Konek Dengan Siswa; Kita & Mereka Sama-sama Tahu

Konek Dengan Siswa; Kita & Mereka Sama-sama Tahu

antusiasme belajar para siswaJumat, 06 November 2015

“Tahu” di sini tak sekadar nama dan wajah. Lebih dari itu. Tapi tentu tidak berlebihan juga, ya.

Well, ceritanya sekarang daku datang terlambat ke tempat les. Beruntungnya, ternyata anak-anak belum masuk semua dan peralatan pun masih tengah disiapkan pihak admin. Tadinya daku pengin menjelaskan pada mereka kalau pengajarnya ini mesti bantu-bantu kios dulu, makanya kemungkinan untuk terlambat itu sangat besar. Hehe…

No way kalau Mimih mesti beres-beres sendirian. Tapi no way juga kalau mesti membuat mereka menunggu lama. Tapi di sinilah enaknya mengajar kursus, waktunya bisa kita bikin fleksibel. Kalau tak datang tepat waktu, maka waktu pulangnya bisa diperpanjang.

Daku dan mereka sudah menjalin hubungan, jadinya berhak saling tahu juga. Demikian juga dengan daku, yang kadang kepo tentang mereka. Khususnya tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan kursus, ya; kenapa mereka tidak hadir, kenapa menangis di tempat kursus (misalnya), kenapa seperti terlihat benci tapi kadang penasaran dengan fungsi excel, dsb.

Menjalin hubungan apapun, tanpa adanya koneksi dan saling tahu, tentu akan terasa gimana gitu. Karenanya, merupakan hal yang krusial bagi seorang pengajar untuk tahu para muridnya. Sebaliknya, mereka pun mesti tahu sang guru. Kita sendiri yang memberi tandanya.

Khusus pada kelas Prosessor 1, daku sempat keceplosan bilang punya blog dan menuliskan mereka di dalamnya. Tak disangka, hari ini Ica membahasnya sekilas. Sepertinya semua tahu dan membaca blog ini; Lulu, Vera, Tiara, Een, Nur, Ina dan Eli juga senyum-senyum.

Daku ingat-ingat lagi apa yang ditulis di sini. Soal diary, kadang daku menuliskannya dengan mengalir saja, lalu mudah lupa kalau tidak dibaca ulang. Penyampaiannya polos. Dalam artian, daku menuliskan apa yang benar-benar dirasakan ada nangkring di pikiran.

Sempat daku pikirkan, apa mereka memang berhak tahu? Ermm… tak apalah, dengan sedikit tulisan di sini, daku bisa seolah-olah curhat tanpa bertatap muka. Biasanya murid juga memiliki rasa ingin tahu tentang pengajarnya, namun malu atau canggung untuk bertanya langsung. Sementara pengajar sendiri, kalau kepo terhadap siswanya, bisa langsung jeplak bertanya di tempat. Hehe…

~

Jam kedua mengajar kelas Prosessor 2

Kalau boleh dibandingkan, rasanya proses KBM hari inilah yang terbaik. Suka sekali dengan antusiasme Dina, Tia, Anjas dan Ade Salman. Padahal materi yang disampaikan cukup membingungkan untuk ukuran kelas yang kehadirannya sering daku kritik. Tapi syukurlah, mereka menyerapnya dengan baik.

Mengetahui sisi lain dari mereka, daku merasa bersalah sendiri. Kemarin-kemarin ke mana saja daku, sampai tidak tahu kalau kelas ini juga memiliki motivasi dan rasa ingin tahu yang tinggi? Daku menjudge terlalu dini. Parahnya, daku menjudge satu kelas hanya karena beberapa diantara mereka kurang semangat belajar.

Kalau sudah saling tahu satu sama lain memang menentramkan, ya. Kelas jadi begitu rileks. Daku berusaha terus mencari tahu dan memahami mereka dan semoga mereka pun begitu; memahami. #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *