Mendadak Jadi Konsultan Masakan

Mendadak Jadi Konsultan Masakan

skill memasak, memasak perlu jam terbang, mengasah skill memasak

coolpcwallpapers.com

Salah-satu orang yang paling daku cemburui sekaligus kagumi adalah… mereka yang jago memasak.

Banyak sekali alasan kenapa bakat mengolah makanan ini patut menjadikan kita iri. Sederhananya, memasak itu bisa memberi kepuasan dan kebahagiaan bagi orang yang memasak dan orang yang menyantap masakan itu, tentunya. Iya, ‘kan?

Keren juga. Memasak ini seperti sesuatu yang sederhana, yang semua orang bisa. Tinggal mencampurkan bahan makanan, mengolahnya dan jadi deh… Apalagi sekarang banyak resep-resep sederhana yang bisa kita ‘contek’. Tapi… apa sesederhana itu?

Daku sendiri suka minder saja kalau mesti memasak di rumah. Kalau dibandingkan sama masakan Mimih dan Teteh, khususnya… daku mending bantu-bantu mengiris sesuatu atau icip-icip deh. 😀

Aneh, padahal daku tahu bumbu untuk masakan A itu apa. Tapi rasanya suka beda. Lebih lezat buatan Mimih. Menurut beliau sih, semua itu hanya soal ‘mengasah rasa’. Enggak perlu takaran garam mesti gram, gula mesti berapa sendok teh, bawang mesti berapa siung, dst. Kalau ‘rasa’ kita sudah ‘terasah’, insya Allah takarannya akan pas dan rasanya bakal enak-enak saja.

Woah… jadi intinya skill memasak pun mirip sama skill lain; butuh jam terbang!

Gimana Teknik Memasak “Perkedel Kentang”?

Semasa KKN, daku belajar banyak soal banyak hal. Salah-satunya adalah memasak. Thanks to Nia, anak Biologi yang sudah jadi ‘ibu’ sekaligus ‘juru masak’ untuk kami, anak-anak KKN Brebes tahun 2012 – kelompok  6 – Universitas Kuningan. 😀

Waktu itu daku, Nia dan teman-teman yang lain sedang di dapur. Kami hendak memasak perkedel kentang. Nia pun bertanya tentang kebiasaanku ketika memasak perkedel di rumah. Daku pun menjelaskan. Biasanya kentang yang sudah dihaluskan akan dicampur dengan bumbu dan kocokan telur. Lalu kentang dibentuk dan kita mesti menyiapkan telur lain untuk kemudian dicelupkan.

Teman lain mengungkapkan hal yang hampir serupa. Bedanya… dia mencampurkan kentang sama kuning telur. Setelah dibentuk, baru dicelupkan sama putih telurnya.

Daku penasaran langkah mana yang bakal Nia ambil. Ternyata… dia tidak mengambil yang manapun juga!

Dia mencampurkan bumbu, kentang dan telur bersamaan. Setelah dibentuk, dia langsung mencelurkannya ke minyak panas. Daku mengerjap-ngerjap dan mengantisipasi hasilnya. Jujur saja, teknik ini baru daku lihat. 😀

Hasilnya ternyata indah. Daku langsung niat sepulang KKN bakal masak cara Nia saja. Lebih efisien. Hehehe…

Mendadak Jadi Konsultan Masakan “Perkedel Kentang”

cara membuat perkedel kentang, tips membuat perkedel kentang, tips merebus kentang untuk perkedel, tips agar perkedel kentang berwarna golden brown

resepmasakanonline.com

Sudah sekian lama daku praktikkan cara memasak perkedel kentang ala Nia. Trial and error. Kadang hasilnya bagus, sering juga malah jelek. Kalau enggak rasanya yang kurang, adonannya hancur atau tampilannya kurang golden brown.

Namun daku menemukan beberapa ‘tips dan trik’ sederhana yang kebanyakan tidak sengaja. Hingga akhirnya… orang rumah pun menyukai perkedel kentang sederhanaku. Hihihi…

Daku jadi semangat dan puas sendiri, apalagi kalau buatanku itu habis. Yang lebih epic, tetehku memujinya! Oke, memberi pujian memang bukan hal yang aneh. Namun bicara soal Tetehku dan soal memasak, dia enggak sembarangan orangnya. Enak, ya enak. Enggak, ya enggak.

Jangankan buatan orang lain, untuk buatannya sendiri tak ada toleransi. Pernah waktu itu dia bikin bolu. Karena lapisan di atas dan di pinggirnya lengket dan tidak menarik, tanpa tedeng aling-aling dia langsung membuang makanan masih panas itu ke kolam ikan!

Balik lagi ke perkedel kentang. Selain memuji di hadapanku, rupanya dia tanya sama Mimih,

“Kok perkedel buatannya (daku) bisa kuning langsat begini? enggak hancur, terus si kentangnya enggak keliatan lebam, gitu. Kok bisa?”

Waktu itu Mimih cuma mengangkat bahu dan bilang,

“Mimih dilarang ngebantuin, jadi enggak tahu.” 😀

Oke, daku jelasin hasil ‘belajar’ dan percobaannya. Hihihi…

Bahan dan Bumbu

Soal bahan dan bumbu membuat perkedel kentang sebenarnya gitu-gitu saja. Intinya:

  • Kentang
  • Telur
  • Merica
  • Bawang Putih dan bawang merah (optional, tapi dianjurkan)
  • Daun seledri (optional)
  • Pala bubuk (optional)
  • Garam (sebagian ditambah sama penyedap rasa)
  • Minyak

Cara Membuat

Nah mungkin dalam cara membuat perkedel kentang inilah terdapat beberapa perbedaan sekaligus tips-tips sederhananya:

  • Daku memilih untuk mengupas kentang, membersihkan lalu merebus atau merebus atau mengukusnya ketimbang; menggoreng atau langsung merebus tanpa mengupasnya terlebih dahulu. Tips ketika merebus kentang: begitu airnya mendidih… beri sedikit garam, agar warnanya tetap cerah alami. Daku ‘contek’ teknik ini dari seorang chef yang merebus wortel namun ingin warnanya tetap oranye alami dan tidak pucat. Sayang, daku lupa chef tersebut. :/
  • Tusuk dengan garpu untuk memastikan kematangannya. Setelah empuk, angkat dan tiriskan kentangnya.
  • Sambil menunggu kentang ‘kering’. siapkan wadah untuk bumbu dan adonan.
  • Biasanya daku memakai cobek untuk manghaluskan bawang putih dan garam, lalu setelah halus dicampur sama merica sesuai selera. Daku enggak suka pakai pala. Suka pusing palabebi. Eh, maksudnya enggak terbiasa, gitu. -_-
  • Kentangnya haluskan, lalu campurkan sama campuran bawang putih + garam + merica. Biar tambah wangi dan ‘tidak jenuh’ bisa juga dicampur sama irisan daun seledri.
  • Kocok telur yang sudah diberi garam sama merica (lagi), agar tidak terlalu amis dan terkesan hangat nantinya.
  • Campurkan adonan kentang sama telur. Aduk sampai benar-benar rata.
  • Siapkan wajan dan minyaknya agak banyak, biar perkedel ‘tenggelam’.
  • Apinya agak tinggi dulu, baru ketika sudah terlihat panas, turunkan apinya jadi setingkat lebih turun dari kata ‘sedang’. Hehe…
  • Mau dicetak boleh, kalau daku langsung saja menciduk adonan sama sendok dan mencelurkannya ke minyak yang panas, namun sudah stabil. Tidak terlalu tinggi.
  • Biarkan saja, enggak perlu dicolek-colek, takut nanti adonannya jadi rusak. Ketika pinggirannya terlihat cokelat keemasan, baru deh kita balik dan usahakan matangnya merata.
  • Angkat dan tiriskan.
  • Siap disajikan deh.. .:D

Sederhana banget, ya? Tapi mudah-mudahan bermanfaat. ^_^ [#RD]

4 Comments
  1. Beby
    • deeann
  2. Herna Waty
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *