakaan Adele Ann Taylor, belajar membaca dan menulis Adele Ann Taylor

Poto Adele Ann Taylor ~nj.com~

Remaja 13 tahun ini menemukan fakta bahwa teman-teman sekelasnya cukup kesulitan ketika belajar membaca. Bukannya tertawa mengejek sambil gegulingan, ia malah terinspirasi membuat semacam organisasi bernama “Adele’s Literacy Library” aka ALL. Tujuannya tak lain untuk menolong anak-anak agar bisa segera mampu membaca. ALL ini sudah berperan meningkatkan kemampuan membaca sebanyak 25.000 orang. Seolah belum cukup.. ALL juga mermberikan beasiswa SMA, mendermakan buku-buku sama membantu konstruksi sekolah-sekolah tak beratap di Kenya. Duh, Nak…

~

9. Ryan Hreljac

Ryan Hreljac, sumur Ryan Hreljac, Ryan Hreljac membantu anak anak dan orang Afrika dari kesulitan air

Poto Ryan Hreljac ~global1youth.leader.org~

Kita ngapain saja ya waktu berumur 6 tahun? Mungkin lagi ngemut gulali? Atau lagi merengek minta jatah es krim?

Sementara Ryan Hreljac berbeda. Pada tahun 1998, gurunya pernah berkata di kelas bahwa air adalah sesuatu yang jarang ada di Afrika. Dari info singkat itu, Ryan mengisi hari-harinya untuk menabung. Ia pengin membangun sumur atau mata air di Afrika. Baginya, bakal ada banyak hal yang enggak beres kalau hidup dengan kondisi air yang sulit. Dulu ia mengira, sumur itu akan menelan biaya sekitar 70 dollar atau kurang dari satu juta. Namun pemikirannya mulai berubah. Ia butuh uang yang lebih banyak, yakni 2000 dollar atau sekitar 25 juta rupiah. Ia pun mulai gencar berorasi soal masalah Afrika tersebut.

Hasilnya…? Kini ia sudah memiliki yayasan sumur Ryan aka “Ryan’s Well Foundation”. Ia tak hanya membangun sumur di Uganda, melainkan berkomitmen bakal meningkatkan kualitas hidup Afrika. Sebanyak 927 proyek sudah mereka laksanakan. Dengan kata lain, mereka sudah membantu sekitar 836. 751 orang. Alamak!!!

~

8. Alex Scott

Alex Scott,  Alex Scott neuroblastoma, Alex Scott lemonade stand, stan kedai warung lemonade Alex Scott

Alex Scott (almh) ~myhero.com~

Ketika ulang-tahun perdananya, Alex Scott didiagnosa menderita neuroblastoma, yaitu kanker pada sistem syaraf yang terjadi pada masa kanak-kanak. Ketika musim panas tiba, Scott yang masih berusia 4 tahun punya kebiasaan untuk berjualan lemonade di sebuah stan atau pangkalannya. Bukan, dia tidak sedang mengumpulkan uang untuk pengobatan atau untuk beli harum manis. Tapi dia sedang menabung untuk disumbangkan ke Rumah Sakit Anak di Philadelphia. Ia kemudian jadi pendiri organisasi “Alex Lemonade Stand”. Namun pada tahun 2004, malaikat mungil ini meninggal. Dan ia mewariskan organisasi tersebut, lengkap dengan dana 500 juta dollar atau sekitar 6,5 Trillyun rupiah, khusus untuk biaya penelitian kanker. Duh… :’(

~

7. Nkosi Johnson

Nkosi Johnson, Nkosi Jonhson dan ibunya Gail Johnson, Nkosi Johnson pahlawan anak anak untuk penderita HIV AIDS,

nspreview.org

Ketika lahir, namanya Xolani Nkosi. Ia merupakan buah hati dari seorang ibu yang positif terkena HIV/AIDS. Tak ayal ia pun lahir dengan digerogoti virus yang fatal itu. Pada usia 3 tahun, seseorang mengadopsinya. Johnson kemudian mencuri perhatian publik setelah ia ditolak oleh sebuah sekolah. Dari sana, sang bocah memutuskan untuk jadi advokat bagi korban HIV/AIDS. Dia berusaha menanamkan kesadaran agar memberi hak yang sama pada penderita sepertinya. Kasarnya, sudah menderita karena virus, eh malah ‘didiskriminasi’. Dia bersama ibunya (Gail Johnson) kemudian membentuk semacam tempat perlindungan bagi para penderita HIV/AIDS yang masih bertahan. Sampai kemudian ia meninggal di usianya yang ke-12. Namun ‘tempat berlindung’ yang sudah ia bentuk itu masih terus hidup.

~

Halaman selanjutnya –> Next..!

2 Comments
  1. Marfa
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *