Review Lagu “Don’t say you Love Me” – The Corrs

Review Lagu “Don’t say you Love Me” – The Corrs

Review lagu the corrs don't say you love me, poto The Corrs

way2enjoy.com

“Don’t say you love me, unless it’s forever~”

Ini dia salah-satu lagu The Corrs yang makin melambungkan nama band keluarga ini. Lagu zaman SD (daku). Daku masih ingat saja kalau lagu ini sempat jadi top request di radio-radio. Booming. Enggak heran, memang cukup enak didengar. Ketukannya pelan, liriknya kelabu, maknanya getir dan musiknya begitu mengalun.

Lagu ini sudah daku bahas di rosediana.com dan tayang pada 30 Juli 2014. Jadi statusnya repost. Namun sekarang daku edit dan tambahkan. Tentu jadi lain dari postingan sebelumnya.

Ya, lagu mereka ini memang tidak ‘kekinian’. Tapi di sinilah hebatnya. Sebab, lagu yang terbilang jadul ini masih ada di playlist orang-orang. Daku sendiri sebenarnya jarang mendengarkan karya-karya The Corrs yang slow, namun kebetulan yang satu ini sedang ‘klik’ sama kenyataan yang dihadapi sekarang. Halah, curcol!

Jom!

Sekilas Fakta Tentang Lagu “Don’t Say You Love Me” – The Corrs

Lagu “Don’t Say You Love” adalah single karya The Corrs yang rilis pada tahun 1997. Lagu berdurasi 04.39 menit ini nyelip diantara deretan lagu lainnya dalam album “Talk on Corner”. Adapun penulis lagu ini yaitu semua personil The Corrs (Andrea Jane Corr, James Corr, Sharon Corr & Caroline Corr), ditambah dengan Carole Bayer Sager.

Lirik, Terjemahan dan Makna Lagu “Don’t Say You Love Me” – The Corrs

I’ve seen this place a thousand times

I’ve felt this all before

And every time you call

I’ve waited there as though you might not call at all

Aku pernah melihat tempat ini ribuan kali

Aku pernah merasakan sebelumnya

Dan setiap kali kamu memanggilku

Aku menunggu di sana, seakan kamu tak bisa memanggil lagi

Daku tidak yakin apa maksud “tempat ini” di lirik ini. Yang jelas, daku merasa bagian ini menceritakan awal mula seorang perempuan naksir pada seseorang. Sebelumnya perempuan itu sudah pernah naksir juga sama lelaki lain. Tapi namanya juga perempuan, ia hanya bisa menunggu ‘di tempat’ yang jadi tempat persembunyian rasanya. Beruntung, rasanya bersambut. Si laki-laki datang ke ‘tempat itu’ dan memenuhi keinginannya.

I know this face I’m wearing now

I’ve seen this in my eyes

And thought it feels so great I’m still afraid

That you’ll be leaving anytime

Aku tahu wajah ini, aku sedang memakainya sekarang

Kulihat oleh mata kepalaku sendiri

Dan meskipun hal itu menakjubkan, tapi aku masih takut

Sewaktu-waktu kamu akan meninggalkanku 

Lagi-lagi, tidak bermakna sebenarnya. Maksud “wajah” ini di sini daku rasa adalah cinta. Jadi si perempuan ini memang mengaku sedang ‘memakai wajah’ itu atau sedang dalam keadaan jatuh cinta. Namun ia juga mengakui kalau ‘wajah’ itu memiliki dua sisi. Ya, cinta bisa bikin seseorang melambung. Tapi, cinta juga bisa jadi penyebab seseorang untuk terjatuh. Lebih lagi ketika orang yang dicintainya pergi.

Poto the Corrs, lirik terjemahan dan makna lagu don't say you love me the corrs

irishmirror.ie

We’ve done this once and then you closed the door

Don’t let me fall again for nothing more

Don’t say you love me

Unless it’s forever

Don’t tell me you need me if you’re not gonna stay

Don’t give me this feeling

I’ll only believe it

Make it real or take it all away

Kita sudah menjalaninya sekali dan kemudian kamu menutup pintu

Jangan biarkan aku terjatuh dan terjatuh lagi

Jangan katakan kamu mencintaiku

Kecuali kalau itu untuk selamanya

Jangan katakan padaku, kamu membutuhkanku, jika kamu tak tinggal bersamaku

Jangan memberiku rasa ini,

aku hanya akan mempercayainya

Buktikan atau biarkan semua ini musnah

Perempuan ini amat mencintai laki-lakinya dan mereka pun menjalin hubungan. Sayang, ia mesti menelan pahitnya kenyataan, bahwa orang yang disayanginya itu kerap menyakitinya. Sekalipun sang pria bilang sama-sama cinta, namun tetap saja hobinya untuk mencubit bahkan mencabik hati selalu kambuh. Bagaikan tobat sambal; sudah bilang mau berubah, tak lama kemudian gitu lagi, gitu lagi.

Ia jadi galau sendiri. Tak habis pikir, dirinya begitu mencintai si laki-laki sekalipun cintanya tak berbalas indah. Akhirnya, ia tak punya pilihan lain. Ia mesti tegas. Ia pun beri opsi pada sang laki-laki; kalau memang mau berubah dan menyayangi dengan sungguh-sungguh, maka total lah! pastikan akan selalu di sisi, tak main tinggal begitu saja dan selaraskan antara perkataan dengan perbuatan. Sebaliknya, jika tak mampu berubah, maka ya sudahlah. Lebih baik ikatan cinta dalam hubungan mereka diputus saja.

I’ve caught myself smiling alone

Just thinking of your voice

And dreaming of your touch is all too much

You know i don’t have any choice

Aku mendapati diriku sendiri sedang tersenyum sendirian

Padahal hanya memikirkan suaramu

Dan melamunkan sentuhanmu, itu sudah cukup bagiku

Kamu tahu, aku tak memiliki pilihan

Sesekali si perempuan itu masih memikirkan dan melamunkan laki-laki yang dicintai sekaligus yang menyakitinya. Mau bagaimana lagi, melupakan seseorang yang berkesan memang tak mudah. Nah dalam lamunannya, ia masih terpikirkan oleh suara dan sentuhan mantan pasangannya itu.

Namun kemudian ia tersadar bahwa semuanya sudah usai. Ia tersiksa, sebab masih mencintai orang yang jadi sumber tangisnya. Namun ia tak mau mengambil risiko untuk ‘kembali’ atau balikan. Ia tak punya pilihan selain menghentikan itu semua. Biarlah si perempuan menikmati rasa sakit akibat cinta yang tak diapresiasi dengan baik. Dia akan berusaha ikhlas, sebab yakin itulah yang terbaik.

~

Hmm… lirik lagu ini sebenarnya ‘tidak terlalu puitis’ layaknya lagu The Corrs yang lain, yang lebih ‘berat’. Namun tetap saja, lagu ini cukup ‘dalam’ dan menelusup ke hati.

Kita saja jadi bisa merasakan bagaimana berada di posisi si perempuan dalam lagu ini. Perempuan yang ‘cukup trauma’ untuk makin jatuh dalam dekapan cinta dan terjerembab sakit di sana. Aw~ [#RD]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *