Ketika Siswa Tidak Menaruh Ketertarikan Pada Pelajaran

Ketika Siswa Tidak Menaruh Ketertarikan Pada Pelajaran

 

Ketika Siswa Tidak Menaruh Ketertarikan Pada Pelajaran

Via: [https://www.youtube.com/watch?v=MjlE8NnaaUs]

Jumat, 30 Oktober 2015

Daku merasakan betul, bagaimana rasanya kalau kita tidak tertarik pada sesuatu, tapi ‘terpaksa’ menghadapinya. It sucks, isn’t it?

Tapi realitasnya, kita sering terjebak dalam keadaan tersebut. Daku sendiri sudah mafhum, tak semua anak menyukai atau tertarik untuk menguasai pelajaran yang diajarkan. Jadinya, daku lebih memilih untuk ‘tidak memaksa’ siswa agar bisa. Yang bisa daku usahakan hanya mengajar sebaik dan sedetail mungkin, dengan harapan agar siswa bisa paham.

Mungkin ada yang tidak setuju dengan prinsip ini. Semua tergantung pada gurunya sendiri. Daku hanya pengin segala sesuatunya berjalan dengan natural. Kalau memang siswa lebih tertarik pada bidang lain, daku tak akan menghalanginya.

Meski demikian, tetap mengganggu juga kalau mereka seperti tidak menaruh antusias pada pelajaran. Daku lebih respect pada mereka, yang meskipun tidak suka pelajaran kita, tapi paling tidak… tetap melakukan usaha.

~

Nah, hari Jumat tiba. Berarti daku mesti siap-siap mengajar. Mengingat hari Kamis kemarin proses belajarnya berlangsung menyenangkan, daku pun semangat menghadapi hari ini. Ada harapan agar pulangnya sama-sama dihiasi senyuman.

Jam pertama ada rombongan belajar Prosessor 1. Semua muridnya perempuan. Dan, semuanya datang. Well, sebenarnya daku lebih suka muridnya sedikit saja. Maksimal 5-6 orang. Tapi karena sudah kebijakan lembaga dan siswa yang registrasi cukup membludak, ya sudah kelasnya agak padat.

Setelah tanya-tanya sebentar, daku putuskan untuk memberi materi soal Fungsi IF majemuk. Tapi kali ini diterapkan dalam tabel dengan contoh lebih real. Daku kombinasikan juga dengan fungsi lain, tentu yang sudah mereka pelajari.

Seperti pada kelas lain, daku terapkan juga strategi penawaran hadiah pada kelas ini. Di kelas lain, mereka sangat antusias dan mengerahkan segala kemampuan untuk memecahkan soal. Tapi di kelas ini? Belum apa-apa, sebagian dari mereka sudah mendeklarasikan diri untuk menyerah saja. Memang tidak semuanya, tapi oh… efeknya itu cukup bikin daku ikut malas.

Apa yang daku lakukan? Sudah jelas umpan yang diberikan pun tidak menyita perhatian mereka, ya sudah daku jawab sendiri soalnya. Sejenak daku menerangkan, sambil berharap agar waktu berjalan lebih cepat. Pulang saja…

~

Daku agak gimana ya menghadapi kelas selanjutnya, CPU 2…

Kelas ini memiliki absensi yang tidak merata. Hal ini saja sudah bikin keningku mengerut. Mau bagaimana kalau tidak semua siswa tahu dan paham dari awal?

Chemistry dengan kelas ini pun, daku rasa, cukup tipis. Mungkin karena pertemuan kami yang kurang begitu intens juga. Parahnya, daku bahkan kerap lupa beberapa nama diantara mereka.

Oh, daku juga agak terganggu dengan siswa yang terlambat. Jadi ingat diri sendiri ketika sekolah, yang suka datang telat. Hehe… ternyata daku sendiri sangat tidak menyukainya. Kurang nyaman saja kalau ketika menerangkan dasar-dasarnya, lalu ada lagi yang datang. Daku hanya pengin mereka ada di track yang sama, tidak ada yang ketinggalan.

Ketika proses belajar di kelas ini… mereka sebenarnya cukup semangat, tapi daku kok merasa mereka itu terlalu bergerak cepat. Seperti yang hectic, gitu. Iramanya itu sedikit kacau. Dan lagi-lagi, sebenarnya semua ini bukan masalah mereka. Mungkin sudah jadi karakternya atau bagaimana. Semua ini salahku, yang tidak bisa mengaturnya.

Memang tidak semuanya begitu. Di kelas ini pun ada siswa yang terlihat begitu fokus, karena dia pengin bisa. Terlihat sekali dari usahanya mengerjakan soal, atau bertanya ini-itu. Daku hanya kurang puas saja ketika pulang. Seperti tidak full, gitulah.

Err… yang satu ini cukup menguji. Modal dasarnya, kehadiran yang rata, sudah gagal daku usahakan. Tapi mudah-mudahan ke depannya bisa memaksimalkan siswa yang rajin, dan tidak terlalu tersedot dengan siswa yang justeru tidak ada. Ya. #RD

2 Comments
  1. Arum
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *