70 Tanda Utama Kalau Kita Berpeluang Besar Menjadi Seorang Entrepreneur

70 Tanda Utama Kalau Kita Berpeluang Besar Menjadi Seorang Entrepreneur

tanda tanda bahwa kamu adalah seorang entrepreneur

Cr Pict: under30ceo.com

Entrepreneur itu… apaan sih?

Ya, kita memang sering ya mendengar istilah ‘entrepreneur’. Seringnya itu dikaitkan sama bisnis, gitu. Punya hubungan apa ya mereka? Hmm…

Begitu googling, pasti definisi entrepreneur ini bisa didapat dengan mudah.

Intinya, entrepreneur adalah seseorang yang kurang nyaman bekerja di bawah orang lain. Dia enggan menjadi pengikut atau follower, maunya menjadi seseorang yang punya inisiatif sendiri.

Dia pengin membuka usaha, jasa atau memproduksi sesuatu, walaupun kecil-kecilan. Dia begitu galau ketika mesti menjadi konsumen (saja). Untuk itu, dia juga ‘rela’ menghadapi risiko demi menjalankannya. Dengan passion yang kuat, dia juga bersedia… keluar dari zona nyamannya.

Rata-rata ‘bakat’ dari seorang entrepreneur itu sudah terlihat sejak dini. Bisa dikatakan, dia memang seperti terlahir untuk menjadi seorang entrepreneur. Kata orang, ‘jiwa bisnisnya’ itu sudah mengakar kuat.

Nah Jayson Demers, seorang founder dan CEO AudienceBloom (Internet Marketing), sempat membeberkan 50 kebiasaan yang menandakan kalau kita ‘berbakat’ menjadi seorang entrepreneur. Sisanya daku tambahkan dalam list ini.

Jadi, apa kita ini (ternyata) bisa menjadi seorang entrepreneur? Perhatikan ciri atau tanda-tandanya, ya. Jom!

  1. Enggak Bisa Diam. Selalu gregetan untuk menemukan atau melakukan sesuatu yang baru, keren, menguntungkan dan bermanfaat.
  2. Selalu punya ide. Entah itu ide bagus, jelek, gila atau apa. Yang jelas ide itu selalu ada… aja.
  3. Bisa mencium kelemahan ide lain yang datang. Kemampuan ini datang dengan alami.
  4. Selalu kagum dengan pebisnis, khususnya yang sukses. Sebut saja sama Bill Gates, Mark Zuckerberg, Bob Sadino, pedagang serabi yang laris, bos ojek yang banyak pelanggannya, dsb.
  5. Seneng melihat bagaimana seorang pebisnis menjalankan usahanya. Misalnya ketika melihat riuhnya pembeli di suatu kedai kopi atau antrinya pembeli di kasir-kasir toko. Tanpa terasa kita bisa ikut tersenyum senang melihatnya.
  6. Selalu kepikiran dengan cara untuk memajukan usaha bisnis. Ketika bekerja, kita selalu berpikir bagaimana supaya usahanya semakin baik.
  7. Enggak suka disuruh-suruh. Kurang nyaman saja ketika orang lain ‘mendikte’ kita.
  8. Begitu suka ketika mempelajari hal-hal baru. Khususnya hal-hal yang begitu bermanfaat dan bisa menjadi bekal hidup kita.
  9. Memerhatikan bagaimana peran ‘teman-teman’ kita. Misal gadget sendiri, lebih banyak manfaatnya atau justeru sebaliknya?
  10. Punya mimpi jadi orang kaya. Ya, tiap orang jarang yang tidak memimpikan punya uang. Tapi kita pengin mendapatkannya dengan cara ‘ala kita sendiri’.
  11. Pantang menyerah atau putus asa. Apapun penghalangnya, kita keukeuh untuk melanjutkan ‘permainan’.
  12. Disiplin dalam kebiasaan baik. Biasanya punya rutinitas yang kita tetapkan sendiri, dan enggan melanggarnya. Misalnya komitmen untuk selalu bangun lebih pagi dari orang lain.
  13. Tidak mengeluh jika mesti bekerja keras. Justeru selalu merasa ‘gimana gitu’ kalau mesti pasif dan bermalas-malasan.
  14. Berani mengambil risiko. Tapi tentu sudah memperhitungkan bagaimana efek risiko tersebut, tidak asal serobot saja.
  15. Selalu siap bertemu orang baru. Kita tidak menutup kemungkinan untuk kenal, dekat dan membangun relasi dengan orang-orang baru.
  16. Bisa dengan nyamannya bicara pada orang asing. Mereka tidak membuat kita merasa terancam.
  17. Selalu bangkit dari kegagalan. Meski sudah merasakan pahitnya hasil yang gagal, namun hal itu tidak membuat kita terjatuh, berhenti dan putus asa. Sebaliknya, malah membuat kita bangkit dan terus mencoba.
  18. Cenderung suka mengatur. Kita juga suka menentukan sesuatu.
  19. Hidupnya dipenuhi tujuan-tujuan. Entah itu hal-hal seperti… seminggu lagi mesti punya toko versi online, bulan depan mesti ganti laptop, satu semester lagi punya cabang di anu, tahun depan bisa bayarin sekolah dsb.
  20. Gemar menolong orang, siapapun dan di manapun. Ada kepuasaan tersendiri ketika bisa berbuat baik dan bermanfaat.
  21. Selalu merasa ‘tertantang’ oleh hidup. Namun dalam tiap tantangan itu, kita selalu menemuka celah kesempatan.
  22. Suka inspirasi dan suka menjadi inspirasi. Jadinya inspirasi yang ada tak hanya dirasakan sendiri, melainkan orang lain pun bisa merasakannya.
  23. Mementingkan peranan suatu rencana. Walau hal detail pun ada rencananya.
  24. Bangga menjadi diri sendiri. Tak peduli siapa kita, puas dan bahagia saja terlahir menjadi kita yang sekarang.
  25. Gemar memecahkan masalah orang lain yang curhat pada kita. Menganalisis suatu problem dan menguraikannya jadi salah-satu kelebihan tersendiri.
  26. Bisa merekrut seseorang dan mewakilkan sesuatu dengan bijak. Kalau terlalu sibuk, kita bisa melibatkan orang lain dengan efektif.
  27. Punya deadline untuk diri sendiri. Tak ada ‘ampun’. Peraturan dari kita dan dilaksanakan oleh kita. Misalnya tiap jam 3 mesti bangun, tiap hari mesti menyisihkan sekian rupiah, tiap bulan mesti bersedekah sebesar anu, dsb.
  28. Suka bercerita. Khususnya tentang pengalaman kita, seperti pengalaman berdesakan demi mencicipi sebuah cakueh yang terkenal enak dan murah.
  29. Kita cukup siap dan menyukai persaingan. Ingin memenangkannya dengan ksatria tanpa cidera.
  30. Siap terlibat dengan urusan orang lain. Misalnya ketika ada tukang jamu yang botol-botolnya bergulingan, kita rela berhenti sejenak dan menawarkan bantuan.
  31. Bersedia mengorbankan hal-hal yang dinilai kurang efektif atau justeru mengganggu dalam hidup. Kalau madhorotnya lebih banyak ketimbang manfaatnya, kita tak segan-segan ‘mengeliminasinya’.
  32. Pandai bernegosiasi. Entah ketika di pasar, atau bisa adu harga ketika ada yang meminta jasa.
  33. Bisa ‘membaca’ potensi seseorang. Tak peduli orang itu lulusan mana, kalau terlihat berbakat, kita bisa ‘mencium’ dan mengakui skillnya.
  34. Tetap kalem, sekalipun keadaannya genting. Namun tentu kita sambil berpikir bagaimana untuk meredam kegentingan yang terjadi.
  35. Terus mengikuti seseorang yang ‘kita butuhkan’. Ketika merasakan inspirasi dari Si A dan suatu saat ada kesempatan untuk bertemu dengannya, kita tidak menyia-nyiakan momen itu. Kalau tidak, kita bisa mengikuti akun-akun media sosialnya.
  36. Mampu menghindari sesuatu yang bisa membuat waktu kita sia-sia. Meski jatuh cinta sama video games dan fesbukan, namun pengendalian diri kita bisa lebih menang.
  37. Bisa mempengaruhi orang agar berpihak pada kita. Skill itu datang dengan mengalir begitu saja.
  38. Kebanyakan keputusan yang diambil itu bersifat rasional, bukan sekadar emosional. Jadinya kita sudah mempertimbangkannya dengan jernih, bukan sekadar menuruti emosi semata.
  39. Memahami emosi orang lain. Kita mengerti dan maklum akan hal itu. Jadinya bisa mengatasi kemarahan seseorang kala ia tidak puas akan produk atau jasa kita.
  40. Sering lupa waktu ketika larut mengerjakan sesuatu. Khususnya sesuatu yang menjadi proyek dan passion kita. Tiba-tiba sudah adzan maghrib ketika asyik berjualan kolak, tahu-tahu kopi kita habis ketika asyik mengelola toko online atau ternyata pohon cengkeh sudah nambah 10 senti ketika kita sedang seru-serunya mencoba menu baru. 😀
  41. Pelan namun pasti, gairah kita terus bertambah manakala menghadapi proyek baru. Meski tiap waktunya ada hal-hal baru, namun lama-lama hal itu akan menjadi sahabat yang siap menaikkan gairah hidup kita.
  42. Senang memperbaharui benda-benda yang kita miliki. Gregetan untuk mengganti cat rumah (apalagi kalau sudah lapuk), menambahkan alat dapur, meningkatkan kinerja laptop, dsb.
  43. Cukup gila akan kemajuan teknologi. Apalagi kalau kemajuan itu bisa dimanfaatkan dalam hidup dan bisnis yang tengah dijalankan. Tak peduli berapapun usia kita, jiwa muda dan gairah hidup selalu membuat kita enggan ketinggalan.
  44. Biasa meng-update berita. Entah berita lokal, nasional atau internasional.
  45. Senang melahap bacaan. Bagaimanapun setiap bacaan itu memberi sesuatu yang baru.
  46. Menjadi pendengar yang baik untuk suara hati sendiri. Kita punya naluri tersendiri untuk diikuti.
  47. Siap pasang kuping untuk nasihat lain. Ya, keputusan ada di tangan kita sendiri, namun kita tak menutup diri untuk masukan lain juga.
  48. Tidak terpaku pada masa lalu. Hal-hal buruk pasti pernah menimpa seseorang. Namun hal itu tak sepatutnya membuat langkah menuju kesuksesan kita terhenti.
  49. Berani berkorban untuk menggapai keinginan. ‘Menumbalkan’ uang satu juta untuk diolah agar menjadi dua juta nantinya.
  50. Kita tidak sekadar menuliskan mimpi, melainkan berusaha mewujudkannya. Mimpi itu ada dalam diri dan menjadi bagian dari tujuan hidup kita.
  51. Tak berbakat menjadi karyawan. Seringnya itu melanggar aturan suatu perusahaan atau tempat di mana kamu bekerja.
  52. Kurang menyukai pengaturan waktu yang begitu ketat. Lebih nyaman dengan keadaan waktu yang fleksibel.
  53. Tak tahan dengan kekuasaaan. Ada sistem bos, pegawai kelas atas dan pegawai rendahan. Hal-hal itu sedikit mengusik kita.
  54. Kurang nyaman dengan peraturan berpakaian yang mesti resmi. Maunya itu kasual atau santai, tak perlu terikat dan terbebani.
  55. Prinsipnya itu ‘bekerja tanpa tekanan’. Kita bekerja dan siap mempertanggungjawabkannya, namun tak mau merasa tertekan ketika melakoninya.
  56. Jeli membaca peluang. Bahkan ketika melintas di jalan, kalau ada peluang, kamu bisa menangkap dan segera menyusun rencana selanjutnya.
  57. Piawai berkomunikasi. Menghadapi orang dengan kepribadian apapun, kamu cenderung lihai. Baik komunikasi langsung atau tidak.
  58. Suka dan terus teringat akan quote atau kutipan inspiratif. Baik dari kalangan pebisnis besar maupun celotehan para pedagang di pinggir jalan.
  59. Merasa bersalah kalau proyeknya gagal atau tidak terlaksana. Rasanya ada yang tidak utuh, dan ada keinginan untuk memperbaiki atau menebusnya.
  60. Sering berpikir yang out of the box, alias yang aneh-aneh dan jarang terlintas di otak orang biasa. Misalnya tiba-tiba memiliki ide akan menjual steak sapi dengan harga murah.
  61. Kamu cenderung bersifat kharismatik dan punya daya tarik tersendiri. Tentu semua ini pembawaan alami, bukan pencitraan seperti para pejabat kebanyakan. Ups!
  62. Membuka diri untuk menjalin kerja sama. Heck, kamu bahkan selalu sadar kalau segala sesuatu, alangkah baiknya, dioperasikan secara tim dengan anggota-anggota yang terpercaya.
  63. Unpredictable. Orangnya kadang sulit diprediksi.
  64. Tidak mendewakan titel atau pendidikan sekolah resmi. Kamu sangat percaya bahwa pelajaran hidup itu tersebar di mana-mana, dari hal kecil, dari seseorang bahkan dari tiupan angin pun bisa dipetik hikmahnya.
  65. Sangat mengapresiasi dukungan keluarga, sahabat atau pasangan resmi. Seteguh apapun kita dan usaha yang menjadi passion hidup, kalau mereka acuh… rasanya akan hambar dan hampa.
  66. Suka melakukan penelitian. Meskipun sifatnya diam-diam. Misalnya sambil makan mie ayam, sambil menganalisis rasanya yang bisa unik dan enak di lidah.
  67. Lebih mendekatkan diri dengan ‘orang-orang berkualitas’. Baik itu dengan pebisnis yang memotivasi, dengan para pemuka agama yang teduh, dengan para pekerja keras yang selalu bersemangat, dsb.
  68. Kadang-kadang ‘tidak normal’. Kalau normal, berarti sama dengan orang kebanyakan. Hehe… maksudnya kamu cenderung bekerja lebih keras dan cerdas, porsi tidurnya agak berbeda, ide yang disembulkan kadang gila juga, jadwalnya tidak menentu seperti orang lain, dsb.
  69. Bisa ‘mengendarai’ uang. Kamu tak menampik untuk selalu berusaha memperbesar pendapatan, namun uang tidak lantas membuat buta. Justeru uang yang dijadikan kendaraan untuk kemajuan usahamu, kebahagiaan duniamu, serta modal untuk akhiratmu nantinya.
  70. Punya niat kuat untuk membahagiakan diri sendiri dan orang lain. Rasanya kamu itu bertanggung jawab untuk lengkung senyum orang tuamu, saudaramu, isteri/suamimu, anak-anakmu, sahabatmu, tetanggamu atau wajah orang-orang di sekitarmu.

Nah, bagaimana? Apa 70 ciri-ciri entrepreneur di atas ada dalam diri Bro-Sist? Kalau mayoritas iya, kemungkinan memang ada panggilan untuk menjadi seorang entrepreneur. Good luck! ^_^ #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *