8 Pekerjaan atau Profesi Pas untuk “Pemalas” yang Ingin Gaji Besar

8 Pekerjaan atau Profesi Pas untuk “Pemalas” yang Ingin Gaji Besar

Pekerjaan sebagai Hotel tester

Job sebagai “Hotel Tester”

Pekerjaan kita mah apa atuh?!” keluh seorang pemilik kios sembako pada Mimih, “Mesti capek dan kotor dulu buat dapetin untung yang sedikit,” Beliau hendak naik motor untuk pulang, “Lihat para pejabat! Kerjaannya kayak enak, bajunya bersih dan gajinya gede,” imbuhnya lagi.

Mimih tersenyum, “Jeh… siapa tahu keberkahannya mah ada di pihak kita?!”

Pemilik kios yang sudah pergi naik haji itu tersenyum. Begitu pun denganku, yang sibuk menggembok kios. Namun di tengah perjalanan pulang, obrolan singkat itu masih terngiang; pendapatan besar dan pendapatan berkah. 🙂

~

Ada yang sedang searching pekerjaan, Bro-Sist? Tapi secara bersamaan, rasanya begitu malas untuk membayangkan betapa capeknya bekerja? Hehe… jom, ngobrol!

Bicara soal pekerjaan dengan gaji terbesar, kita mungkin akan langsung teringat profesi-profesi ala kedokteran. Terbayang sudah kalau job tersebut kurang cocok dengan para pemalas. Namun ternyata, ada beberapa ‘proyek’ yang justeru cocok dijalankan oleh orang yang malas.

‘Kan ada ya orang yang malas dan (maaf) enggak mau berpikir sama-sekali, dan ada juga yang malas tapi begitu pintar. Kita akan coba membahasnya. Namun daku tegaskan dari sekarang, postingan ini tidak bermaksud untuk menggiring pembaca agar malas ya. 😀 Meski semua orang rasanya pengin selalu bermalas-malasan tapi tetap memiliki pendapatan besar. 😀

Ya, kita tidak bisa mengesampingkan peranan usaha dan doa juga. Namun kalau bisa usahanya itu jangan yang berat-berat. Seperti beberapa pekerjaan berikut, yang menimbulkan rasa iri tersendiri. Heuheu…

Oke, oke, jom!

#8. Orang Luar Profesional atau Professional Foreigner

pekerjaan sebagai professional-foreigner

Pict on: businessinsider com

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi di Tiongkok, maka angka kesempatan kerja pun meningkat. Salah-satunya professional foreigner ini. Jadi para pemilik perusahaan Tiongkok biasanya membayar seorang laki-laki untuk menjadi orang luar yang profesional.  Tugasnya sekadar berpakaian jas-dasi, bertingkah seperti orang kharismatik dan berjabat tangan dengan para bisnismen.

Ada juga yang disuruh datang ke acara yang di real estate mewah serta berlagak seperti seleb, misalnya dengan bernyanyi atau menyumbang lagu. Bayarannya cukup besar. Seminggu bisa mengantongi $1.000 – $1.600 atau 14 juta sampai 22,4 juta rupiah.

#7. Sebagai “Tester di Hotel”

Gambaran pekerjaan dari seorang “Hotel Tester” profesional di Tiongkok. [Pict on: acecabana com]

Bisa dikatakan, pekerjaan inilah yang menjadi impian para pemalas di dunia. Hehe… Betapa tidak, tugasnya memang hanya menikmati fasilitas utama hotel. Apalagi kalau bukan kasur? Selimut-bantal-guling? Kamar mandi? Dsb.

Dan namanya juga hotel, biasanya terawat dan nyaman. Pekerjaan yang aneh namun menghasilkan ini bisa jadi hanya sembarang orang. Namun banyak juga yang memilih para pemilik blog atau situs travel. Pasti kita sering mendengar kalau blogger khusus itu menikmati hotel dengan gratis, lalu tinggal menuliskan kesannya di blog.

Mereka mereview pelayanan hotel yang pastinya dinilai bagus, tempatnya bersih, kasurnya bebas bisa bikin rileks, dsb. Di Tiongkok, para pemilik hotel juga mencari yang benar-benar profesional, yang sekiranya tahu bagaimana higienis-tidaknya sebuah hotel serta seluk-beluk fasilitas di dalamnya.

#6. Tester Video Game

(Photo by Charley Gallay/Getty Images for MediaPlacement)

Berita baik kalau seorang pecinta game diberi tawaran job seperti ini. Sesuai namanya, kewajibannya hanya mengetes permainan dengan cara memainkannya. Setelah selesai ia tinggal memberi komentar, khususnya tentang gangguan atau sesuatu yang membuat tidak nyaman ketika proses nge-game-nya. Bayarannya sendiri kalau diperkirakan sebesar $10 – $18 atau sekitar 140 ribu – 255 ribu rupiah per jam.

#4. Partisipan atau Relawan Studi Khusus Tentang Tidur

partisipan dalam studi tidur

Mirip dengan tester hotel, ya. Yang satu ini juga bertugas untuk tidur dan dibayar. Namun penyelenggaranya bukan pihak penginapan, melainkan para pekerja medis. Mereka biasanya mengadakan semacam studi dan tentu memerlukan partisipan untuk membantunya.

Hanya saja, biasanya mereka menerapkan ketentuan-ketentuan tertentu. Tapi tidak serumit mesti potokopi akta lahir, legalisir ijazah PAUD atau mesti minta surat kelakukan baik ke kantor polisi. Ketentuan tersebut biasanya berkaitan dengan usia, gaya hidup atau hal-hal lain yang sedang dipertimbangkan tim peneliti. Beberapa studi menyuruh partisipannya untuk datang dan tinggal sementara di Rumah Sakit. Jadinya akan ada perlengkapan medis yang diterapkan.

Bayarannya sendiri bisa mencapai $1.000 atau 14 juta per hari. Tapi dulu ada juga seorang perempuan yang menjadi partisipan untuk dua studi sekaligus. Studi di RS Brigham serta di RS Perempuan Boston. Dalam waktu 31 hari, dia mengantongi $12.000 atau sekitar 170 juta rupiah.

#3. Pemrogram Komputer atau “Computer Programmer”

pekerjaan computer programmer

Pict on: slate.com

“Daku akan selalu memilih seorang pemalas untuk mengerjakan pekerjaan sulit, sebab biasanya dia akan menemukan cara yang mudah untuk mengerjakannya.”

Begitulah salah-satu perkataan Bill Gates, Bos Microsoft sekaligus orang terkaya di dunia, yang paling terkenal. Hal ini mengingatkan kita pada salah-satu pekerjaan lain yang terbilang tidak banyak menguras keringat, namun bisa menjadi sumber uang yang begitu banyak. Ya, pemrogram komputer.

Yang satu ini sangat cocok bagi orang pintar yang enggan capek bekerja atau terlalu malu untuk bertemu banyak orang. Mohon maaf daku tidak tahu detail kerjanya. Secara garis besar tugas mereka yaitu mendesain program software, pokoknya berkaitan dengan kode-kode tertentu. Hoho…

#2. Figuran Film atau Movie Extra

figuran atau movie extra

Pict on: supercompressor.com

Sebenarnya yang satu ini bersifat relatif. Besar-tidaknya tergantung tipe produksi film. Tapi sebagaimana yang kita, figuran bermain untuk sebuah proyek karena banyak alasan. Ada yang memang niat ingin menseriusi dunia film, ada yang hanya ‘numpang’ eksis, iseng atau memang perlu uang tambahan.

Di dunia perfilman barat, jika sang figuran termasuk anggota Screen Actors Guild aka SAG, maka kemungkinan honornya akan lebih besar. Bisa mencapai $150 atau sekitar 2 juta rupiah per hari. Mereka juga bisa dibayar lebih apabila ada ‘lembur’.

Jika standar syutingnya 8 jam, tapi kemudian ia masih bekerja, maka waktu tambahannya akan diuangkan. Entah setengah dari bayaran biasa atau bahkan dobel. Begitupun jika mereka membawa perlengkapan sendiri, maka pihak produksi akan memberi keringanan berupa uang juga.

#1. Teman Jalan-jalan Bagi Hewan Peliharaan Orang

dog walker

Pict on: bowwowtimes.com

Yang satu ini memang sedikit menguras tenaga, namun proses administrasinya tidak ribet. Tak perlu mengenakan seragam khusus juga. Kita hanya menuntun hewan peliharaan orang untuk jalan-jalan.

Pekerjaan ini kabarnya semakin meningkat, sebab para tuan si hewan-hewan itu mayoritas orang sibuk. Entah mesti stuck di tempat kerja atau bepergian ke luar. Tiap jamnya bisa dihargai kira-kira sebesar $50 atau 700 ribu rupiah. Biasanya izin atau legalitas untuk profesi ini tidak menjadi syarat utama, namun jika punya, tentu akan menambah nilai tersendiri.

~

Well… sebenarnya, yang menjadi salah-satu titik utama dari pekerjaan kita adalah… bagaimana menikmati jalannya suatu profesi. Kalau dianggap beban, maka tentu capek fisik dan mentalnya akan cepat terasa dan begitu menyiksa. Beda lagi jika kita memiliki passion dan menjalaninya sepenuh hati. Insya Allah di waktu hectic pun tetap hepi.  🙂

So, maafkan jika postingan 8 Pekerjaan atau Profesi Pas untuk “Pemalas” yang Ingin Gaji Besar  kurang berkenan. #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *