17 Kebiasaan Di Usia 20-an untuk Masa Depan yang Lebih Cemerlang

17 Kebiasaan Di Usia 20-an untuk Masa Depan yang Lebih Cemerlang

17 Kebiasaan Di Usia 20-an untuk Masa Mendatang yang Lebih Cemerlang

crossrbc.org

Siapa yang sudah berkepala dua?

Sudah tidak berusia satuan, sudah tidak berusia belasan tapi belum berusia tua juga. Itulah usia 20-an. Bukan anak kecil, bukan remaja tapi belum dewasa juga. Itulah usia 20-an. 😀

Entah bagaimana jiwa atau perasaan semua orang yang berusia 20-an. Yang jelas, campur-aduk. Ada yang menikmati, ada yang (masih) terperangkap oleh masa-lalu dan banyak juga yang malah sudah ‘terbang’ ke masa depan. Mulai merasa khawatir dengan usia yang makin menanjak, serta masa tua yang dadah-dadah di depan.

Kita kadang jadi sering berpikir sendiri; bakal gimana ya nantinya? apa masa tua kita akan bahagia?

Wallaahu’alam. Yang jelas berikut ini 17 kebiasaan yang bisa jadi modal kita untuk menghadapi masa mendatang. Ya setidaknya, kebiasaan-kebiasaan ini memberi pengaruh positif, gitu. Jom!

#17. Berolahraga

Apa tujuan kita berolahraga? Jangan bilang buat nurunin berat badan. 😀

Beruntung nih bagi Bro-Sist yang hobi olahraga atau yang memiliki aktivitas aktif. Sudah jadi rahasia umum ya kalau olahraga sedari muda memang sangat menguntungkan. Selain sehat secara fisik, olahraga juga mampu mengurangi rasa stress dan meningkatkan kebahagiaan. Jangankan berolahraga, nonton sepak bola saja bisa bikin kita senyum bahkan tertawa. Apalagi kalau tim yang didukungnya menang. 😀

#16. Minum Banyak Air

Ada fakta ‘mengerikan’ di Amerika Serikat. Rupanya soda jadi minuman paling popular pertama, baru disusul sama air biasa. Padahal minum air mineral itu lebih menguntungkan, lebih murah dan lebih mudah. Bagaimanapun 60% tubuh kita terdiri dari air. Keuntungan dari minum banyak air pun sudah sama-sama kita ketahui. Tubuh jadi seimbang, pencernaan bagus, ginjal berfungsi dengan baik, dst.

#15. Baik Sama Teman Sekolah/ Kuliah dan Rekan Kerja

Rasanya daku sulit bertahan di lingkungan kerja yang koleganya menyebalkan. Kalau ‘menyebalkan’ dalam arti sering iseng atau apa, tentu tidak masalah. Malah, fun. Tapi kalaupun suasananya kurang menyenangkan, maka sebelum menuding orang lain, baiknya kita koreksi diri sendiri dulu. Apa kitanya yang nyebelin? So, berikan perlakuan terbaik kita pada mereka. Bukannya apa-apa, rekan kerja atau teman sekolah/sekolah akan jadi orang-orang paling dekat dan paling sering berinteraksi dengan kita dalam waktu lama. Tidak nyaman saja kalau kita saling dingin. Iya, ‘kan?

#14. Jangan Panik Dulu Kalau Masih Sendiri

Rata-rata orang yang berusia 20-an, khususnya perempuan, akan sedikit terusik jika masih berstatus sendiri aka belum menikah. Wajar, ‘kan? Tapi siapa tahu kesendirian ini jadi waktu tepat bagi kita untuk memikirkan diri sendiri, serta lebih berhati-hati ‘memarkirkan’ hati. Pantaskan diri sebelum nanti disandingkan dengan ‘dia’, di dalam hubungan yang lebih sakral dan jangkanya begitu panjang. Nikmati juga masa-masa sendiri bersama keluarga, sahabat, hirup kebebasan, selimuti diri dengan aktivitas-aktivitas positif, manjakan hobi dsb. Sebab, suatu saat nanti kemungkinan apa yang jadi rutinitas ketika single akan sedikit terhalang oleh status. Siapa tahu, gitu… Cinta sejati lagi otw ke arah kita. Daripada panik, mending mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambutnya. Hoho…

#13. Membaca

Aktivitas yang jadi olahraga mata dan otak ini memang mengagumkan. Membaca bisa menambah ilmu, menambah kosa-kata, merangsang mental, meningkatkan daya ingat, mengurangi stress, dst. Kini bukan saja buku fisik yang bisa dibaca, portal atau blog pun bisa diakses dengan mudah. Termasuk blog rosediana.net ini. 🙂

#12. Berani Mengambil Risiko

Berani mengambil risiko tidak sama dengan berani bertindak (maaf) bodoh. Contoh berani mengambil risiko yang bodoh itu… misalnya pemuda yang berani mengambil risiko dipenjara setelah ia menjerumuskan diri dalam kubangan narkoba. Atau, pemudi yang berani mengambil risiko hamil diluar nikah setelah ia merelakan mahkotanya.

Berani mengambil risiko di sini berarti… membiarkan diri kita keluar dari zona nyaman. Misalnya berani lebih capek, berani bermodal dan kemungkinan rugi, berani untuk tidak gengsian, berani untuk mengurangi ‘masa muda masa foya-foya’, dsb. Semuanya pasti akan jadi modal pelajaran untuk masa mendatang.

#11. Travelling

Salah-satu aktivitas masa-muda yang sering daku cemburui adalah… travelling. Aktivitas itu pastinya menyenangkan, memberikan kita pengalaman sekaligus banyak pelajaran tentang dunia, juga tentang diri sendiri. Perjalanan adalah sekolah/kuliah tanpa bangku, gedung dan guru/dosennya. Perjalanan membuat kita lebih rendah hati,  lebih bisa toleran/ terbuka, lebih menghargai kampung halaman, dst. Beruntung deh bagi yang masih berusia 20-an tapi sudah travelling ke banyak tempat.

#10. Memakai Sunscreen

Sunscreen itu untuk apa? Apa untuk melindungi kulit dari sinar UV saja? Ya, salah-satunya itu. Alasan itu juga yang sering dipakai orang ketika menggunakannya. Namun ternyata sunscreen bisa meminimalisir risiko kanker kulit, mencegah penuaan dini serta tentunya meningkatkan kesehatan kulit. Setidaknya hal ini akan membuat kulit kita lebih baik di usia nantinya.

#9. Jangan Lupakan Teman Lama dan Jalin Hubungan Kembali dengan Mereka

Banyak orang bilang, suatu saat kita pasti kembali pada pelukan teman-teman lama. Ya, mereka adalah orang-orang mengagumkan, yang sudah lebih dulu mengetahui siapa kita. Ketika memasuki usia 20-an, kita dan mereka mulai sibuk dan lebih sedikit menjalani waktu bersama. Karena itu, tak jarang persahabatan pun bisa retak. Namun di zaman sekarang, rasanya bukan hal yang tidak mungkin untuk kita tetap berhubungan. Daku kadang suka mengingatkan diri sendiri; teman-teman lama adalah salah-satu hal terbaik yang pernah kita punya. Dan di tangan merekalah, kenangan-kenangan kita tersimpan dengan aman.

#8. Mulai Belajar Masak dan Kurangi Junk Food

Memasak. Aktivitas ini tentunya bakal jadi salah-satu kegiatan yang menunjang kehidupan kita, nantinya. Daku rasa baik laki-laki apalagi perempuan membutuhkannya. Memang sih… zaman sekarang sudah banyak tempat makan, bahkan bisa diorder juga. Namun kita tak selamanya bisa menggantungkan diri pada mereka. Skill ini rasanya mesti kita prioritaskan. Apalagi sekarang sudah bertebaran info soal resep makanan. Hmm… siap-siap pedekate sama dapur. Hehe.

Memang, di tengah-tengah aktivitas orang-orang berusia 20-an yang sibuk (?), kita sering tergoda oleh fast food dan junk food. Fast food atau makanan cepat saji masih bisa kita diajak kompromi. Tapi kalau sudah junk food, sebaiknya kita agak tegas. Kalau bisa sih dihindari, atau minimal dikurangi. Sebab, makanan-makanan ini ‘mengusik’ kesehatan di masa depan.

#7. Jaga Hubungan Harmonis dengan Keluarga dan Tetangga

Mungkin dari usia 20-an, orang-orang ada yang sudah mulai ‘meninggalkan’ keluarga dan tanah kelahiran. Dalam arti merantau untuk bekerja atau sekolah. Namun sejauh apapun kita melangkah, tempat kembali kita tetap rumah. Hati kita berlabuh pada apapun dan siapapun, selalu ada masa di mana hati kita akan kembali pada keluarga. Daku kadang berpikir, kita kadang sering memprioritaskan sesuatu atau seseorang yang bahkan enggak peduli. Sementara keluarga sendiri malah dikesampingkan. Padahal kalau ada apa-apa, yang lebih dahulu sigap bertindak ‘kan keluarga, saudara dan tetangga?

#6. Cuci Muka dan Berwudhu

Mencuci wajah dan berwudhu mesti jadi daftar kebiasaan lain yang mulai kita lakukan dengan konsisten. Aktivitas ini tentunya mencegah kulit kita dari dehidrasi, kulit jadi lebih sehat dan khusus untuk wudhu, auranya jadi tenang dan teduh.

Masa muda

fetna2015.org

#5. Flossing Gigi

Jadi sedikit ngilu, nih. Flossing gigi adalah kegiatan membersihkan gigi dengan dental floss atau semacam benang khusus untuk gigi. Benang nilon atau benang PTFE (Polytetrafluoroethylene, monofilamen). Usaha ini dipandang penting sebab bisa menyempurnakan pembersihan gigi, dibanding dengan sikat gigi biasa. Flossing bisa menghilangkan plak, menyehatkan rongga gigi, gusi dan jadi modal penting untuk menghadapi masa tua, tentunya. Daku pernah baca, kalau gusi kita bermasalah dan yang tidak terobati dengan baik, risikonya bisa diabetes dan sakit jantung. #CMIIW

#4. Menghilangkan Kebiasaan Begadang

Mimih pernah bilang,

Obat untuk orang lapar itu cukup sepiring nasi. Tapi obat untuk orang begadang, kadang dengan tidur seharian pun masih kurang. Masih merasa pusing dan malas ngapa-ngapain.”

Sebenarnya apa yang kita lakukan bisa kita rasakan sendiri efeknya. Termasuk begadang. Hmm… kita mesti mulai bijak, ya. Bagaimanapun tubuh punya hak tersendiri dan kita punya kewajiban untuk menjaganya.

#3. Mulai Menabung

Meski kita sering beranggapan ‘nikmati hari ini, siapa tahu hari esok tak akan pernah kembali’. Tapi… melakukan sesuatu hari ini untuk hari esok bukan ide yang buruk, bukan? Termasuk juga dengan menabung. Ini juga jadi salah-satu agendaku. Sulit? Banget. Tapi sesuai kata orang, mumpung kebutuhan orang di usia 20-an belum terlalu banyak dan rumit, enggak ada salahnya menyimpan sebagian di tabungan. Toh kita tak pernah tahu kebutuhan mendadak apa yang akan datang. Jadi, tidak ada kata terlambat untuk menabung, ya.

#2. “Pensiun” Merokok

Merokok jadi salah-satu gaya hidup yang adiktif dan digemari orang berusia 20-an. Laki-laki ataupun perempuan. Padahal kita sudah tahu keburukan apa yang dibawa asapnya pada kesehatan kita, penampilan kita dan orang-orang tercinta di sekitar kita. Para perokok mungkin berkilah, merokok juga punya keuntungan sendiri. Tapi apa mereka bisa menimbang, keuntungan dan kerugiannya lebih banyak mana? Nah, daku enggak bakal jawab. Tanya hati sendiri. Hehe… peace.

#1. Kembali Pada Rangkulan Tuhan

Dulu sekali guru ngajiku pernah bilang,

“Kalau ada abah-abah yang rajin ibadah, maka status kebaikannya itu hasan alias baik ‘aja’. Tapi kalau ada pemuda/i yang rajin ibadah, maka status kebaikannya itu ihsan alias baik ‘banget’…”

Apa yang beliau ucapkan jadi nasihat, sindiran, motivasi atau apapun gimana orang yang menginterpretasikannya. Yang jelas, beliau secara tidak langsung bilang betapa istimewanya kalau usia muda sudah rajin beribadah. Di tengah-tengah jerat media sosial, perkembangan hiburan, pergaulan yang makin asyik, dst, ada segelintir orang-orang berusia 20-an yang tak melupakan Tuhan. Wow. Kebiasaan atau pemahaman ini tentunya jadi modal bagus buat masa nanti, ya?

~

Wah, banyak juga ya agenda orang-orang di usia 20-an? Malah mungkin, apa yang daku tulis ini jauh dari kata lengkap. Heuheu… Phew! Apapun itu, jom berusaha demi masa depan yang lebih baik. Hohoho… [#RD]

10 Comments
  1. Marfa
    • deeann
  2. Zulfa
    • deeann
  3. Samudra
    • deeann
  4. fandy
    • deeann
  5. oh andrian
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *