Mendadak Jadi Konsultan Teh dan kopi

Mendadak Jadi Konsultan Teh dan kopi

Tips membuat kopi rumahan, tipa membuat teh rumahan, tips membuat teh dan kopi agar enak dan wangi, membuat kopi sachet yang enak dan wangi

vectorstock.com

Ada yang suka teh? kopi? Atau, keduanya?

Bagi daku pribadi, dua minuman ini cukup berpengaruh. Masih ingat saja ketika masih kuliah, segelas teh yang sudah berubah hangat adalah hal kedua yang memelukku dari rasa penat. Hal pertama tentunya dengan melihat Mimih. Pokoknya begitu meneguk minuman itu, ada sensasi segar yang menjalar. Meski kadang-kadang daku mesti memberi sedikit tambahan air, sebab Mimih (menurutku) suka kebanyakan gula. Peace. :p

Kalau kopi… daku sepertinya sudah setia sama salah-satu merk. Kopi ini jadi sahabat kala menulis. Daku jarang minum kopi dalam keadaan santai. Rasanya kurang gimana, gitu. Makanya dia selalu daku libatkan ketika berhadapan dengan netbook. Kala gelas atau cangkir itu ada di sisiku, daku merasa sedikit bertenaga dan berkonsentrasi. Hohoho… lebay, ya? 😀

Kedekatanku sama mereka membuatku jadi memiliki kebiasaan dan cara tersendiri ketika membuatnya. Adalah Mimih, yang kini selalu me-request agar daku membuatkan teh untuknya. Selain rasanya lebih ke ‘manis jambu’, beliau rasa tehnya ‘sedikit lain’.

Terus pernah suatu kali ketika beliau hendak menikmati kopi susu kesukaannya… beliau hanya menuang serbuk kopi susu instan tersebut ke dalam gelas, lalu menyerahkannya padaku. Beliau bilang,

“Pake cara kamu aja…”

Tanpa sadar daku tersenyum. Enggak tahu sih kalau tips ini bakalan berlaku dan ampuh bagi semua orang, tapi daku memang memiliki kebiasaan tersendiri ketika membuat teh atau kopi. Kalau membuat teh, ada beberapa yang mesti diperhatikan.

  • Air sangat berpengaruh. Kalau yang mengandung sulfur atau apa nantinya bisa memengaruhi rasa dan wangi tehnya. Air alami lebih bagus.
  • Air mesti yang mendidih, baiknya jangan yang panas ‘nanggung’.
  • Kalau bisa, tuang dulu air panas sama cangkir/ gelas yang nantinya bakal dipakai ngeteh. Setelah itu, buang. Cuma buat memanaskan cangkir/ gelasnya saja.
  • Letakkan sendok sama teh celup atau teh tubruk dalam cangkir/ gelas.
  • Tuang dengan corong ketel yang kita angkat. Jadi menuangnya dari ketinggian, gitu. Diamkan dulu, 3 sampai 5 menit.
  • Setelah beberapa saat… Kalau teh celup, ya celupkan. Kalau teh tubruk, tentu diaduk. Lama tidaknya tergantung merk sama jenis teh.
  • Teh hitam biasanya antara 3 sampai 6 menit. Teh hijau biasanya sekitar 1 menit.
  • Tambahkan gula atau madu sesuai selera. Daku kebetulan sukanya teh yang banyak dengan gula sedang, jadi pahit-manis gitu macam kehidupan. -_-
  • Kadang-kadang daku sama Mimih suka menambahkan susu juga. Kalau mau, tambahkannya ketika teh sudah kita diamkan selama 3-5 menit dulu. Sampai rasa dan warnanya

~

poto seangkir kopi dan teh

Twitter @CoffeeTeaFacts

Sekarang tentang kebiasaan membuat kopi sachet yang wangi dan nikmat:

  • Sama seperti teh, air sangat berpengaruh. Masak air sampai matang aka mendidih. Daku enggak suka kalau kopi diseduhnya pakai air panas yang ‘nanggung’.
  • Tuangkan kopi sachet cangkir atau gelas.
  • Sebelum menuang air mendidih, daku suka menambahkan 1-2 sendok air dingin. Aduk-aduk serbuk kopinya sampai tercampur dan aromanya menguar.
  • Jangan pisahkan gelas/ cangkir sama sendoknya, kasihan. :p
  • Ketika gelas/ cangkir sudah kumpul sama serbuk kopi dan sendoknya… tuang air mendidih dengan ketel yang diangkat.
  • Aduk secara perlahan selagi masih panas.
  • Bisa tambahkan creamer atau susu untuk sensasi gurih. Cocok kalau kita enggak terlalu mentoleransi rasa pahitnya.

Demikian. Sebagian besar orang pasti sudah tahu. Tapi enggak ada salahnya ‘kan kalau berbagi? Hehe… Mudah-mudahan bermanfaat. [#RD]

4 Comments
  1. prajuritkecil99
    • deeann
  2. Choirul Huda
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *