12 Cerita Selebritis Dunia yang Menyemangati Kita untuk Pantang Berputus Asa

12 Cerita Selebritis Dunia yang Menyemangati Kita untuk Pantang Berputus Asa

12 cerita inspiratif selebritis dunia yang menyemangati kita untuk pantang berputus asa

bestquotesfb.blogspot.com

Ada yang sedang berusaha meraih sesuatu, Bro-Sist? Atau justeru sedang menyusun rencana untuk menyerah saja?

Tahan!

Tunggu dulu, ya. Setidaknya baca dulu ke-12 cerita inspiratif para seleb dunia berikut ini. Well, seleb di sini tidak terpaku pada artis saja, ya. Mereka bisa saja merupakan sosok atau tokoh terkenal. Tidak hanya dari kalangan entertainment saja.

Mereka membawa beragam cerita yang pada ujungnya menasihati kita untuk “jangan menyerah” dan tetap “melawan”. Nasihat ini memang cukup klise atau basi. Namun ajakan sederhana ini benar-benar mampu mengubah segalanya. Hal itu sudah dialami sendiri oleh beberapa seleb berikut ini.

Siapa saja dan bagaimana kisah inspiratif mereka? Jom!

#1. J.K. Rowling

J K Rowling

kaleidoscot.com

Ada yang masih asing dengan nama ini? Atau hanya pernah mendengar, tapi lupa lagi?

Di tahun 1994-an, perempuan ini termasuk diantara golongan orang kurang mampu yang laik dibantu pemerintah. Dia bahkan hampir tak mampu memberi makan bayinya. Di luar kemelaratan hidupnya, J.K. Rowling memiliki hobi menulis. Namun ia tak memiliki komputer apalagi laptop. Ia juga tak mampu membayar potokopian novel yang sudah ditulisnya. Ia hanya mengandalkan tangan untuk mengetik karyanya secara manual.

Setelah jadi, perempuan yang sudah cerai dengan suaminya ini kemudian mengirimkannya ke penerbit. Proses ini pun tak berjalan mulus. Karyanya ditolak berkali-kali. Sampai kemudian sebuah penerbit kecil bernama Bloomsburry memberinya kesempatan. Hal itu pun dilakukan sebab anak perempuan Si CEO-nya yang masih 8 tahun begitu suka terhadap karya J.K. Rowling ini.

Dari usaha yang tiada henti itu, akhirnya buah yang tumbuh begitu ranum dan manis. Harry Potter terbit. Karya ini lahir dan terus tumbuh menjangkau pembacanya. Harry Potter yang dibuat dengan cara sederhana dan sempat memeroleh penolakan itu kemudian menjelma jadi karya paling laris. Tak hanya novelnya, melainkan bentuk filmnya juga. Bahkan para pemain Harry Potter sendiri terbawa makmur oleh karya ini. Ya, J.K. Rowling adalah sosok vital dibalik lahirnya karya sefenomenal Harry Potter.

~

#2. Stephen King

Stephen King

aerogrammestudio.com

Sama seperti J.K. Rowling, Stephen King pun merupakan seorang penulis. Ia juga menggeluti hobi sekaligus profesinya ini dalam keadaan sulit dan bangkrut. Namun laki-laki ini sedikit beruntung, sebab ia ditemani oleh seorang isteri yang kebetulan juga jadi penulis. Ketika menikah, mereka mesti meminjam baju untuk pernikahan.

Karier King dalam menulis tidaklah lancar. Berbagai surat penolakan mesti ia terima dengan lapang dada. Saking banyaknya, ia kemudian memutuskan untuk mengoleksinya. Dalam bukunya yang bertajuk “On Writing”, King mangatakan: “Waktu itu aku masih berusia 14 tahun… paku di dindingku tak lagi bisa menanggung beban kertas penolakan yang tertancap. Dakupun mengganti paku dengan paku lain dan terus menerus menulis”.

Total, King memeroleh 60 surat penolakan. Sampai kemudian cerpennya yang berjudul “The Glass Floor” diterima dan ia memeroleh honor sebesar 35 dollar atau sekitar 455 ribu  rupiah (tahun 2015). Begitu pun dengan bukunya, “Carrie”, yang mulai dilirik penerbit. Buku super laris ini pada awalnya biasa saja, tidak terlalu memikat pasaran. Perlahan namun pasti, karena King tidak pernah memilih opsi “menyerah dalam hidupnya”, kesuksesan pun dapat diraihnya.

~

#3. Jim Carrey

Jim Carrey poto dulu dan sekarang

Poto Om Jim Carrey dulu dan sekarang (tahun 2015) ~vixiz.com~

Aktor lucu ini sudah mengalami hal menyedihkan ketika ia kecil. Jim Carrey yang kala itu masih masih berusia 14 tahun mesti menerima kenyataan kalau sang ayah telah kehilangan pekerjaannya. Hal ini tentu saja jadi guncangan besar bagi keluarganya. Mereka bahkan mesti tinggal dalam mobil VW dan menumpang di halaman rumput saudaranya. Carrey mungil mesti kerja paruh waktu, 8 jam sehari setelah pulang sekolah, untuk menyambung hidup keluarganya.

Ketika usianya sudah 15 tahun, Carrey tampil berkomedi untuk pertama kalinya. Baju yang ia kenakan bukan berasal dari seorang desainer, melainkan jahitan ibunya sendiri. Begitu ia berusia 16 tahun, Carrey membuat keputusan besar. Ia ‘pensiun’ sekolah dan pengin fokus pada karier melawak saja. Ia pun pindah ke Los Angeles. Carrey bisa bermain dalam “Mulholland Drive”.

Pada suatu malam ia menuliskan cek untuk dirinya sendiri senilai “10.000.000” dollar untuk “Acting Services Rendered”.  Sesaat setelah membuat tekad seperti itu, ia pun benar-benar memeroleh honor besar ketika bermain dalam “Dumb and Dumber”. Adapun cek yang sudah lusuh itu ia simpan dalam dompetnya sepanjang waktu. Ia letakkan dalam kotak milik ayahnya.

~

#4. Tyler Perry

Poto Tyler Perry

Poto oleh: Jon Kopaloff dari Getty Images

Masa kecil kurang bahagia, atau mungkin tidak bahagia, mesti dirasakan oleh Tyler Perry. Lelaki hitam manis ini pernah mengalami kekerasan fisik, pelecehan seksual, dikeluarkan dari SMA, dsb. Dia sampai melakukan percobaan bunuh diri 2 kali. Ketika usianya menginjak 23 tahun, Tyler pindah Atlanta dan mulai berkarier.

Pada tahun 1992, ia melakoni kesibukan sebagai penulis, produser dan membintangi produksi teater perdananya yang bertajuk “I Know I’ve Been Changed”. Ia mengerahkan seluruh tabungannya untuk show tersebut. Hasilnya? Gagal, tidak sesuai target. Karyanya hanya bertahan seminggu. Sementara penonton yang datang hanya 30 orang. Namun Tyler keukeuh untuk tidak putus asa ketika kehidupan meledeknya. Ia terus berproduksi, berusaha dan sampai tidur di mobil.

Sampai 6 tahun kemudian, Tyler… bangkrut. Namun kebangkrutan lagi-lagi tak membuatnya lantas angkat tangan dan membiarkan hidupnya tak punya tujuan. Ia mengevaluasi segalanya dan terus mencoba. Sampai kemudian show ke-7 tercipta. Yang ketujuh inilah, akhirnya karya Tyler sukses. Kini ia bahkan jadi salah-satu aktor, sutradara sekaligus penulis paling top dan sukses. Majalah sekelas Forbes pun sempat menempatkan namanya dalam “lelaki dengan bayaran tertinggi di dunia entertainment tahun 2011”.

~

#5. Sarah Jessica Parker

Sarah Jessica Parker 2015

zimbio.com

Perempuan ini lahir di tengah-tengah lingkungan miskin area pertambangan batu-bara di Ohio. Dia merupakan bungsu dari 4 bersaudara. Ketika usianya masih 2 tahun, orang Parker bercerai. Ibunya kemudian menikah lagi, punya suami dan anak-anak lagi (jumlahnya 4 lagi). Suami sang ibu sekaligus ayah tirinya merupakan sopir truk. Ibunya sendiri merupakan pengajar. Karena jumlah anggota keluarganya banyak, namun penghasilan orang tuanya pas-pasan, Parker muda mulai berpikir keras soal mencari tambahan uang. Ia kemudian bernyanyi dan menari.

Meski keadaan mereka susah, namun sang ibu tak henti menyemangati Parker untuk terus menggeluti bakat seninya. Mereka kemudian pindah ke Cincinnati. Di sana Parker didaftarkan di sekolah musik, balet dan teater. Itu pun karena beasiswa. Ketika usianya 11 tahun, keluarga besar itu jalan-jalan ke New York. Di sana, Parker mencoba mengikuti audisi permainan Broadway. Perjalanan itu tak sia-sia. Dia dan saudara laki-lakinya mendapat jatah peran. Keluarga pun pindah ke New York. Dari sanalah, Parker terus berusaha mengasah potensi dan memanfaatkan kesempatan yang ada. Kini ia pun bisa jadi seorang Sarah Jessica Parker yang sukses, popular dan kaya-raya.

~

#6. Colonel (Harland) Sanders

Colonel Harland Sanders, pengusaha, kisah inspiratif kentucky

geni.com

Ada yang tahu siapa itu Colonel Sanders? Atau, ada yang tahu ayam Kentucky? Lha, hubungannya apa?

Justeru Kakek Sanders dan Kentucky itu tak akan terpisahkan. Dulu, ia adalah pemuda yang penuh dengan… penolakan kerja. Sampai kemudian pada tahun 1930, ketika Sander sudah berusia 40 tahun dan dalam keadaan cukup depresi, ia memutuskan untuk dagang ayam olahan saja di pinggiran jalan Shell Service Station. Ia menggunakan sebagian ruangan rumahnya untuk dijadikan tempat duduk para pengunjung.

Selama 10 tahun usahanya berjalan. Orang-orang lalu makin mengenalnya, terlebih lagi karena ia dianggap punya “rahasia” atas barang dagangannya. Baik itu soal bumbunya, juga soal cara penggorengannya yang sempurna. Karena pelanggannya makin banyak itulah, Sanders pindah lokasi dagang ke tempat yang lebih besar.

Sudah terkenal dari mulut ke mulut, ayamnya pun tercium oleh media. Duncan Hines, media kritikus makanan pun bahkan sampai mengucurkan pujian padanya.

Sampai kemudian pada tahun 1950, ketika “kota Kentucky” jadi jalur penting bagi antar negara, ia terpaksa menutup restorannya. Pada waktu itu, Sanders… bangkrut. Sedangkan ia masih harus membayar 105 dollar atau sekitar 1,4 juta rupiah perbulan untuk penginapannya. Ia begitu galau.

Sampai kemudian tercetus ide untuk mencari restoran lain dan mengajak kerja sama atau bagi hasil. Ia sangat mengandalkan “rahasia ayamnya”. Sanders bersama mobilnya pun terus menelusuri restoran yang tepat. Ia bahkan tidur dalam mobil. Dan, usaha itu tidaklah melenggang begitu saja. Ia mesti menerima penolakan sebanyak 1000 kali, sampai kemudian ada restoran yang memberinya kesempatan. Dari sana, usaha Sanders terus maju. Kita bisa menyaksikan sekarang, bagaimana itu popularitas “ayam Kentucky”.

~

Kisah Inspiratif #7 – #12: Halaman 2

4 Comments
  1. marfa
    • deeann
  2. agnes pratiwi puspanagari
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *