15 Tanda Kalau Siswa Menaruh Minat dan Antusias Pada Pelajaran Kita

15 Tanda Kalau Siswa Menaruh Minat dan Antusias Pada Pelajaran Kita

15 Tanda Kalau Siswa Menaruh Minat dan Antusias Pada Pelajaran Kita

Via: teacherplus.org

Sebelumnya, daku sudah membuat postingan tentang siswa yang tidak wajib menyukai atau menguasai pelajaran kita. Semua itu semata-mata untuk mengekspresikan rasa respect kita pada seseorang, yang barangkali, memang memiliki minat atau passion tersendiri. Biarkan saja.

Meski demikian, bukan berarti kita mesti abai akan antusiasme siswa dalam belajar. Mereka masih sangat muda, masih mungkin untuk menyerap berbagai hal, lalu menyaringnya. Iya, mereka tidak wajib menyukai atau menguasai pelajaran kita, tapi bukan berarti bisa seenaknya mengabaikan pelajaran. Ikhtiar itu perlu diusahakan, hasilnya saja yang dipasrahkan.

Lalu, apa ada tanda atau ciri kalau anak tersebut menaruh minat atau antuasias pada materi yang tengah disampaikan?

Daku sebenarnya tidak yakin, ketertarikan siswa itu memiliki motif apa di baliknya. Entah memang murni pengin belajar, hanya cari perhatian atau sekadar mengejar nilai. Yang jelas, kita bisa menerka siapa saja siswa yang memiliki antusiasme tinggi.

Apa saja tanda atau cirinya? Jom!

#1. Gerakan Kepala

Seseorang yang menaruh perhatian lebih pada sesuatu, kadang secara tidak sadar selalu memiringkan kepalanya. Seolah-olah ia ingin membuat gerakan nyaman, yang membantunya menyerap dengan baik terkait apa yang tengah disampaikan. Tak hanya siswa, teman mengobrol yang serius mendengarkan kita pun bisa terlihat dari gesture ini.

#2. Tak Menyadari atau Mempersoalkan Waktu

Momen yang kita senangi biasanya terasa berlalu dengan begitu cepat. Begitupun ketika anak belajar. Tanpa disadari, tahu-tahu sudah waktunya pulang. Bahkan mereka bisa merengek perpanjangan waktu apabila yang sedang dipelajari itu dalam keadaan menggantung.

#3. Menunjukkan Rasa Kepo, Ingin Tahu atau Penasaran akan Pelajaran

Tanda lain yang sangat mudah kita temukan. Ketika menerangkan dan anak bertanya, bisa jadi hal itu merupakan pertanda bahwa ia memang menaruh ketertarikan. Ia juga terlihat melakukan otak-atik terhadap apa yang kita sampaikan. Rautnya akan terlihat apabila dia belum puas atau masih memiliki ganjalan yang sebenarnya pengin disampaikan.

#4. Eye Contact

Orang mengatakan kalau mata adalah jendela hati. Kadang kita cukup melihat sorot mata seseorang saja ketika hendak menengok ‘daleman hatinya’. Jika anak tertarik, biasanya eye contact mereka stabil. Tidak lari ke mana-mana dalam waktu lama. Boleh saja mereka mengantuk atau merasa bosan, namun perhatian matanya fokus.

#5. Ingat akan hal sepele apapun

Daku selalu sengaja menanyakan ‘hal yang dianggap sepele tapi berefek besar’ pada anak-anak. Sebagai tes saja, apa mereka memang memerhatikan sampai sedetail itu atau tidak. Misalnya kalau dalam fungsi di materi Microsoft Excel, daku singgung tanda koma atau tanda petik. Yang memerhatikan tentu akan paham dengan sendirinya.

#6. Jarang Mengedip Ketika Kita Menjelaskan

Ketika mengobrol, menonton televisi, bermain game, termasuk proses belajar-mengajar, ciri yang satu ini bisa jadi pertimbangan. Kalau kita tertarik, maka mata akan jarang berkedip. Indera penglihatan ini seolah-olah tak mau ketinggalan apapun yang sedang berlangsung.

#7. Melakukan Research

Ada anak yang seperti memerhatikan kita ketika mengajar. Tapi ketika diberi tugas untuk memecahkan soal, dia tidak terlihat berupaya untuk mengerjakannya. Dia lebih mengandalkan teman atau bimbingan kita. Lain lagi dengan anak yang memang antusias. Meski soalnya sulit, tapi dia terus melakukan ‘penelitian’ dengan mengubek-ubek cara yang sekiranya bisa diterapkan. Sekalipun salah, dia terus mencoba dan mencoba.

#8. Melakukan sesuatu untuk membuat kita terkesan

Anak mencari perhatian guru atau pengajar adalah sesuatu yang tak terelakkan. Jika dia tidak tertarik pada pelajaran, dia pun biasanya pasif dan tidak melakukan apa-apa untuk membuat kita menaruh kesan atau perhatian. Kontras dengan mereka yang antusias pada pelajaran kita. Mereka bisa saja terus ‘mengganggu’ kita dengan bertanya-tanya, menyampaikan pendapatnya atau sekadar mengomentari hasil kerja teman-temannya. Apa saja, yang sekiranya membuat kita memerhatikannya.

#9. Memperhatikan sampai hal kecil atau detail

Jika melihat sesuatu dan tak tertarik, tatapan kita pun akan sekilas dan kemudian mengabaikannya. Demikian juga kalau kita mendengar sesuatu yang menjenuhkan. Masuk telinga kanan dan permisi di telinga kiri. Kecuali kalau kita tertarik, maka hal kecil sekalipun akan tersorot. Anak yang jeli memiliki kemungkinan besar untuk menaruh minat pada pelajaran.

#10. Mengomentari pelajaran

Banyak sekali keutamaan dari sikap terbuka kita di kelas. Keterbukaan akan membuat anak merasa bebas ketika menuangkan apapun, termasuk mengomentari pelajaran yang disampaikan. Misalnya ketika menerangkan fungsi if dalam pelajaran Microsoft Excel, ada anak yang tiba-tiba beropini kalau materi tersebut sangat berguna ketika

#11. Mengubek-ubek soal

Tiap kali daku melempar soal ke anak-anak, selalu kuperhatikan bagaimana tanggapan mereka. Hasilnya berbeda-beda. Ada yang ‘masa bodo’, mengerjakan tapi asal-asalan dan ada juga yang memang ‘niat’ menguraikan soalnya. Pihak ketiga inilah yang kemungkinan besar menaruh minat terhadap pelajaran yang kita transferkan. Mereka terlihat gigih dalam menjawab pertanyaan. Cara A tidak bisa, mereka coba cara B, begitu seterusnya.

#12. Peduli

Tanda lain bisa kita lihat dari kepedulian anak-anak terhadap pengajar, teman belajar, bahan ajar atau proses KBM-nya sendiri. Bagaimanapun, kepedulian menjadi tanda dari perhatian. Daku seringkali memerhatikan seorang anak ikut membantu anak lain, sehingga proses belajar bisa berlangsung dengan lancar. Begitupun ketika pengajar mengalami kesulitan. Salah-satu contoh dari gesture simpel itu misalnya dengan membantu menghapus white board, membagikan lembar kerja, menasihati temannya agar tidak rebut, dsb.

#13. Responsif

Di saat-saat belajar, kadang daku menyembulkan pertanyaan simpel. Percaya atau tidak, tak semua anak merespons. Ada yang cuek, tenggelam dalam aktivitasnya sendiri, tapi ada juga yang menajamkan telinga dan peka.

#14. Tersenyum

Begitu sampai di poin ini, daku jadi berencana untuk menuliskan senyum palsu dan senyum tulus. Hehe… memang bukan hal simpel untuk menilai apakah senyum seseorang itu terpaksa atau apa adanya. Tapi kita selalu memiliki naluri tersendiri. Dan rasa ini juga berlaku ketika kita mengajar. Kalau kita tersenyum dan anak ikut tersenyum, mereka sudah menaruh respect sekaligus rasa suka.

#15. Tertawa dengan tulus pada apapun joke kita

Selucu apapun lawakan seseorang, kalau kita tidak suka (pada orangnya atau pada topik yang dibahasnya), maka tawa kita enggak akan enak atau lepas. Yang ada, kadang-kadang ‘jatuhnya’ jadi garing atau jayus. Beda cerita kalau kita sudah suka terhadap seseorang atau tema yang sedang dibahasnya. Kadang-kadang hal yang tidak terlalu lucu pun bisa menciptakan tawa.

Nah, selesai sudah, Bro-Sist. Mohon maaf kalau terkesan sok tahu dalam membahas postingan “15 Tanda Kalau Siswa Menaruh Minat dan Antusias Pada Pelajaran Kita”. Yang jelas, semua hal di daftar ini menjadi pertanda baik. Sebab, antusias murid sangat memudahkan kita untuk mentransferkan materi. #RD

2 Comments
  1. oh andrian
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *