Review Lagu “The Key” – Sami Yusuf

Review Lagu “The Key” – Sami Yusuf

Poto Sami Yusuf, lagu the key sami yusuf, lirik dan terjemahan lagu the key sami yusuf

samiyusufofficial.com

Ada yang belum pernah mendengar lagu The Key ini?

Daku rekomendasikan untuk memutarnya, ya. Satu kaliii aja. Seterusnya, kalau memang ketagihan, berarti kita senasib. 🙂

Lagu ini memang terlalu indah untuk dinikmati sendiri. Karenanya, banyak orang – baik fans Uncle Sami Yusuf atau bukan – yang nge-share The Key. Banyak yang tersentuh atau larut dalam karya indah ini.

Musiknya itu seperti elusan, liriknya begitu meresap dan videonya begitu indah. Epik. Bagi yang sulit konsentrasi, baiknya mendengar lagu tanpa melihat klipnya. Perhatian kita akan terbagi, soalnya. Lembut, mendayu, indah, damai, ah Subhanallah…

Silakan lihat di [https://www.youtube.com/watch?v=RLRYH0nByyg]

Sekilas Tentang Lagu The Key – Sami Yusuf

The Key termasuk satu dari 13 lagu dalam album ke-5 Uncle Sami Yusuf. Menurut seorang sumber bernama Ali Achouri, Uncle SY menyusun dan memproduseri The Key. Liriknya dari Will Knox. Ziryab sebagai komposer asli dan Jon Lawton ada di balik gitar klasik yang dipetik dengan apik.

Lirik dan Terjemahan Lagu “The Key” – Sami Yusuf

In Andalucian morning light

Di tengah cahaya pagi Andalusia

In seas of azure, in dawning skies

Di dalam lautan langit yang biru, dalam fajar yang menyingsing

I watch you bloom, the birth of spring

Daku menyaksikanmu mekar, kelahiran musim semi

You are the song that all lovers sing

Engkau adalah lagu yang dinyanyikan setiap pecinta

You are the key holding me in

Engkau adalah kunci yang mengendalikanku

~

I am a prisoner, I can’t escape

Daku adalah seorang tahanan, daku tak akan bisa melarikan diri

The key is inside the forms you take

Bentuk kunci yang Engkau pilih itu ada di dalam

You are the web I cannot spin

Engkau adalah jaring yang tak akan bisa kuputar

You are the pulse beneath my skin

Engkau adalah denyut nadi di bawah kulitku

You are the key holding me in

Engkau adalah kunci yang mengendalikanku

~

Your love is a door I cannot find

CintaMu adalah sebuah pintu yang tak bisa kudapatkan

The only way out is from deep inside

Satu-satunya cara untuk keluar adalah dari sisi terdalam

I’m humbled by the light you take

Aku direndahkan oleh cahaya yang Engkau ambil

When you cover every colour of the day

Ketika Engkau menutup setiap warna hari

I’m brightened by the night you bring

Daku merasa mendapat pencerahan oleh malam yang Engkau bawa

You are the divine eternal ring

Engkau adalah makna dari cincin keabadian Ilahi

You are the end where everything begins

Engkau adalah akhir ketika segala sesuatu dimulai

You are the key holding me in

Engkau adalah kunci yang mengendalikanku

~

I’m humbled by the light you take

Aku terhina oleh cahaya yang Engkau ambil

When you cover every colour of the day

Ketika Engkau menutup setiap warna hari

Illuminated in the night you bring

Diterangi oleh malam yang Engkau bawa

You are the divine eternal ring

Engkau adalah makna dari keabadian Ilahi

You are the end where everything begins

Engkau adalah akhir ketika segala sesuatu dimulai

You are the key holding me in

Engkau adalah kunci yang mengendalikanku

~

I’m humbled by the light you take

Aku terhina oleh cahaya yang Engkau ambil

When you cover every colour of the day

Ketika Engkau menutup setiap warna hari

Illuminated in the night you bring

Diterangi oleh malam yang Engkau bawa

You are the divine eternal ring

Engkau adalah makna dari keabadian Ilahi

You are the end where everything begins

Engkau adalah akhir ketika segala sesuatu dimulai

You are the key holding me in

Engkau adalah kunci yang mengendalikanku

~~~

Makna Lagu The Key – Sami Yusuf

Lagu-lagu dalam album “The Centre” kabarnya saling sambung-menyambung. Isinya berupa pencarian dan perjuangan. Namun kita coba untuk fokus pada The Key, ya.

Menurut tim Uncle SY, “The Key” atau “Sang Kunci” adalah representasi dari “sumber penghalang atau rintangan”. Jika dilihat dari awal, kita bisa ‘mencurigai’ kalau The Key ini mengarah pada Allah Swt. Dzat yang Maha Indah, Dzat yang patut dipuji dan Dzat yang Maha Berkuasa atas segala-galanya. Dialah kunci yang mengendalikan kita. Kapan kita lahir, di mana kita hidup, bagaimana nasib kita, apa ujian-ujian yang mesti kita tempuh, dst. Hidup kita ada di tangan-Nya.

Kita terkunci atau tertawan oleh-Nya. Saat diri ini ingin berbuat ini-itu sebebasnya, hal itu tak akan mungkin dilakukan tanpa sepengetahuan-Nya. Kita terpenjara, tak bisa lepas dari pengawasanNya, walau itu sedetik, walau itu hendak dilakukan di tempat segelap apapun. Sebab, Dia begitu dekat. Ada dalam denyut nadi kita.

Meski demikian, justeru cara terbaik agar bisa bebas adalah… dengan membiarkan diri kita untuk menjadi hamba atau budak-Nya.

Kadang ada masa, di mana kita ingin ‘merasa bebas’. Kebebasan yang salah. Kita berbuat semaunya. Kita melanggar batasan-Nya. Kita melakukan apa yang diinginkan, padahal keinginan itu berefek negatif pada diri sendiri. Kala itu kita merasa seolah-olah bebas dari “penjara-Nya”. Namun saat itu pula, sebenarnya kita sudah menarik diri dari kedekatan dengan-Nya. Diri kita berubah rendah. Dan, jiwa kita temaram tanpa cahaya-Nya.

Itulah masa-masa ketika kita “tersesat” dalam hidup. Sebagai manusia, kita jadi sadar bahwa makhluk memerlukan Tuhannya. Bahwa makhluk itu sangat kerdil dan hina dibanding penciptanya.

Namun begitu kita ‘kembali’ menjadi ‘tahanan’-Nya, seketika itu pula kegelapan hidup kita berubah terang. Kita menjadi hamba yang merasakan kebebasan sejati, yang menyerahkan hidup dan mati hanya pada-Nya. Sehingga… begitu kehidupan fana ini berakhir, kehidupan abadi justeru dimulai. Saat itu adalah pembuktian kalau Allah Swt adalah Dzat yang tak akan menyia-nyiakan pengabdian hamba-Nya.

Wallaahu’alam.

Mudah-mudahan kita diberi kemampuan dan kekuatan ketika menjalani hidup sebagai Hamba Allah Swt. Aamiin. #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *