Kita Terlalu Betah, Tapi Waktu Terus Melaju

Kita Terlalu Betah, Tapi Waktu Terus Melaju

Kita Terlalu Betah, Tapi Waktu Terus Melaju

Via: dailycreativity.net

“Waktu terasa begitu cepat, ya,” Pak Sopir angkot berkata pada penumpang di pinggirnya.

“Iya,” jawab si penumpang, “Itu saking betahnya kita di dunia…”

Glek!

Daku kebetulan memang sedang minum di bangku belakang. Rasanya air yang mengalir di tenggorokan seperti tersumbat. Pikiranku langsung diselimuti dua pernyataan; waktu terasa begitu cepat dan saking betahnya kita di dunia.

Memang, ya. Kalau kita tengah bahagia, enjoy atau menikmati sesuatu, rasanya detik demi detik seperti berlarian. Rasanya baru aja jalan sama teman, tahu-tahu sudah beduk maghrib. Rasanya baru aja nulis status di fesbuk, tahu-tahu orang tua sudah manggil nyuruh mandi sama makan. Rasanya baru aja ngeklik ‘play’ di playlist musik, tahu-tahu sudah mau habis durasinya. Dan masih banyak lagi ‘rasanya’.

Tapi, apakah ada saat-saat di mana waktu terasa melambat?

Sebaliknya, waktu bisa terasa merayap ketika kita tidak menikmati sesuatu. Ada momen-momen yang membuat kita pengin memutar jam agar berjalan lebih cepat. Misalnya ketika sekolah atau belajar sesuatu yang bikin mumet, ketika menahan buang air kecil ketika tengah dalam suatu pertemuan, ketika menjalani pekerjaan yang aktivitasnya itu-itu saja aka monoton, ketika dalam keadaan stress, ketika menderita sakit, dsb.

Hanya saja… kalau dibandingkan, tentu momen ‘waktu terasa cepat berlalu’ itu lebih dominan. Benar juga obrolan dari Pak Sopir dan penumpangnya. Kita mungkin terlalu betah di dunia. Apalagi zaman sekarang, segalanya terlalu menyenangkan. Tontonan semakin banyak, media sosial merajalela, karya musik datang seperti rinai hujan, makanan-minuman semakin banyak dan lezat, kemajuan teknologi membuat hidup lebih praktis dan cepat, dsb.

Di tengah-tengah fenomena seperti ini, kita memiliki banyak opsi. Mungkin ada yang bilang,

Hidup ya hidup saja. Waktu biarlah berlalu. Jalani saja.

Atau,

Hidup mesti lebih terorganisir. Waktu terasa begitu cepat artinya durasi semakin pendek. Kita mesti pandai-pandai memenejnya.

Tapi yang pasti, kita mesti bertanya-tanya…

Kita sudah berbuat apa? Keburukan? Sudah pasti. Nah, kalo kebaikan?

Duh. #RD

4 Comments
  1. prajuritkecil99
    • deeann
  2. Ririn
  3. deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *