10 Hal Sederhana yang Perlu Diingat Ketika Jatuh Terpuruk Dalam Hidup

10 Hal Sederhana yang Perlu Diingat Ketika Jatuh Terpuruk Dalam Hidup

10 Hal Kecil atau Sederhana yang Perlu Diingat Ketika Jatuh Terpuruk

By: Christian Schloe via IG: @deeannrose

Bicara soal keadaan terjatuh, terpuruk atau down, kita semua sudah berpengalaman. Hanya saja, kadang kita mesti kembali beradaptasi ketika posisi serupa datang lagi. Itulah masa-masa tersulitnya.

~

Well, bicara (dan menulis) saja memang gampang. Orang berkoar-koar tentang kata-kata motivasi bagi orang lain, sementara dianya sendiri… entah. Mungkin dia sendiri tengah tertatih-tatih untuk tidak nangis di muka umum. Mungkin dia juga sama-sama tengah menutupi keraguannya akan hidup.

Tapi motivasi itu memang perlu. Baik dari diri sendiri atau pun orang lain. Kita tak perlu menutup mata, telinga dan hati. Ibarat mengepel lantai. Kita tahu sesering apapun ubin disapu dan dilap, ia akan kotor.

Tapi bukan berarti kita berhenti mengepelnya. Justeru kita perlu mengulangnya. Kembali menyapu dan mengepelnya. Lagi-lagi. Kita jaga kebersihannya. Demikian juga dengan motivasi, yang terus menerus “diisi ulang”.

Beberapa masalah, malapetaka atau hal-hal lain di luar harapan kerap terjadi tanpa bisa dicegah. Di saat itulah, kita langsung remuk. Terkulai tak berdaya, seakan-akan tak ingin lagi ada di tengah-tengah kenyataan. Namun sayangnya… sayangnya, kita akan selalu berada di lingkar kenyataan.

Kita mesti… bangun, bangkit dan melanjutkan hidup. Sebab, sekalipun kita bertahan untuk terus menangis, terus merasa depresi atau terus menyalahkan… semuanya akan tetap sama. Mungkin beberapa hal sederhana ini bisa segera diingat manakala hidup membuat kita jatuh terpuruk. Jom!

#1. Kita Tidak Benar-benar Sendirian

Kalau terus-terusan berdiam diri sendirian, kita mungkin akan terjebak pada perasaan tidak adil. Kita terus meratap, mengutuk dan mendadak lupa akan segala nikmat hidup. Semuanya terlihat buruk.

Kalau mencoba ke luar… kita akan merenung sendiri melihat orang-orang mengerang kesakitan di rumah sakit, atau yang memungut sisa-sisa makanan, atau yang menggigil kesepian di tahanan, di panti-panti, di pinggir-pinggir jalan, di sudut-sudut rumah, dsb. Di mana-mana.

~

#2. Hidup Tidak Selamanya Memberi Keburukan atau Penderitaan

Ada masa-masa di mana kita merasa stress dan pengin menangis sepuas mungkin. Di saat seperti itu, kita seakan lupa atau kaku untuk tersenyum. Seolah-olah tak ada lagi yang bisa disyukuri.

Faktanya, kita masih bisa menghirup napas tanpa halangan pun sudah patut disyukuri. Belum lagi dengan hal-hal ‘indah’ lain yang masih digenggam. Saat terjatuh, kita memang tergoda untuk melupakan karunia Tuhan YME. Namun sekalinya ingat, hati akan sedikit lapang.

~

#3. Dunia ini Hanya Sementara

Sementara.

Satu kata ini kadang-kadang memerlukan renungan yang dalam. Saat bahagia, kita jangan sampai larut atau berlebihan merayakannya. Terbahak itu hanya sementara. Begitu pun ketika bersedu-sedan. Airmata yang mengalir akan mencapai titik selesai. Rasa sesak akan perlahan usai.

Memang, orang bilang, tidak semua luka akan sembuh oleh waktu. Tapi pasti, segala sesuatu itu akan mencapai titik henti. Hanya saja… diperlukan kesabaran ekstra untuk menghadapinya. Dan sikap sabar itu tak akan pernah sia-sia.

~

#4. Kita Punya Cukup Kekuatan Sampai “Terpilih Ikut Ujian” (Hidup)

Poin ini menjadi bocoran jawaban, kenapa kita yang terpilih untuk menghadapi suatu masalah tertentu. Dalam hal ini, kita patut memercayai diri sendiri. Bahwa kita diberi ujian bukan tanpa alasan. Selain karena derajatnya akan naik, kita sudah dijelas dianggap kuat dan mampu. Aamiin..

~

Lukisan "Paint your future", setelah kesulitan akan datang kemudahan

By: Andrew Judd via Ig: @deeannrose

#5. Sesudah Kesusahan Pasti Ada Kemudahan

Kita juga wajib beriman pada apa yang sudah difirmankan Allah Swt. Yang menghibur bukan lagi Om Mario Teguh, Mamah Dedeh atau motivator lainnya. Penghibur itu adalah Allah Swt sendiri. Dia yang berfirman, “Maka sesungguhnya beserta kesusahan itu ada kemudahan… (5) sesungguhnya beserta kesusahan itu ada kemudahan (6)” [QS Al Insyiraah]. Aamiin…

~

#6. Kita Bisa Mengendalikan Situasi Terjatuh Itu

Yang down itu kita, jadi kita sendiri yang memutuskan. Kita yang mengontrol sikap ketika menghadapi masalah itu. Kita yang mengatur mood-nya. Kita juga yang paling ditunggu reaksi atau ketetapannya. Sesudah terjatuh itu apa akan bangkit dan move on atau justeru menggali semakin dalam dan mengubur diri? Sebelum orang lain bertindak, kontrol ada di tangan kita.

~

#7. Flashback Pada Keadaan Sulit Masa Silam

Keadaan sulit sering sekali membuat kita kehilangan arah. Punya kaki tapi tak tahu mesti ke mana melangkah. Ada baiknya saat itu kita ingat-ingat kembali masa-masa sulit yang pernah terjadi dan pernah dihadapi. Kini kita tengah mengulangnya, dan mesti percaya diri untuk meningkatkannya.

~

#8. Kita Masih Bisa Berharap

Sulit.

Keadaan yang paling membuat kita berduka itu bukan sesuatu yang mudah untuk ditantang kembali. Tapi kita mesti mengingatkan diri kalau harapan itu selalu ada. Misalnya ketika orang-orang tercinta sakit parah atau bahkan meninggal, tentu wajar bagi kita untuk menangis dan merasa sangat kehilangan. Namun semua itu tak akan membuat mereka kembali. Kita hanya bisa berharap kalau suatu saat, meski di dimensi lain, bisa bertemu dan kembali berkumpul. Kesadaran ini biasanya akan membuat kita kembali ke pelukan Tuhan dan memperbanyak doa-harapan hanya pada-Nya.

~

#9. Meminta Pertolongan Orang Lain Tak Lantas Menjadikan Kita Lemah

Agama sendiri bahkan tidak menerjemahkan kalau orang terkuat adalah dia yang tak butuh pertolongan orang lain, dia yang tak menangis atau dia yang tak bersedih ketika kejadian menyedihkan menghampirinya. Tidak.

Itu artinya, di masa-masa down dan sulit, tak ada salahnya untuk meminta bantuan yang lain. Tak perlu ragu atau malu. Pada dasarnya manusia memang mesti saling tolong-menolong. Pastikan kita juga belajar untuk menolong mereka saat keadaan memang meminta. Dengan ikhlas hati, tentunya.

~

#10. Masalah itu Tak Ada Apa-Apanya Dibanding Dzat yang Memberikannya

Sering kita dibikin malu. Ketika hidup sejahtera, sehat dan nyaman saja kita sulit mengingat Allah Swt. Kita melupakan-Nya, menepikan porsinya di hati dan pikiran. Namun sekalinya tertimpa masalah atau musibah, kita akan bersimpuh. Mengadu.

Beruntung bagi kita, sebab Allah Swt Maha Baik dan Pengampun. Dia juga Maha Kuasa. Karunia dan masalah datang dari-Nya. Kepada-Nya juga kita mesti kembali meminta pertolongan, menjadikan-Nya sebagai sandaran.

~

Postingan menjadi pengingat bagi kita semua, ya. 10 Hal Sederhana yang Perlu Diingat Ketika Jatuh Terpuruk Dalam Hidup #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *