14 Buku atau Karangan Terkenal yang Ditulis dari Balik Penjara

14 Buku atau Karangan Terkenal yang Ditulis dari Balik Penjara

14 Buku atau Karangan Terkenal yang Ditulis dari Balik Penjara

Pict Via Cherokee Billie on IG @deeannrose

Penjara.

Membayangkannya saja sudah cukup menjadi alasan bagi bulu kuduk untuk berdiri. Satu tempat itu akan mengubah reputasi dan dunia kita. Tempat itu… akan merenggut kebebasan seorang manusia.

Bui pastinya akan menjadi ruang yang membuat kita terisolasi. Tak ada yang dipikirkan, diharapkan dan didoakan selain percepatan waktu atau mungkin akhir masa untuk menggenggam kebebasan. Ketika dunia luar menganggap waktu itu melaju, maka sebagian besar narapidana menganggap… waktu justeru merayap, merangkak lambat.

Ruang yang penuh jeruji itu, rasanya, tidak akan pernah menjadi salah-satu spot favorit bagi seorang manusia. Siapa saja. Termasuk seorang penulis. Para perangkai kata itu mungkin lebih memilih kamar pribadi, alam terbuka, kantor sendiri atau tempat lain, selain sel penjara, sebagai ruang ideal untuk berkarya.

Namun faktanya, sudah terlalu banyak karya-karya tulis keren yang lahir dari tempat semacam ini. Mungkin tak semuanya dapat daku susun dan bagikan di sini. Namun berikut inilah 14 buku atau karangan yang lahir dari balik kerangkeng penjara.

Jom!

buku atau karya yang ditulis di penjara

By: Jeremiah Morelli via IG @deeannrose

#14. “Our Lady of the Flowers”, karya Jean Genet

Our Lady of the Flowers jean genet buku

Via: universitybookstore.tumblr.com

Jean Genet adalah penulis asal Prancis yang kerap bolak-balik penjara. Ketika menulis novel perdananya, Our Lady of the Flowers, dia berada di balik jeruji besi lantaran kasus pencurian di tahun 40-an. Novelnya sendiri terbit pada tahun 1943. Isinya menceritakan tentang Ratu Divine di dunia bawah tanah Paris. Karyanya begitu terkenal, apalagi karena gaya penulisannya yang puitis. Kontennya pun sangat eksplisit. Lebih lagi, kata-kata pembukanya disampaikan oleh Jean Paul Sartre, seorang filsuf terkenal.

~

#13. “De Profundis”, karya Oscar Wilde

De Profundis oscar wilde buku

Via: goodreads.com

Oscar Wilde adalah penulis terkenal asal Irlandia. Dia menjalin hubungan asmara atau katakanlah affair dengan sejawatnya yang juga penulis, yaitu Lord Alfred Bruce Douglas aka Bosie. Ketika di dalam penjara, dia menulis surat yang ditujukan untuk Bosie. Sampai si penulisnya meninggal pun, tulisan tersebut belum juga dipublikasikan. Barulah pada tahun 1905, karya itu dirilis. Isinya tentang elaborasi atau penjelasan mengenai hubungannya dengan Bosie, serta pemikirannya tentang pencarian jati diri.

~

#12. “Tractatus Logico-Philosophicus”, karya Ludwig Wittgenstein

buku tractatus logico philosophicus karya ludwig-wittgenstein

Via: tower.com

Ludwig Wittgenstein adalah tentara, filsuf sekaligus penulis asal Austria. Dia menjadi tentara Austro-Hungarian. Allied Forces kemudian menjadikan sang filsuf sebagai tahanan perang di masa Perang Dunia I. Di saat itu ia menuangkan hasil renungannya tentang ilmu pengetahuan dan realitas. Karya filosofisnya menjadi salah-satu yang terpenting di abad ke-20.

~

#11. “Letters from Birmingham Jail”, karya Martin Luther King Jr.

Letters from Birmingham Jail buku karya Martin Luther King Jr.

Via: heatherrosedominic.typepad.com

“Ketidakadilan di mana saja adalah ancaman bagi keadilan di mana-mana”.

Begitu kutipan yang ada dalam “Letters from Birningham Jail” karyanya Martin Luther King Jr. Essay itu ditulis pada tahun 1963, tepat ketika dia tengah ditahan selama 9 hari. Alasan penahanannya sendiri karena dia sudah mengorganisasikan aksi protes terhadap pemisahan ras di Alabama. Essay yang ia tulis berisi tentang tanggapannya terhadap sekelompok pendeta yang mengejek atau mengkritik metode ala dia. Tulisannya ini menjadi salah-satu pilar penting dalam gerakan HAM aka Hak Azasi Manusia.

~

#10. “Conversations with Myself “, karya Nelson Mandela

Buku Conversations with Myself nelson mandela

Via: nelsonmandela.org

Presiden berkulit hitam pertama di Afrika Selatan sekaligus aktivis anti-apartheid ini dihukum penjara selama 27 tahun. Di balik sel itulaj, Nelson Mandela menulis buku autobiografi bertajuk “Conversation with Myself”. Isinya sendiri berupa jurnal atau catatan harian dan surat-surat. Pada tahun 1994, karya tersebut terbit dan menjadi inspirasi penting karya selanjutnya, “Long Walk to Freedom”.

~

#9. “History of the World”, karya Sir Walter Raleigh

History of the World Sir Walter Raleigh

Via: commons.wikimedia.org

Sir Walter Raleigh adalah seorang penulis, penjelajah dan pedagang. Dilihat dari namanya, ia juga sekaligus jadi sosok yang dianggap istimewa dari istana Ratu Elizabeth I. Namun James I membuatnya terpuruk. Ia mesti terkurung di penjara karena dianggap sudah berkhianat. Selama 13 tahun bermukim di Tower of London itu, dia menulis buku sejarah dunia. Sebenarnya karya itu belum selesai dan masih meninggalkan tanda tanya. Namun tetap saja. Bukunya jadi salah-satu yang terpenting. Ia sempat dibebaskan dengan tujuan untuk memimpin ekspedisi ke El Dorado. Namun agenda itu tidak berhasil dan ia pun dieksekusi karenanya.

~

#8. “The Travels of Marco Polo”, karya Rustichello of Pisa

The Travels of Marco Polo karya Rustichello of Pisa

Via: amazon.com

Marco Polo adalah seorang pedagang asal Venesia yang selama 24 tahun sibuk mengeksplor Far East. Di tahun 1795, ia kembali ke negeranya pasca kegiatan eksplorasi itu selesai. Sayang, ia tertangkap oleh tentara musuh dari Genoa. Di dalam bui, ada seorang narapidana lain yang dihibur hatinya oleh Polo, tentu dengan cerita penjelajahan ini. Napi itu adalah Rustichello da Pisa, yang tertarik akan kisah Polo dan merekamnya lewat tulisan. Bukunya itu terbit pada tahun 1299. Karyanya kemudian menyebar ke benua  Eropa. Orang-orang Eropa yang tahu atu membacanya jadi tertarik akan Asia. Hal ini memengaruhi aksi eksplorasi mereka di masa selanjutnya.

~

#7. “Le Morte d’Arthur”, karya Sir Thomas Malory

Le Morte d’Arthur  karya Sir Thomas Malory

Via: Amazon.com

Sebuah karya dongeng yang ditulis Sir Thomas Malory. Isinya tentang cerita legenda dari Raja Arthur, Guinevere, Lancelot dan Meja Bundarnya yang kesohor. Sang penulis menyusunnya cerita tersebut ketika ia tengah dalam penjara London. Namun beruntung, Raja Edward IV yang baru naik tahta bisa melepaskannya.

~

#6. “Consolations of Philosophy”, karya Anicius Manlius Boethius

Consolations of Philosophy karya Anicius Manlius Boethius

Via: en.wikipedia.org

Anicius Manlius Boethius aka Boethius adalah seorang negarawan sekaligus ahli filsafat. Dia hidup pada abad ke-6. Sebenarnya ia menjadi salah-satu intelek penting. Namun kerajaan menganggapnya sudah melakukan pengkhianatan. Ketika menjadi pesakitan, Boethius memanfaatkan waktunya untuk menyusun buku “Consolations of Philosophy”. Banyak siswa atau tokoh pendidikan yang menyebutkan kalau buku ini menjadi karangan keren yang lahir dari penjara. Tulisannya berformat dialog, antara diri penulis dan Lady Philosophy. Selain menjadi salah-satu karya penting, buku ini juga menginspirasi banyak penulis lainnya.

~

#5.  “Indonesia Vrij”, karya Bung Hatta

Indonesia Vrij bung hatta

Senada dengan Bung Karno. Bung Hatta pun sempat dipenjara di tahun 1927. Pembelaan dirinya ditulis dalam sebuah karya yang diberi judul “Indonesie Vrij” atau “Indonesia Merdeka”. Sidangnya sendiri dilakukan di Den Haag pada 22 Maret 1928.

~

#4. “Indonesia Menggugat”, karya Presiden Soekarno

Indonesia menggugat bung karno

Via: rosodaras.wordpress.com

Presiden pertama RI, Bung Karno, sempat dijebloskan ke penjara Bandung pada tahun 1929. Masa tahanan selama 9 bulan itu dimanfaatkan benar untuk menyusun pledoi yang bertajuk ”Indonesia Menggugat”. Karya yang fenomenal itu bahkan mampu memantik spirit bangsa Indonesia untuk terus melawan penjajahan dan merebut kebebasan.

~

#3. “Tafsir Al Azhar”, karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah aka HAMKA

Tafsir AL-AZHAR karya HAMKA

Via: mirajnews.com

Ulama yang satu ini menjadi tahanan di rezim orla atau orde lama. Tepat di tahun 1964, ia mesti masuk bui lantaran dianggap berkhianat terhadap tanah air. Pandangan politiknya memang berseberangan. Dan, di masa tahanannya yang selama 2 tahun, beliau menulis “Tafsir Al-azhar”. Karya itu sangat popular dan fenomenal.

~

#2. “Majmu-Fatawa”, karya Ibnu Taimiyah

Majmu Fatawa Ibnu Taimiyah

Via: katainspirasi.com

Sudah 7 kali beliau masuk penjara. Bukan karena kasus perampokan atau teroris, melainkan lebih ke perbedaan ideology. Selain sering mengkritik perilaku sufi, dia juga memang sering berlawanan dengan pemerintahan. Sehingga ketika ia diberi 3 pilihan (dipenjara, diasingkan ke Iskandariyah atau dipulangkan ke Damaskus), beliau memilih dikunci dibalik bui. Kehidupannya tak mudah, tapi di sana ia bisa berkarya sekaligus update info tentang Kairo. Salah-satu karya pentingnya berjudul Majmu-Fatawa.

~

#1. “Fi Dzilalil qur’an” , karya Sayyid Quthub

Fi Dzilalil qur’an Sayyid Quthub

Via: gemainsani.co.id

Rezim Gamal Abdul Nasir menganggap beliau selalu berseberangan dengan penguasa. Hal itu saja bisa menjadi alasan penangkapan dan pengurungan terhadap Sayyid Quthub. Kehidupannya di kerangkeng tak mudah. Ia mesti menerima siksaan fisik, namun tekadnya untuk menulis “Fi Dzilalil qur’an” tak padam. Buku yang hampir tak selesai itu akhirnya menerima uluran bantuan dari penerbit Dar Al Ihya. Sementara sang penulis sendiri mesti mengembuskan napas terakhirnya di tiang gantungan.

Subhanallah…

Penjara boleh saja membatasi pencabut kebebasan fisik atau gerak. Tapi ideologi, kreativitas, isi pikiran dan gejolak hati tak bisa berdiam diri. Mereka terus bersinergi dan tak terkurung sama-sekali. Seperti beberapa penulis ini, yang masih bisa ‘bebas’ di tengah pengapnya jerat penjara. Demikian 14 Buku atau Karangan Terkenal yang Ditulis dari Balik Penjara. #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *