Kok Lebaran Sekarang Enggak Ramai dan Meriah, ya?

Kok Lebaran Sekarang Enggak Ramai dan Meriah, ya?

lebaran kok tidak ramai dan meriah ya

Cr Pict: allgreatimages.com

Kok tanya-tanya kita sih soal ramai dan meriahnya lebaran? -_-‘

Keadaan lebaran di masing-masing tempat itu bisa berbeda. Ada yang ramai banget, ramai saja, biasa dan sepi sama-sekali. Well… meski daku sedikit benci, tapi fenomena ini memang dirasakan oleh sebagian besar orang. Lebaran, apalagi idul adha sekarang, tak begitu ramai atau meriah.

Salah-satu hal yang terlihat yaitu dari penyambutannya. Kondisi di pasar atau jalan raya tidak begitu hectic. Bahkan banyak yang mengaku tidak melakukan persiapan khusus apapun.

Mungkin fenomena ini menjadi salah-satu efek dari ‘pendeknya’ masa selebrasi lebaran haji. Para pekerja liburnya hanya sebentar dan rutinitas mudik pun tidak banyak dipilih. Tapi, apa memang ada faktor lain?

Lebaran Di Masa Kecil

Daku masih ingat saja zaman kecil dulu. Khusus ketika lebaran haji, kami (anak-anak) akan berbondong-bondong ke luar untuk menyaksikan jalannya acara qurban. Entah sapi atau kambing. Prosesnya kerap menjadi tontonan yang mengasyikkan. Suasana itu semakin disemarakkan dengan dengan acara kumpul keluarga, atau gema takbir dari berbagai penjuru.

Memang, tak ada acara update poto keluarga atau qurbanselfie yang bisa diposting di media sosial. Namun kemeriahannya begitu kental dan terasa. Belum lagi dengan acara jajan makanan tradisional, bakso, naik delman keliling kampung, dsb. Duh~

Poto Keluarga Ketika Lebaran

Adik bungsu, daku, Mimih dan adik pertamaku. [Dokumentasi Pribadi ini sudah diposting di instagram @deeannrose]

Lebaran Di Zaman Media Sosial

Kalau zaman sekarang sedikit lain. Anak-anak atau remaja, termasuk daku dan kawan-kawan Bro-Sist :D, cenderung tertarik untuk meramaikan dunia maya. Ada yang sekadar mengucapkan selamat idul adha, memposting poto dengan hewan kurban atau malah mempopularkan hastag lain, yang sedikit melipir dari lebaran.

Hhhh…

Hal ini sempat jadi obrolan kami sekeluarga. Kebetulan kami merupakan keluarga besar dan lengkap. Dari generasi sangat muda sampai tua terwakili. Hehe…

Pergeseran zaman memang selalu menarik, ya?! Daku berasa sangat tua ketika mesti komentar soal fenomena anak zaman sekarang di depan para keponakan. Tanpa terasa, memori kecilku memang sudah menjadi sejarah dan bahan cerita untuk angkatan selanjutnya.

Lebaran dan Keadaan Ekonomi

Nah kalau menurut Mimih, kondisi yang sekarang terjadi bisa dipengaruhi oleh keadaan ekonomi. Sebenarnya tak perlu diingatkan kembali, kalau rupiah memang tengah lemah. Tak hanya harga kebutuhan tersier, hal-hal yang primer berupa bahan makanan pun meroket. Para pengamat adu pendapat, janji-janji pemerintah tumpah ruah, sementara rakyatnya bising dengan keluhan atau umpatan. Bahkan banyak yang mengaku, tak peduli sama-sekali.

Belum lagi sekarang memang sedang ‘musim kondangan’. Masyarakat pun cenderung mengutamakan apa yang dihadapi; makanan khas lebaran dan jatah kondangan. Banyak yang tidak antusias, bermuram durja dengan keadaan, galau membagi-bagi pendapatan dan sebagian menepikan agenda kurban, agenda yang berpeluang memeriahkan suasana lebaran.

Di luar dari semua itu, idul adha masih tetap sama. Tujuan perayaannya mengucurkan banyak hikmah. Tentang pengorbanan, ketakwaan, kerelaan, aksi peduli sosial dan tenggang rasa.

Ramai atau tidak, kita senantiasa berharap kalau keberkahan hidup dan keridhoan Ilahi masih terlimpah curah pada umat-Nya ini. Aamiin. #RD

2 Comments
  1. Arum
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *