7 Alasan Kenapa Enggak Perlu Membuat Resolusi Tahun Baru

7 Alasan Kenapa Enggak Perlu Membuat Resolusi Tahun Baru

7 Alasan Kenapa Enggak Perlu Membuat Resolusi Tahun Baru

By: Duyhuynh via IG: @deeannrose

Waduh, judul postingannya terdengar kontroversial enggak, sih?

~

Resolusi tahun baru adalah sesuatu yang sudah jadi tradisi atau kebiasaan. Orang-orang akan sibuk mengevaluasi tahun kemarin. Lalu, orang-orang juga akan harap-harap cemas menyambut tahun yang baru.

Biasanya kita akan membuat list atau semacam daftar, apa saja yang pengin dicapai, ditingkatkan, dikurangi atau dibinasakan sekalian. Tentu bisa macam-macam. Dari segi hubungan pribadi, kita berniat pengin menghabiskan quality time lebih dengan orang-orang yang dicintai.

Lalu dari segi ekonomi, kita pengin betul menabung serta mengurangi pengeluaran yang tak perlu. Dari segi kesehatan, kita pengin mulai menerapkan hidup sehat serta mengurangi konsumsi junk food. Dari segi keagamaan, kita pengin lebih mengabdi pada-Nya. Sebisa mungkin menjalankan titah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Dan, seterusnya.

Oh termasuk juga resolusi memanfaatkan media sosial sebijak mungkin, jangan sampai gagal fokus dari kehidupan nyata. Hehe…

~

Tapi…

Resolusi itu mayoritas hanya menjadi sesuatu yang dibuat, ditulis atau diumumkan ke orang-orang. We make it, then break it. Kita membuatnya, kemudian menghancurkannya. Kalau begitu, resolusi yang sudah dibuat itu hanya berstatus harapan.

Harapan itu, biasanya, hanya menjadi sesuatu yang kita angan-angankan. Kita hanya membayangkan betapa senangnya jika harapan itu jadi kenyataan. Faktanya, kita kurang kuat dari segi niat, usaha dan ketetapan hati.

Kita tahu… kita ngebet ini, kita mengharapkan itu, kita pengin anu, dsb. Tapi kita tidak tahu… bagaimana sih proses mendapatkannya?

~

Resolusi bukan soal banyak atau tidaknya daftar harapan yang kita targetkan. Bukan juga soal kerennya asa yang pengin digenggam. Jika orientasinya hanya sebatas itu, agenda membuat resolusi jadi terkesan hampa.

Berikut alasan kenapa kita enggak usah pusing membuat resolusi tahun baru di tahun ini. Jom!

#1. Kita Tidak Komitmen

Kita Tidak Komitmen , melanggar komitmen, komitmen hancur

Via: alexjpacker.com

Ketika awal-awal membuat daftar resolusi yang… oh manis sekali, kita melewatkan satu hal; bisa komitmen enggak, ya? list resolusinya sudah panjang. Dari berbagai bidang ada semua. Tapi ketiadaan komitmen membuat daftar resolusi itu hanya kata-kata belaka. Abstrak, tidak konkrit.

~

#2. Kita Tidak Disiplin

Kita Tidak Disiplin

Via: clipartbest.com

Menuliskan hal-hal yang ingin dicapai memang menyenangkan. Oh indahnya kalau bisa menabung atau memperbanyak aset, misal. Sedikit demi sedikit asal berkelanjutan nanti juga jadi banyak. Tapi keindahan itu langsung tercoreng manakala kita melanggar prosesnya. Kita masih membeli barang-barang yang diinginkan tapi belum tentu dibutuhkan, misalnya.

~

#3. Kita Tidak Mau Menerapkan Gaya atau Kebiasaan Hidup yang Baru

Kita Tidak Mau Menerapkan Gaya atau Kebiasaan Hidup yang Baru

Via: wellbeing365.com.au

Niat hati pengin melancarkan pencernaan atau membuat perut rata. Tapi kita cukup kaget ketika misi itu harus dijalani dengan mengkonsumsi lebih banyak serat, buah-buahan, sayuran, biji-bijian, minum air mineral yang banyak, dsb. Lalu disertai olahraga juga.

Sementara kita sendiri malah malas dan tetap setia pada kebiasaan lama. Kita malas beranjak untuk olahraga, kita masih memilih mie instan ketimbang sayur bayam, kita masih sayang sama softdrink ketimbang air biasa, kita… mau hasil yang baik, namun enggan menerapkan kebiasaan yang lebih baik. Nah…

~

#4. Kita Enggak Benar-benar Meluangkan Waktu

Kita Enggak Benar-benar Meluangkan Waktu

Pict on oddgifts.com via IG: @deeannrose

Semangat sekali kita ketika menuliskan resolusi untuk memperdalam ilmu agama, untuk menulis lebih banyak, untuk membuat lukisan lebih bagus, untuk menjadi atlit yang lebih profesional, dsb. Tapi seiring berjalannya hari, kita tidak serius meluangkan waktu untuk memenuhi misi-misi itu.

Kita tidak latihan atau belajar, kita tidak diskusi dengan ahlinya, kita tidak searching referensi yang bisa menambah pengetahuan tentangnya, dsb. Tak ada waktunya, katanya. Tapi masih leluasa untuk keluyuran di media-media sosial. Yeah…

~

#5. Kita Enggak Menunjukkannya

Kita Tidak menunjukan diri, bakat terpendam

Via: tristarpi.com

Poin ini berlaku bagi kita yang resolusinya “melibatkan pihak lain”. Kita hobi sekali poto-poto, pengin jadi potografer dan pengin juga membangun bisnis dari kegemaran itu. Tapi di sisi lain, kita jarang memotret dan mempublikasikannya. Hey, padahal ada instagram, pinterest, flickr, twitter, facebook, dsb. Sebagus apapun hasilnya, kalau enggak show up, bagaimana orang akan tahu?

~

#6. Kita Ternyata Hanya Ikut-ikutan

Kita ternyata hanya ikut ikutan

Via: stamperosity.com

Sebagian besar orang membuat list. Mereka lalu mengumumkannya lewat berbagai akun. Fenomena itu jadi trend. Termasuk kita, yang kemudian ikut-ikutan. Jadinya tak ada inisiatif atau niat yang benar-benar kuat. Ibarat plastik yang memutuskan gabung sama aliran air. Kita terombang-ambing ke sana ke mari. Ringan sekali.

~

#7. Kita Hanya Menyiksa Diri

Kita Hanya Menyiksa Diri, otak capek, lelah

By: John Holcroft via IG: @deeannrose

Resolusi memang berisi mimpi atau apa yang diidamkan. Semua berhak menuliskan mimpinya. Namun ada ukuran-ukuran tertentu yang sekiranya bisa diterima logika. Tak perlu menjadikan resolusi sebagai ajang untuk membuat suatu keinginan yang terlalu muluk. Ujung-ujungnya, resolusi itu terkesan memaksakan. Kita jadi tersiksa sendiri karenanya.

~

Perjalanan seseorang untuk menggapai tujuan memang berbeda-beda. Ada yang melintang, ada yang singkat. Ada yang terjal, ada yang datar. Ada yang penuh duri, ada juga yang justeru bertabur bunga.

Deretan resolusi tahun baru yang panjang saja tidak bisa jadi jaminan. Apalagi kalau kita memenuhi 10 hal di atas.

Intinya… kita mesti percaya, kalau tidak ada usaha dan proses kesabaran yang sia-sia. Tantangan sulit biasanya menawarkan hadiah yang lebih besar dan berharga. #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *