10 Tips Mempersiapkan Dapur Jelang ramadhan

10 Tips Mempersiapkan Dapur Jelang ramadhan

tips dapur ramadhanDi lingkungan sekitar, segala sesuatu sudah dihubungkan dengan Ramadhan. Ada anak kecil main petasan, orang mengatakan “maklum mau ramadan”. Di televisi menjamur iklan sirup, obat maag, penyegar mulut, dll, orang juga bilang “oh sudah mau ramadhan”.

Para bintang mulai mengenakan pakaian islami atau para penyanyi mulai menebarkan lagu religi, pemirsa komentar “biasa ramadhan”. Atau… di jalanan, para pihak terkait mulai sibuk mengadakan operasi penutupan tempat-tempat yang dicurigai. Masyarakat juga masih mengaitkannya dengan ramadan. Maklum, hal itu jarang terjadi ketika bulan-bulan biasa. Hehe~

Bro-Sist sendiri bagaimana? Apa sudah terasa aura Ramadannya? Sudah bersiap-siapkah?

Hmm… Jelang Ramadhan, Dapur Minta Perhatian

Bagi sebagian muslim, banyak sekali yang mesti dipersiapkan jelang ramadan. Namun kita fokus saja pada satu hal yang cukup diperhatikan. Ya, dapur. Bisa dikatakan, tempat ini jadi salah-satu spot yang paling disorot.

Nah. Ramadan itu bukanlah sekadar pameran makanan. Antara sahur sama buka puasanya. Namun bukankah hal yang baik kalau kita mempersiapkan segala sesuatu demi bulan suci ini? Nanti, kita akan lebih memfokuskan diri pada ibadah. Kalau urusan dapur sudah ditangani dengan baik, tentu bakal jadi kabar baik untuk konsentrasi ibadah kita nantinya.

#1. Mumpung Pra-Ramadhan, Bersih-Bersih Dapur Dulu…

Sudah bisa kita prediksi, Ramadhan nanti energi kita akan sedikit terkuras, meski untuk sekadar melakukan bersih-bersih dapur. Untuk itu, alangkah baiknya kalau kita menyisihkan waktu untuk bersih-bersih dari dini. Jadi kita bisa minum kalau nanti kehausan. Hehe…

Kita bisa mencuci peralatan dapur, mengelap area kompor, mengganti taplak meja, dst. Pastinya nyaman kalau mesti memasak dalam keadaan tempat yang bersih dan rapi, bukan?

#2. Tepikan yang Tidak Perlu, Lalu Lengkapi Kebutuhan Dapur

Ketika bersih-bersih dapur, kadang daku menemukan pisau yang sudah karatan dan jarang dipakai. Daripada ‘merusak pemandangan’ dan cukup berbahaya, alangkah baiknya kalau benda-benda atau peralatan yang sudah ‘tidak bisa diajak kerja-sama’ itu ‘dimusiumkan’ saja.

Sebaliknya, kita bisa telisik kebutuhan dapur apa yang mesti dipenuhi. Apakah kekurangan wadah buat bumbu? Atau, apakah bumbu-bumbu dasarnya bisa mencukupi? Apa pemotong kentang kita masih dapat diandalkan? Apakah ada panci yang bocor? Dst. Kalau semuanya sudah ‘hadir’, kita bisa segera mengatur posisinya senyaman dan semenarik mungkin.

#3. Susun Menu Masak untuk Sahur dan Berbuka

Oke, masalah dapur sudah kita atasi. Namun masalah lain, yang cukup penting, datang. Hehe… Bagi kaum hawa, tentu hal ini jadi krusial (halah). Ya, soal menu. Walau sederhana, namun masalah ini cukup bikin kaum perempuan nyut-nyutan. Selesai sahur saja kita sudah memikirkan, “Duh hari ini mau buka sama apa, ya?” -_-.

Hal ini insya Allah tak akan terjadi kalau kita sudah mengatur menunya. Namun tentu saja menu masing-masing orang itu berbeda-beda. Ada yang menyukai asin, manis, pedas, dsb. Intinya ada beberapa hal yang mesti kita perhatikan sebelum menyusunnya:

  • Perhatikan budget dapur.
  • Mesti sesuai dengan selera atau makanan yang jadi kesukaan keluarga atau orang-orang serumah, kalau memang kita tidak tinggal sendiri.
  • Perhatikan kandungan nutrisi pada makanan.
  • Direkomendasikan untuk selalu menghadirkan yang manis-manis untuk buka puasa.
  • Variasikan menunya.

#4. Sediakan Fast Food atau Makanan yang Mudah & Cepat Dimasak

Fast food sama junk food itu berbeda, ‘kan? Nah, ketersediaan makanan yang cepat untuk disajikan aka fast food ini bakal jadi pahlawan utama ketika kita kepepet. Meski sudah mengutus alarm, kadang-kadang kita ada khilafnya juga. Hehe~ Karena itu alangkah baiknya untuk ‘meramaikan’ dapur dengan makanan seperti telur, sarden, bolu/ roti, buah-buahan, sereal/ minuman sereal, biskuit, cracker, dsb. Daku yakin, beberapa orang juga memfavoritkan mie instan untuk disajikan ketika kondisi darurat. Hal ini bagaimana kebijakan individu saja.

#5. Sediakan Bahan Makanan atau Menu Masakan yang Awet

Daku jadi ingat salah-satu menu ketika KKN. Dulu keluarga temanku membawa makanan semacam ‘kolaborasi’ orek tempe+ikan teri+kacang tanah yang cukup banyak, dan disimpan dalam toples. Menu itu ternyata mampu jadi teman nasi kami dalam jangka waktu cukup lama, serta jadi andalannya manakala tak ada bahan masakan. Hehe~

Karena itu poin ini cukup penting untuk dipertimbangkan, ya. Menu “panjang umur” lain bisa kita temukan pada sambel atau kentang mustofa (kering kentang). Kalau soal bahan makanan, kita bisa ambil contoh bumbu giling. Mungkin suatu saat mau masak daging ayam. Kalau bumbu merahnya sudah tersedia, kita tinggal menumis dan memasaknya. Jadi tidak perlu ngulek cabai dan bawang di waktu sahur. Tapi yang satu ini banyak faktornya; bahan atau tempat penyimpanan, misalnya.

#6. Mulai Belanja

Kita sudah berusaha membuat list menu atau “makanan cepat saji alternatif”. Kalau sudah rampung, tentu kita tinggal beraksi nyata dengan berbelanja. Ya, makanan itu ada yang awet dan ada juga yang cepat basi. Kalau hendak berbelanja dari sekarang-sekarang, tentu isi daftar belanja kita itu berupa… beras, minyak, tepung, kecap, saus, makanan kalengan (kalau-kalau diperlukan), dsb. Baru untuk makanan seperti sayur, buah, tempe-tahu, dst, kita bisa membelinya ketika hari-H. Jika sudah ada panduan berupa menu, kita tinggal pergi ke pasar dan membeli apa yang ada dalam list tanpa mesti berpikir atau berdebat terlalu lama dulu.

#7. Akrabkan Diri Dengan Benda atau Cara Alternatif Ala Dapur

Tak hanya di dunia sulap, di dapur pun ada beberapa trik yang sangat membantu manakala dibutuhkan. Trik itu juga biasanya efisien dan mempermudah tugas kita. Misalnya menggunakan pengupas khusus kentang dibanding dengan mengupasnya secara manual memakai pisau. Atau,  menggunakan air garam untuk menyimpan buah-buahan yang sudah dikupas (agar tidak menghitam ketika hendak dimakan).

#8. Dapur Kalau Hendak “Dieksploitasi” untuk Acara Buka Bersama

Kalau jelang akhir Ramadan, sesekali kadang kita mengadakan buka puasa bareng. Kebanyakan memilih berbuka di luar. Namun efek negatifnya, KADANG, banyak yang lupa waktu dan akhirnya meninggalkan ibadah seperti sholat tarawih. Kalau pun diadakan di rumah, kadang si tuan rumah merasa begitu repot “pra-buka dan pasca-bukanya”. Di sinilah si host mesti membuat segala sesuatunya terorganisir.

Alternatifnya banyak. Kita bisa memilih hari libur dan fokus pada acara buka puasa, menyuruh orang untuk masak dan siap-siap, membuat kesepakatan agar para tamu buka puasa untuk membawa makanan masing-masing dan nantinya tukeran makanan, memesan makanan atau mengundang tamu berbuka puasa untuk masak bareng dengan menggunakan piring-sendok-garpu sekali pakai, misalnya? Hal itu bisa jadi opsi agar kita tidak meninggalkan ibadah tarawih dengan alasa mau cuci piring-gelas-sendok-garpu yang segunugn dulu.

#9.  Kalau Semua Rencana Dapur Berantakan, Bagaimana?

Hey… puasanya juga belum. Hehe… Tapi kalau pun hal itu terjadi, tak ada jalan terbaik lain selain… keep calm & continue fasting ramadan. Hehe~

“Berantakan” di sini maksudnya ketika ada hal-hal diluar rencana yang terjadi. Misalnya daku dulu pernah menjatuhkan es cendol yang akan jadi menu tajil buka puasa. Atau ketika dua menit jelang maghrib, tiba-tiba ada tamu.  Atau… menu yang hendak kita beli tidak tersedia. Well… merasa panik adalah hal yang wajar, namun panik saja tak akan menyelesaikan masalah. Karenanya kita dididik untuk tetap tenang dan tentu mesti mencari solusi alternatif. Ada kata-kata bijak mengatakan; kalau rencana A dan B gagal, masih ada rencana C-D-E dan 20 alfabet lain. Hehe~. Oh ya, waktu menjatuhkan es cendol… daku segera buka-buka lemari makanan dan menemukan sirup. 😀

#10. Belanja Online atau Delivery

Poin ini sebenarnya enggak cocok buatku yang tinggal di desa, namun daku masukkan saja, siapa tahu ada Bro-Sist yang memerlukan alternatif ini. Khususnya bagi mereka yang terlalu sibuk atau terlalu lelah. Mereka mungkin tidak bisa pergi langsung ke pasar, atau malah tidak mampu “berdiskusi hangat” dengan dapur. Karena itu, mereka mesti memiliki nomor-nomor/ blog yang menyediakan bahan makanan atau makanannya itu sendiri.

Alhamdulillah…

Selesai sudah repost tentang tips mengurus dapur jelang ramadhan ini. Postingan perdana sempat daku publish pada 10 Juni 2015.

Daku dan rekan admin blog rosediana.net mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Mudah-mudahan kita bisa melaluinya. #RD

2 Comments
  1. Toko Online
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *