Cerita Ngabuburit; Isi Kotak Rahasia Milik Seorang Isteri

Cerita Ngabuburit; Isi Kotak Rahasia Milik Seorang Isteri

cerita lucu dan inspiratif kotak rahasia

losangelesmystery.com

Bagaimana puasanya, Bro-Sist?

Kali ini daku pengin membagikan salah-satu cerita humor yang cukup berhasil bikin tertawa sekaligus termenung. Cerita ini daku ambil dari sebuah forum, lalu kemudian daku olah lagi. Nah barangkali ada yang sedang santai atau hendak mengisi waktu ngabuburit sambil membaca, inilah salah-satu yang lucu tapi juga memiliki nilai inspiratif.

Jom!

~

Sepasang suami-isteri. Meski mereka saling mengasihi dan menyayangi seperti pasangan Raffi Ahmad dan Gigi, tentu keduanya tak akan luput dari masalah atau pertengkaran. Itulah yang dialami pasangan King Gulangguling dan Carolina Makaroningrum.

Sudah diketahui bersama kalau Ningrum (panggilan sayangnya Carolina Makaroningrum) memiliki sebuah kotak. Sejak hari pertama menikah, ia sudah memberitahukan hal tersebut pada suaminya. Namun sejak hari itu juga Ningrum menerapkan satu aturan untuk King.

“Enggak – boleh – dibuka,” tegasnya, “Kalau dibuka, awas!” matanya memicing sambil mengacungkan tinju.

“Ih kok Ninglum gitu sich…” King manyun-manyun manja, antara bikin gemas dan menyebalkan, “Isinya apaan? Penasaran tau? ‘Kan King juga pengin tahu~”

“Aish,” sang isteri tersenyum dengan kekiyutan suaminya, “Rahasia!”

Hari demi hari berlalu. Sesekali King kerap bertanya, namun Ningrum tegas dan tetap tidak membolehkan suaminya untuk membuka apa yang sudah ia cap sebagai secret aka rahasia. Sampai kemudian, Ningrum memberi keputusan,

“Ya sudah. Boleh dibuka, asal nanti kalau aku mati.”

“Eh, pamali jangan ngomong, gitu!”

Ningrum hanya angkat bahu dan meyakinkan kalau ia tidak main-main. Semenjak itu, King jadi jarang bertanya. Ia begitu penasaran tapi berusaha bertahan. Suatu hari, Ningrum jatuh sakit. Ia menderita migrain. Dalam hati, Ningrum takut kalau waktunya akan segera tiba.

“Suamiku~,” panggilnya, “Suamiku, King~~~”

King yang sedang membetulkan genting bocor bergegas turun. Ia berusaha untuk menjadi suami sigap. Apalagi isterinya sedang dalam kondisi sakit. Ia pun langsung melesat ke kamar dan mendapati sang isteri sedang telentang. Selimut menutup tubuhnya. Ia sedang memijit-mijit jidatnya sendiri.

“Sini,” Ningrum menepuk tepi ranjang, secara tidak langsung menyuruh suaminya untuk duduk di sana.

King nurut. Hatinya langsung drop ketika Ningrum seperti melakukan fake smile alias senyum palsu. King yakin sakit yang diderita isterinya begitu menyiksa, lebih lagi Ningrum tipikal perempuan yang kuat. Ia jarang terkena penyakit. Bahkan nyamuk pun enggak menggigit.

“Kamu mau dibelikan apa, Isteriku?” King bertanya dengan hati-hati, “Obat? Es krim? atau…”

“Sshhh…” telunjuk Ningrum berdiri di depan mulutnya sendiri.

Ia kemudian bangkit dari kasur dan jongkok. Tangannya meraih-raih kotak rahasia di bawah ranjang mereka. King yang melihat isterinya sedikit kesulitan langsung membantunya.

“Hey, aku…” King ragu-ragu hendak bicara, “Aku enggak, err… aku enggak penasaran lagi, kok!”

“Bohong!” telunjuk Ningrum mendarat di hidung King yang lumayan mancung, “Hidung kamu mancung dua mili, artinya kamu lagi berbohong. Hihi…”

Lagi-lagi, King hanya nurut. Biasanya dia dan sang isteri sama-sama keukeuh dalam berpendapat. Namun karena kondisinya sedang sakit, King mengalah saja. Ia membiarkan sang isteri melakukan yang diinginkan.

“Kotak rahasia ini berisi…” Ningrum pelan-pelan membuka kotaknya, membuat King begitu harap-harap cemas, “Tadaaa!”

King melongo. Ia melihat di dalamnya ada 2 boneka Si Unyil dan Melanie, serta sejumlah uang yang sangat banyak. Matanya sempat mengerjap-ngerjap. Pikirannya loading.

“Isinya, err…” King meraba-raba maksud dari kelakukan isterinya, “Jadi ini yang kamu sebut rahasia? apanya yang aneh? aku sudah tahu soal Si Unyil, aku juga tahu mukanya Melanie, tapi yang ini jelek banget. Tangannya panjang sebelah, lubang hidungnya enggak ada satu, terus…” King mendadak berhenti begitu Ningrum menjerit histeris.

“Huaaa!!! dua boneka itu karya aku, tau! Uh!” Dia melepaskan dua tangan suaminya yang berusaha menenangkan dan minta maaf.

Butuh dua gelas teh manis hangat dan lima potong biskuit kelapa untuk membuat Ningrum bernapas normal seperti semula. Melihat usaha suaminya, Ningrum jadi tersenyum eye smile dan mulai bicara dengan nada normal,

“Dulu ibu aku pesan… kalau aku marah sama suami, daripada bikin keributan, cekcok dan ngorbanin peralatan rumah tangga, mending lampiaskan dengan membuat boneka.”

“Awww~” King memeluk guling, terharu

“Itulah rahasiaku, Suamiku~”

“So sweet bingiiit!” King makin mengeratkan pelukan pada guling, “Berarti kamu cuma marah sama aku dua kali? Aww…” Ia memegang dada kirinya.

Sang isteri mendengus, “Siapa bilang?”

“Maksudnya?” Dahi King mengerut, teringat sesuatu, “Oh ya, ini sih uang sebanyak ini? termasuk rahasia juga? kamu menabung diam-diam, gitu?”

“Justeru itu. Boneka buatanku sangat buanyaaak,” Ningrum merentangkan tangannya, sampai kena hidung King, “Karena itu aku jual dan inilah hasilnya. Banyak banget, ‘kaaan?”

“………..”

~~~

Pesan:

  • Kita enggak boleh terlalu pede.
  • Berusaha menahan amarah adalah sesuatu yang manis.
  • Komunikasi itu penting
  • ……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *