“Mengapa Menulis Itu Asyik?” VS “Kumcer atau Mini Novel”

“Mengapa Menulis Itu Asyik?” VS “Kumcer atau Mini Novel”

mengapa menulis itu asyik vs kumcer atau mini novel

Via: seblaine-rph on Tumblr

Mengapa sih menulis itu asyik?

Nah saking asyiknya, kadang kita tidak terpikirkan untuk membuat daftar alasan, kenapa ada sensasi asyik ketika menulis. Hehe… tapi inilah salah-satu tugas yang diberikan kru Untuk Sahabat pada 2 finalis UNSA Ambassador 2016.

Daku selamat kepada Mas Ilham Fauji dari Payakumbuh, Sumatera Barat. Lalu selamat juga kepada Ajeng Maharani dari Sidoarjo, Jawa Tengah. Dari sekian banyak nominator serta berbagai level tugas yang diberikan, akhirnya sudah ada gambaran siapa UNSA Ambassador tahun 2016 mendatang.

Semua pihak merasa lega. Sebab, siapapun yang menang sudah dianggap matang. Mereka sudah melintasi berbagai tahapan yang tak mudah. Jadinya sebelum merenggut ‘mahkota’, terlebih dahulu mereka bersusah-payah. Keduanya berhak menjadi juara.

Tugas pilihan 2 yaitu menuliskan kumpulan cerpen atau mini novel tentang “Sebentuk Cinta untuk Anak-anak Indonesia”.

Kedua tugas tersebut memiliki sisi kelemahan dan kelebihan masing-masing. Daku cukup penasaran tugas mana yang akan dipilih Mbak Ajeng, sebab beliau memiliki hak untuk lebih dahulu memilih. Keistimewaan ini didapat pasca kesuksesan beliau mendapat nilai tertinggi di tugas sebelumnya.

Nah untuk lebih detailnya, rekanku Ken Hanggara sudah memostingnya di beranda grup Untuk Sahabat aka UNSA. Jom!

TUGAS AKHIR TOP 2 UNSA AMBASSADOR 2016!

Setelah melalui berbagai tantangan menyulitkan, menggugurkan delapan dari sepuluh finalis yang berkompetisi untuk menjadi Unsa Ambassador 2016, sampai juga kita ke tahap puncak. Berikut ini kami umumkan tantangan terakhir untuk kedua finalis Top 2 Unsa Ambassador 2016.

  1. Kedua finalis membuat naskah sepanjang 60-100 halaman A4 (spasi 1,5), margin standar.
  2. Tema naskah ada dua pilihan: “Mengapa Menulis Itu Asyik?” atau “Kumpulan cerita / Mini Novel: Sebentuk Cinta untuk Anak-anak Indonesia”.
  3. Kedua finalis tidak ditugasi menulis kedua tema tersebut, melainkan salah satu.
  4. Oleh karena finalis 09-Ajeng Maharani mendapat nilai tertinggi pada tahap Top 3 lalu, maka kepadanya tim admin Unsa mempersilakan memilih terlebih dulu salah satu tema yang ingin ia tulis.
  5. Finalis 06-Ilham Fauzi tidak bisa memilih tema, kecuali menunggu keputusan Ajeng. Jadi Ilham nantinya menulis tema yang tidak dipilih Ajeng. Disarankan kepada Ajeng untuk bisa mengambil pilihan secepatnya, agar tidak memakan waktu.
  6. DL 30 November 2015 pukul 23.59

Demikianlah tantangan puncak yang akan kedua finalis hadapi. Siapakah yang terpilih menjadi Unsa Ambassador 2016?

Kepada Ajeng dan Ilham, selamat berjuang!

Daku tak bosannya berharap, agar kekerenan kalian bisa menularkan inspirasi dan semangat pada kami semua. 🙂 #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *