10 Sikap Kita Terhadap Orang Yang Pindah Agama

10 Sikap Kita Terhadap Orang Yang Pindah Agama

sikap terhadap artis yang pindah agama, tipa menghadapi mereka yang pindah agam

mission.lmu.edu

Beberapa hari kemarin, ada kabar mengejutkan. Setidaknya buatku, ya.

Di twitter, ada seorang public figure Indonesia yang jadi trending topik. Melihat namanya, daku begitu penasaran. Siapa tahu go international atau apa.  Ketika di-klik, ternyata kabar menyebar kalau dia sudah pindah agama. Meninggalkan Islam…

Padahal namanya itu cukup Islami. Begitu pula dengan ayahandanya, seorang seniman yang lebih dulu dikenal sebelum kemunculannya. Belum lagi kita tengah dalam nuansa Ramadhan. Jadinya… ya, begitulah.

Sebelumnya maaf nih, postingan ini jadi terkesan seperti agenda gosip.

Sekadar curhat saja. Tadinya daku mau ikut-ikutan ngetweet dengan menggunakan hastag nama seleb itu. Namun sebelumnya, daku membaca-baca dulu tweet yang sudah ada. Ada yang mendukung, banyak juga yang kecewa. Namun yang disayangkan yaitu mereka yang menghujat dengan kata-kata yang terbilang kasar. Mau ngetweet malah enggak jadi, takut terprovokasi. Heuheu…

Artis yang Pindah Agama

Memang aktor yang daku maksud ini bukan satu-satunya artis yang pindah agama. Banyak artis atau selebritis lain – di Indonesia maupun dunia – yang melakukan hal serupa. Ada yang meninggalkan Islam, banyak juga yang justeru memeluknya. Sebut saja Mike Tyson, Dr. Oz, Akon, dll.

Meyakini suatu agama adalah hal privat, yang sebenarnya menjadi urusan kita pribadi. Namun bicara soal jadi artis/ selebritis, maka ia mesti siap dengan salah-satu konsekuensi terbesarnya; yakni urusan pribadinya terlempar ke publik dan jadi bahan pembicaraan orang. Hal itu menunjukkan betapa nama dan tindak-tanduknya begitu berpengaruh.

Bergaul dengan Mereka yang Berlainan Agama

Daku memiliki beberapa teman yang tidak seagama. Kami sering bercanda, tapi tetap rukun-rukun saja. Daku begitu tersentuh ketika mereka tidak bersedia memegang Al Qur’an dan tidak masuk mesjid dengan alasan,

“’Kan menurut agama dikau, kita mesti wudhu dulu. Lha, daku mah enggak wudhu.”

Indah rasanya kalau bisa hidup rukun antar umat seagama, juga antar umat beragama. Kedamaian dan kecemasan kadangkala kita sendiri yang ciptakan, ya?

Kalau “Mereka” Pindah Agama, Sikap Kita Mesti Bagaimana?

“Mereka” di sini bisa siapa saja. Kebetulan daku pernah menghadapi seseorang yang pindah agama menjadi Islam. Siapapun muslimnya, pasti menyambut baik keputusan ini.

Sebaliknya, daku belum pernah secara langsung menghadapi mereka yang keluar dari Islam. Jadi palingan dari kalangan artis saja. Rasanya tidak perlu disebutkan, mayoritas dari kita sudah tahu siapa saja mereka.

Seperti yang daku singgung di awal, tingkah-polah artis tentunya mengundang berbagai reaksi. Termasuk untuk kabar atau berita berpindahnya keyakinan mereka. Ketika mereka keluar dari Islam, apa kita mesti jadi haters saja?

Ada 10 tips untuk menghadapi orang yang keluar atau meninggalkan Islam. Daku ambil dari berbagai sumber. Jom!

#1. Hal pertama dan utama yang mesti kita ingat adalah… kita bukanlah sosok yang bertanggung-jawab atas apapun yang mereka pilih. Kita bukan seseorang yang sudah membuat mereka meninggalkan Islam.

#2. Karena kita bukanlah faktor utama yang membuat mereka pindah agama, serta, karena kita bukan sosok yang dekat mereka… maka kita pun bukan pihak yang bertanggung-jawab untuk ‘mengembalikan’ agamanya.

#3. Pastikan bahwa hati kita sedih, kecewa dan tidak menerima keputusan mereka. Daku yakin seseorang yang beragama apapun pasti ‘keberatan’ kalau saudara seagamanya pindah keyakinan.

#4. Jika punya kesempatan dan keberanian lebih, kita bisa memberi nasihat. Entah itu secara langsung, tidak langsung (lewat media sosial) atau menitipkannya pada orang terdekat mereka (lewat koordinator fansclub atau saudaranya). Tentu semua itu disampaikan dengan cara yang baik dan santun.

#5. Kita doakan saja agar mereka dibimbing atau diberi hidayah oleh Allah Swt agar ‘kembali’ ke asal.

sikap untuk mereka yang pindah agama

freddythedaddy.com

#6. Serahkan pada Allah Swt. Urusan hidayah serta isi hati seseorang hanya Dia Yang Maha Tahu. Lagipula, orang yang meninggalkan Islam tak lantas membuat Kekuatan dan Kekuasaan-Nya pudar. Toh apa yang terjadi pun tak lepas dari kehendakNya. Kita yang membutuhkanNya, bukan sebaliknya.

#7. Islam tak pernah “memberi titah” pada umat agar membuat penganut agama lain agar meyakini Islam. Justeru kita disuruh untuk menciptakan kedamaian bagi alam.

#8. Selalu ingat ayat Alqu’ran (Al Baqoroh: 256) yang artinya, “tidak ada paksaan dalam beragama”.

#9. Hilangkan pikiran untuk memprovokasi orang agar membenci, menghujat atau mengajak yang tidak-tidak pada mereka. Misal dengan menebarkan berita agar memboikotnya, agar tidak acuh bahkan agar menghabisinya. Islam tak pernah menyarankan umat untuk menyakiti orang lain yang tidak seagama atau yang tidak beragama, selama mereka tidak menimbulkan ancaman.

#10. Perbanyak empat doa utama. Pertama, agar mereka diberi hidayah. Kedua, agar kita tidak mengikuti jejak mereka. Ketiga, agar kita mampu menjadi umatNya yang lebih baik. Terakhir, agar kita meninggal dalam keadaan baik (husnul khotimah).

Demikian, Bro-Sist. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca. Ya, topik ini sedikit sensitif. Mohon maaf atas kesalahan dan segala sesuatunya yang tidak berkenan. Kritik, masukan atau saran selalu terbuka, ya. 🙂 #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *