15 Elemen Yang Perlu Diwaspadai Dari Piala Presiden

15 Elemen Yang Perlu Diwaspadai Dari Piala Presiden

15 elemen yang patut diwaspadai dari ajang Piala Presiden 2015

Cr: diyphotography.net

Ada yang mengikuti Ajang Piala Presiden, Bro-Sist? Dukung tim mana nih? 🙂

Well, bicara soal Piala Presiden…

Pembagian grup, jadwal main, hasil skor, klasemen, ‘drama-drama’ dsb, akan mewarnai topik-topik obrolan Bangsa Indonesia. Ya di dunia maya, ya di dunia nyata. Khususnya dari penghujung Agustus sampai Oktober nantinya.

Mayoritas dari kita tentunya antusias dan menyambut hajatan besar, hasil inisiatif dari Mahaka Sport ini. Paling tidak, gonjang-ganjing PSSI dan Menpora bisa ditepikan sejenak. Paling tidak juga, aktivitas dan kreativitas tim sepakbola Indonesia dan supporternya masih memiliki media. Tidak kosong begitu saja.

Rasanya gimana gitu ketika ajang liga Indonesia ditiadakan. Para pemain dan pelatih sepakbola jadi kehilangan job atau pekerjaan. Begitu pun dengan para penonton, yang ikut kehilangan hiburan.

Sekarang ada Piala Presiden. Mungkin sedikit berbeda. Tapi setidaknya, ajang ini mampu menjaga ritme semangat kita.

Nah, segala sesuatu umumnya memiliki dua sisi. Ya positif, ya negatif. Khusus untuk ajang Piala Presiden ini, daku yakin efek positifnya bisa langsung kita rasakan. Tanpa penjelasan sekalipun.

Namun ada beberapa hal yang mesti kita waspadai dari ajang ini. Apa saja? Jom!

#1. Boros

Daku paham. Kalau kita sudah suka sama sesuatu, kita akan berusaha mendapatkannya. Walau sesuatu itu harganya mahal dan sama-sekali ‘bukan kebutuhan pokok’, contohnya… tiket menonton bola. Atau hal-hal ekstra lain seperti cemilan, softdrink, jersey, dsb.

Baca Juga: 15 Kesalahan Finansial atau Keuangan yang Sering Kita Lakukan

#2. Bolos

Sesuatu yang kita suka memang kadang-kadang menguras waktu juga. Ketika di sekolah atau di tempat kerja, pikiran rasanya tidak pada tempatnya. Pikiran melayang-layang ke jadwal pertandingan. Kalau misalnya bentrok, niat dan rayuan untuk bolos itu selalu ada. Tinggal mencari kesempatannya. Karena itu, waspada. Pertimbangkan lagi dengan baik-baik.

#3. Rasisme

Kemarin-kemarin ada kabar buruk, bahwa isu rasisme dalam sepakbola Eropa terus meningkat. Tentu kita tak mau kejadian serupa menimpa bangsa ini, khususnya di ajang Piala Presiden ini. Berbagai daerah terlibat. Tak perlu kita tergoda untuk menganggap bahwa orang anu paling anu, yang kulitnya anu paling anu, yang agamanya anu paling anu, dsb. Kita semua sama-sama manusia, kok.

#4. Fan War

Tiap fansclub tim tentu punya pemikiran kalau skuad yang didukungnya itu terbaik dan diharapkan jadi juara. Begitupun dengan yang lainnya. Kita tidak bisa memaksa Si A yang ngefans sama tim X mesti mengikuti kita yang mendukung tim Y. Jelas-jelas semua memiliki idola yang berbeda. Namun dalam Piala Presiden ini, kita patut hati-hati untuk tidak terprovokasi. Perang antar fans atau fan war bisa terjadi. Baik itu secara langsung di arena, maupun secara tidak langsung di media lainnya. Khususnya di media sosial. Penyebabnya kadang dari hal sepele, sampai yang rumit. Bukan apa-apa… selain berisik dan mengganggu ketertiban umum, kurang baik juga bagi hubungan sosial antar sesama bangsa Indonesia. Iya, ‘kan?

#5. Tidak Sportif

Ketika tim yang didukung kalah, kita kerap tergoda untuk… tidak menerima kenyataan. Ujung-ujungnya menyalahkan wasit, menghina pemain tim sendiri, mencaci lawan, dsb. Padahal semua itu tak lantas mengubah hasil skor yang sudah ada. Kita juga mesti saling mengingatkan akan tujuan kompetisis dalam suatu permainan. Salah-satunya tentu sportif dan legowo.

#6. Betting atau Gambling

Sudah sama-sama kita tahu, kalau perjudian itu hukumnya enggak boleh. Sekalipun taruhannya besar dan peluang kita untuk menang juga besar, lebih baik kuatkan iman. Hehe…

#7. Bullying

Bercanda dan bullying itu berbeda, ya. Dan di zaman sekarang, aksi bullying bisa semakin parah dengan adanya media sosial. Akun-akun palsu, yang ‘bersembunyi’ di balik poto dan identitas yang fake, tanpa rasa takut akan membully siapa saja yang dia mau. Termasuk dalam hajatan sepakbola. Semua bisa kena. Ya pemain, official, wasit termasuk antar penonton. Padahal kalau diri kita sendiri yang jadi bahan untuk dibully… enggak mau, ‘kan?

yang perlu diwaspadai dalam Piala Presiden

Cr: naldzgraphics.net

#8. Mabuk

Mabuk di sini memang arti sebenarnya. Ada fakta mengejutkan berdasarkan hasil studi Universitas Minnesota. Jurnalnya berjudul “Alcoholism; Clinical and Experimental Research”. Hasilnya 40% fans sepakbola dan baseball di bawah usia 35 tahun positif mengkonsumsi alkohol, bahkan mabuk. Bisa saja ketika menonton, mereka menyertakan ‘teman nonton itu’ dan tak terasa minumnya sedikit lebih banyak dari niat awal.

#9. Bad Mood

Duh jadi diingatkan lagi, betapa perihnya hati ketika Argentina tumbang di kaki-kaki pemain Jerman. Masih ingat juga betapa mood yang semula baik, jadi begitu drop. Mau ngapa-ngapain rasanya malas. Belum lagi ketika diolok-olok teman. Mood yang buruk membuat segala sesuatunya memburuk juga.

#10. Baper aka “Bawa Perasaan”

Jangan salah, urusan bola juga kadang membawa-bawa perasaan. Kalau tim menang, euforia kita luar biasa. Sebaliknya ketika tim kalah, kita jadi sensitif. Kesenggol sedikit saja bisa melotot, menghardik, nangis, bahkan mungkin langsung menjitak anak orang.

#11. Emosional

Bisa kita lihat atau rasakan ‘kan ketika tim mencetak gol? Kadang secara tidak sadar kita langsung teriak histeris, ninju-ninju kepala orang atau justeru jumpalitan saking senangnya. Itu kalau menang. Sebaliknya kalau kalah, kita akan tetap emosional. Namun kadang cukup bahaya kalau dilampiaskan dengan salah.

#12. Stress dan Depresi

Poin-poin yang masih saling berkaitan. Namun yang satu ini agak serius. Tingkatannya memang berbeda-beda. Ada yang stress ringan, ada juga yang level tinggi. Sifatnya pun berbeda. Ada yang sementara dan cepat baikan, banyak juga awet. Hidup terasa suram, frustasi atau penuh keputusasaan. Padahal namanya juga permainan. Walau susah, tapi rileks saja. 😀 Kekalahan yang bisa diambil hikmahnya boleh jadi menjelma menjadi kemenangan besar. Kemenangan yang sejati.

#13. Pola Makan dan Istirahat yang Buruk

Efek kalau tim kalah itu memang enggak enak. Bisa sampai mengganggu selera makan atau tidur kita. Pikiran dan bayangan ketika tim tumbang bisa menyebabkan asupan makan jadi berkurang. Hidup kurang bergairah. Tidur pun rasanya tidak nyenyak. Waspada saja. Tontonan sepakbola itu untuk fun juga, bukan justeru mengganggu rehat kita.

#14. Lalai

Pernahkah kita tengah asyik nonton bola, lalu kewajiban untuk beribadah datang memanggil? Atau lagi seru-serunya permainan, lalu terdengar nama kita disebut-sebut orang tua dan mereka menyuruh sesuatu? Pada saat itu, daku yakin auranya enggak enak. Kita sedang asyik, terus diganggu. Arrghh… tapi kita mesti ingat, sesuatu yang asyik memang bersifat melenakan atau melalaikan. Tidak bijak rasanya kalau kita terlalu fokus pada yang asyik-asyik itu, lalu lalai pada sesuatu yang lebih wajib. Fiyuh…

sepakbola indonesia

Cr: indonesianfootball.wordpress.com

#15. “Jadi Pelupa”

Kalau sudah ‘larut’ akan sesuatu, memang kita cenderung mengabaikan hal lainnya. Yang satu ini sedikit bikin sesak, tapi memang sudah jadi kenyataan. Bahwa di tengah-tengah hajatan Piala Presiden ini, kita dan negeri ini tengah dalam krisis. Tak perlu diingatkan soal anjloknya rupiah, soal naiknya harga sembako, soal masalah dalam keberangkatan haji, soal konflik lahan warga, dsb. Memang semua itu bukan sepenuhnya urusan kita… hanya saja, kita masih perlu waspada untuk tidak terlena, terlupa dan ikut teralihkan dari isu-isu selain sepakbola. 🙂

Ehmmm… apa lagi, ya? Mungkin segitu dulu yang mesti diwaspadai dari Ajang Piala Presiden ini. Bukan bermaksud buruk, ya. Hanya saling mengingatkan. Bagaimanapun, 15 hal di atas ini datang dari kita dan bisa ditanganinya oleh diri kita sendiri.

Have fun dan tetap dukung tim kesayangan kita. Be better, Indonesia! #RD

2 Comments
  1. dadan
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *