11 Tanda Ada Sesuatu yang “Tidak Beres” Dengan Lawan Bicara Kita

11 Tanda Ada Sesuatu yang “Tidak Beres” Dengan Lawan Bicara Kita

ciri orang yang sedang berbohong

Gambar Daku Edit Dari: WikiHow.com

“Selama 10 menit percakapan, 60% orang akan berbohong. Rata-rata mereka mengucapkan 2 atau 3 kebohongan.”

Pernyataan ini bukan kataku, melainkan hasil dari studi Universitas Massachusetts Amherst di tahun 2002, tepatnya dari psikolog Robert S. Fieldman.

Kira-kira, kita termasuk yang 40% apa yang 60% ya, Bro-Sist? 🙂

Nah ternyata ada tanda-tanda yang bisa jadi petunjuk, kalau lawan bicara kita itu menyimpan sesuatu yang ‘tidak beres’, yang kemungkinan mengarah pada kebohongan. Seorang analis tingkah laku dan bahasa tubuh sekaligus penulis buku “The Body Language of Liars”, Dr. Lillan Glass, mengatakan…  kita mesti tahu dulu sikap keseharian seseorang untuk mengetahui apakah dia sedang berbohong atau tidak.

Selanjutnya kita bisa perhatian ekspresi wajahnya, bahasa tubuhnya, struktur bicaranya, dsb. Jadi sinyal atau tanda ini tidak bisa asal jeplak diterapkan pada orang yang terbilang asing dengan kita.

Lalu apa saja tanda-tandanya? Jom!

Buku The Body Language of Liars karya Lilian Glass

Gambar Cover Buku: Amazon.com

# Tanda 1: Mengubah Posisi Kepala dengan Cepat

Ketika kita menanyakan sesuatu pada Si A, lalu ia langsung melakukan gerakan kepala dengan cepat, maka kemungkinan orang tersebut menyembunyikan sesuatu. Menurut Mbak Lilian Glass sih, gerakan kepala yang dimaksud bisa tersentak ke belakang, menunduk, mengacung atau miring. Gerakan tersebut biasa spontan terjadi sebelum dia menjawab pertanyaan yang kita ajukan.

# Tanda 2: Laju Napasnya Berbeda

Napas yang tenang itu ‘kan yang menghirup dan melepas oksigen dengan teratur dan kalem. Nah napas berbeda di sini yaitu jadi semakin berat. Bisa kita lihat dengan bahu kita yang mengangkat dan suara yang makin rendah seperti tertelan. Masih menurut Mbak Glass, orang itu sedikit ‘kehilangan napas’ sebab jantungnya berdetak cepat dan aliran darahnya pun sedikit terusik. Tubuh kita akan bereaksi seperti ini kala ada penekanan, grogi atau… bohong.

#3. Mematung atau Diam Saja

Orang grogi biasanya memilin-milin ujung baju atau apa, namun Mbak Glass mengatakan kalau orang yang hanya diam pun mesti dicurigai (bukan dituduh lho, ya?!). Biasanya kalau kita bicara dengan ‘keadaan normal’, gerakan apapun natural dan rileks. Kalau justeru tak ada gerakan atau terasa seperti kaku, maka kemungkinan ada sesuatu. Seseorang itu seperti tengah berpikir atau mempersiapkan diri kalau-kalau ‘disemprot’ atau ‘dilabrak’.

#4. Mengulang Kata atau Kalimat

Kenapa? Biasanya seseorang mengulang-ulang ucapan karena ia ingin meyakinkan lawan bicara. Ia juga ingin membuat pembenaran untuk dirinya sendiri. Tak hanya itu, orang tersebut kemungkinan besar tengah memikirkan sesuatu lain sambil terus-menerus mengatakan hal yang sama.

#5. Menyentuh Area Mulut atau Menutupnya

Mbak Glass bilang, seseorang akan langsung membekap mulutnya sendiri ketika ia tidak ingin membahas isu tertentu atau ketika ia enggan menjawab suatu pertanyaan. Orang dewasa yang melakukan hal ini menandakan kalau ia tidak mengungkapkan segalanya (masih ada yang disimpan), atau dia tidak mau memberi keterangan dengan jujur. Jelas-jelas, dia ingin komunikasinya terhenti.

#6. Menutup Bagian-bagian Tubuh yang Peka

Bagian-bagian yang dimaksud meliputi kepala, kerongkongkan, leher, dada dan perut. Menurut Mbak Glass memang begitu. Kecuali kalau bagian-bagian peka laik disentuh, misal karena bentol dan mereka pengin menggaruknya. 😀

#7. Jalannya Terseok atau Seperti Diseret

Tingkah ini bisa jadi pertanda kalau sosok ‘yang kita curigai sudah melakukan kebohongan’ tengah merasa grogi dan tidak nyaman. Saking enggak nyamannya, orang tersebut seperti pengin segera kabur atau meninggalkan apa yang sedang dibahas.

#8. Memberikan Info yang Berlebihan

A: Kamu suka ya sama The Corrs?

B: Hah? Sama band jadul itu? Enggak! Daku cuma enggak sengaja dengerin lagunya yang berjudul No Good For Me, soalnya teman fesbuk terus-terusan cerita, katanya The Corrs mau comeback dan menghelat konser di London bulan September 2015 nanti, bla… bla…

Jawaban dari pertanyaan A sebenarnya antara “ya” dan “tidak”, atau antara menggeleng dan mengangguk. Tapi B justeru menyampaikan info yang bahkan tidak ditanyakan. Menurut Mbak Glass, hal ini dikarenakan orang tersebut berharap kalau info yang berlebih serta ‘dianggap terbuka’ bisa membuat lawan bicaranya percaya.

#9. Sulit Bicara atau (Maaf) Gagap

Masih dalam bukunya, Mbak Glass mengatakan… kalau kita melihat video orang yang sedang diinterogasi, dan orang tersebut terkesan merasa bersalah, maka ia akan cukup kesulitan ketika berbicara atau menjawab pertanyaan. Hal tersebut terjadi karena rasa nervous yang tiba-tiba bisa menyurutkan aliran air ludah, sehingga selaput lendir di mulut pun kering. Tanda lain yang sedikit mengusik seseorang ketika berbicara yaitu menggigit atau mengerutkan bibir secara tiba-tiba.

#10. Cenderung Sering Menunjuk-nunjuk

Menurut Mbak Glass, kalau seorang pembohong hendak mempertahankan posisinya atau justeru melawan kita, biasanya mereka akan memutarbalikkan fakta. Mereka bahkan bisa lebih keras dan kasar karena marah, karena kita sudah menemukan kesalahan atau kebohongannya. Karena itu, mereka biasanya gemar menunjuk-nunjuk.

#11. Melihat Ke Arah Kita dengan ‘Kedipan Tak Biasa’

Biasanya seseorang tengah berbohong tak akan kuat lama-lama ‘adu mata’ dengan lawan bicaranya. Namun ada beberapa yang justeru berani beradu mata. Namun ia menatap dengan durasi yang sedikit lebih lama, mengedipnya tidak dalam interval yang teratur atau justeru mengedipnya malah keseringan dibanding biasanya. Hak itu biasa dilakukan dengan tujuan untuk mengecoh, memegang kendali dan mengintimidasi atau menakut-nakuti kita seolah bicara ‘percaya gak, lu?! kalau kagak, gue gelitikin!’ 😀

~

Well, sekali lagi daku ingatkan. Ada beberapa faktor yang bisa ‘menggugurkan’ teori atau tanda-tanda ini. Tidak bisa kita terapkan pada semua orang atau keadaan. Lagipula isi postingan ini pada dasarnya menyesuaikan dengan opini seseorang (Lilian Glass – penulis buku best seller “Toxic People”), bukan rumus paten.

Mohon maaf kalau keliru, ya! #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *