7 Kondisi Berbahaya Ketika Blogwalking Ke Celeb Blog

7 Kondisi Berbahaya Ketika Blogwalking Ke Celeb Blog

Blog walking ke celeb blog

CR: publicdomainarchive.com [editted]

Blogwalking atau BW.

Istilah yang satu ini tentu sudah akrab di kalangan para blogger. Ada yang memanfaatkannya sebagai ajang silaturahim, tukar-menukar kunjungan atau komen, untuk menambah pengetahuan, menggali ide, hanya mengisi waktu, dsb. Semuanya tergantung blogger itu sendiri.

Termasuk daku. Di suatu pagi…

Sudah kebiasaan. Kalau daku berkunjung ke satu blog, kemungkinan untuk mengklik blog lain selalu besar. Entah di link yang memang sengaja disematkan si empu blog, atau pada kolom komentar. Sampai kemudian…

Daku ‘nyasar’ (lagi) ke blog besar. Sebut saja yang punyanya itu seorang celeb blog. Dia memang terkenal. Entahlah pengunjung per harinya sudah berapa ‘k’, atau ‘m’ atau mungkin ‘b’?. Entah juga penghasilan per harinya sudah sekian $. Komentarnya bejibun. Pujian mengucur. Daku berdiam diri cukup lama di blognya. Kepo pisan!

Begitu blogwalking… awalnya moodku stabil. Lalu berubah jadi penasaran, sehingga sampai klik ini-itu. Sampai kemudian malah mood itu memburuk. Bukan karena apa-apa. Daku tiba-tiba merasa ‘kerdil’. Kepercayaan diriku langsung melempem. Ibaratnya… serenyah-renyah kerupuk, pasti mendadak lembek pas disiram air.

Jujur, daku sampai curhat sama 2 abang yang sekaligus jadi mentorku. Bagaimanapun, perasaan ini amat mengganggu. Sebab, daku jadi ciut untuk ngepost di rosediana.net. Daku pun mencurahkan betapa ‘tidak nyamannya’ berkunjung ke seleb blog. Sudah puas menyerap ilmu dan info yang mereka sampaikan, daku malah merasa minder. Sebab blogku ini mahapa atuh?

Daku sampai meniatkan diri untuk tidak lagi-lagi berkunjung ke seleb blog, kecuali kalau isi postingannya berupa nasihat atau motivasi untuk blogger pemula kayak daku. Nah… mungkin waktu itu daku sedang dalam masa-masa ‘meng-underestimate’ atau merendahkan diri sendiri.

7 alasan tidak blogwalking ke celeb blogCR: girls-underpressure.com

Jangan sampai… jangan sampai mengunjungi seleb blog kalau kita masih berada di ‘kondisi atau keadaan berbahaya’. Sebab, bisa-bisa Bro-Sist akan sepertiku yang langsung meng-underestimate atau merendahkan diri sendiri. Apa saja kondisi itu? Jom!

#1. Ketika Kita Terus Membanding-bandingkan

Hal ini terlihat jelas padaku. Daku bandingkan bagaimana tulisanku dengan mereka, bagaimana popularitas blogku dengan mereka, sampai jumlah komentar dan sharingnya segala. Jelas daku kalah telak. Tak heran kalau daku langsung melipir ke pojokan, nangis bombai.

#2. Ketika Kita Sempit Mengartikan Kata “Sukses” atau “Keren”

Sesuai pandangan umum, ciri-ciri blog sukses itu ya seperti para seleb blog. Mereka sudah memiliki page rank bagus, alexa ramping, pengunjung dan komentarnya berdesakan, income tebal, dsb.

Karena terlalu fokus pada hal-hal itu, kita jadi lupa ada kriteria lain yang tentunya tak bisa diabaikan; kualitas postingan. Kalau yang lain-lainnya belum bisa kita raih, minimal yang satu ini masih bisa kita perjuangkan. Kalau belum sukses meraup uang banyak, paling tidak kita bisa menebar manfaat. Iya, ‘kan?

#3. Ketika Kita Berada Di kerumunan Orang-orang yang Kurang Tepat

Kalau berkunjung ke blog yang begitu ramai dan saat itu kita langsung merasa ‘down’, lalu tak ada orang yang bisa menasihati atau memompa semangat, maka hal ini cukup riskan juga. Bukan berarti kita mesti memilih-milih orang. Melainkan ada baiknya kita mengakrabkan diri dengan mereka yang berpikiran positif, yang sekiranya bisa menjadi guide ketika hilang arah. Begitu.

Rendah Diri

CR: womansday.com

#4. Ketika Kita Tidak Bisa Mengolah Rasa Kagum dan Iri Menjadi Motivasi

Bohong besar kalau daku tidak menganggap para seleb blog itu hebat. Kalau daku pakai topi, akan kuangkat, lengkap dengan standing applause-nya. Kalau daku melakukan hal itu pada penyanyi, musisi atau seniman lainnya, maka urusan sudah selesai. Daku menikmati karya mereka dan memberi apresiasi juga.

Namun karena yang daku hadapi adalah blogger, sama sepertiku, maka ada rasa… kepingin jadi mereka. Namun rasa pengin itu malah menjelma jadi ‘monster’ yang terus menyudutkan dan merendahkan diri sendiri, bukan justeru menjadikannya sebagai inspirasi dan motivasi.

Baca Juga: 4 Cara Mengolah Rasa Cemburu atau Iri Jadi Motivasi

#5. Ketika Kita Terlalu Menuntut Diri Sendiri

Benar kata agama, sesuatu yang keterlaluan tidak akan pernah baik. Sekalipun hal yang keterlaluan itu adalah kebaikan. Termasuk dalam ngeblog. Meski isinya berkualitas dan membawa manfaat, tapi kalau ‘dibaliknya’ terdapat penderitaan, maka sebaiknya dikurangi. Penderitaan itu bisa ditimbulkan karena kita terlalu menuntut diri sendiri. Sampai-sampai mengurangi jam tidur dengan tidak wajar, sampai mengabaikan kesehatan, sampai larut dalam depresi, dsb.

#6. Ketika Tidak Menaruh Kepercayaan Terhadap Diri Sendiri

Percaya terhadap diri sendiri daku anggap sebagai urusan besar. Sebab… bagaimana orang lain bisa percaya kalau diri kita sendiri tidak? Bagaimanapun, memercayai diri sendiri berarti menerima segalanya tentang diri kita secara utuh. Seikhlas mungkin. Kelemahan sepaket dengan kelebihannya. Masalah, sepaket dengan usaha dan doanya. Kita pun demikian.

Baca Juga:

Lagu Tentang Memercayai Diri Sendiri, Fight Song – Rachel Platten

#7. Ketika Kita Belum Nyaman Menjadi Diri Sendiri dan Masih Memiliki Mental “Follower”

Ada quote atau kata-kata yang menyebutkan ‘jadilah diri sendiri, sebab jadi orang lain sudah diambil oleh orang lainnya itu sendiri’. Nah memang demikian adanya. Kalau kita tidak menjadi diri sendiri, lalu kita akan menjadi siapa lagi?

Kita memiliki blog sendiri, berikut dengan ciri khas isi dan bahasa masing-masing. Tak perlu memaksakan diri untuk mengisinya seperti isi orang lain. Sebab, memaksakan biasanya tak berujung nyaman. Merasa tertuntut juga tidak baik. Begitupun dengan menjadi ‘ekor’, yang posisinya pasti akan selalu ada di belakang.

~

Dua mentorku sama-sama menyemangati dan menguatkan. Ya, celeb blog juga tidak ujug-ujug popular. Kita tidak tahu ‘apa yang terjadi di belakangnya’. Mungkin mereka juga sudah berproses lama. Pernah dalam masa-masa ‘tidak dikenal’, sepi komen, sepi yang sharing, dikritik, dsb.

Intinya… maksud asli dari postingan ini bukan untuk melarang pembaca yang hendak melakukan blogwalking ke celeb blog. Melainkan saling sharing untuk lebih berhati-hati, agar rasa kagum atau iri tidak mengecoh pada rasa rendah diri. Apalagi ketika kita berada di 7 kondisi yang ada di atas. Hehe… peace!

Jom kita beri rasa percaya pada diri sendiri. Tetap semangat dan lanjut menulis!  *menyemangati diri-sendiri juga 😀 #RD

8 Comments
  1. Agung Prass
    • deeann
  2. Bayu Rohmantika
    • deeann
  3. Arum
    • deeann
  4. tipsmerawatanjing
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *