Kontroversial, Normal Itu Membosankan!

Kontroversial, Normal Itu Membosankan!

Pict by Balazssolti via IG @deeannrose

Kontroversial.

Apa yang ada di benak Bro-Sist mendengar satu kata ini?

Daku pribadi sedang sensitip sama seseorang, jadi langsung inget sama Kek Donald Trumpt deh. Ups!

Bicara tentang kontroversi atau kontrover-si-al, judul dan featured-image postingan ini juga kemungkinan besar kontroversial. Tapi memang, siapa yang tidak menyukai kontroversi? Oke, bukan soal ‘suka’ atau ‘tidaknya’, tapi satu yang pasti… orang sangat tertarik dengan kontroversi atau sesuatu yang sifatnya kontroversial.

Memangnya, kontroversi atau kontroversial itu apa?

Kata orang sih, dan menurut pengamatan dari yang ada juga… kontroversial itu suatu tindakan, ucapan, tulisan, gambar, dsb yang ‘dianggap’ bertentangan. Entah itu bertentangan dengan akal, norma, undang-undang, tradisi, bahkan agama juga. Sesuatu yang kontroversial itu memicu pro-kontra atau pelebaran opini. Kebanyakannya sih tidak diterima oleh publik atau masyarakat luas. Intinya, kontroversi itu… seru.

Contohnya?

Buanyak sekali, ya. Terlalu banyak, malah. Sampai-sampai tak mungkin daku tulis semua ‘daftar hal kontroversial dalam hidup’.

Khusus yang terkait sama Kek Donald Trumpt yaitu tentang ‘calon kebijakannya’ kelak untuk ‘melarang’ ummat Islam datang ke Amerika, pernyataan ‘kebenciannya’ terhadap kaum imigran, terus sikap petinggi DPR RI yang datang memberi dukungan terhadap acara kampanyenya Kek Trumpt sampai Si Kakek menepuk-nepuk pundak pejabat terhormat itu. Duh! Sedikit belok, tapi masih berhubungan sama Calon Presiden AS itu, toh?!

Nah, kedatangan ‘dua petinggi DPR’ itu juga menjadi kontroversi tersendiri. Mereka seakan menjadi ‘lambang’ rakyat Indonesia. Jadi secara tidak langsung, seakan menggambarkan kalau bangsa kita menyokong Pak Trump agar duduk di tahta Kepresidenan AS. Ah, auk deh.

Kontroversi dan Promosi

Siapa yang tidak menyukai kontroversi? Kalau pun ada, pastinya jadi kaum minoritas. Mayoritasnya pasti tertarik dengan hal-hal yang kontroversial. Bisa kita bandingkan ketika dua headline news menuliskan:

  1. Bu Bidan Anu Menyerukan Ibu-Ibu Tak Absen Ke Posyandu
  2. Gagasan Mengganti ‘Assalamu’alaikum’ dengan ‘Selamat Pagi’

Kalau disuruh mengira-ngira, sudah tentu berita kedua yang akan banyak dibaca. Yang pertama itu lebih masuk akal dan disetujui sebagian besar orang. Sementara yang kedua langsung membangkitkan tanda-tanya besar, emosi yang teraduk, pikiran yang memutar, penasaran dan rasa pengin berpendapat.

Tak heran, banyak orang yang ‘memanfaatkan’ kontroversi untuk meraih popularitas tinggi. Siapa saja. Kalangan entertainer, politikus, facebooker, instagrammer, dsb. Salah-satu contohnya, sebuah akun media sosial memposting sesuatu yang kontroversial. Dia kemudian dihujat, dicaci-maki, disumpah-serapahi, digini-gituin, di-mention berbagai akun, dsb.

Tapi ajaibnya, followers-nya itu semakin banyak. Terus, namanya juga jadi kata kunci yang banyak diketik di mesin pencarian. Terus, hastag tentang dia semakin ramai. Terus, dia jadi banjir panggilan ini-itu. Bahkan, dia jadi inspirasi bagi media atau para komentator tak resmi, macam blogger blog ini untuk ikut beropini. 😀

Woah, the power of controversy!

Kontroversi Ada “Tapinya”

Tentu. Jangankan yang kontroversial, yang normal-normal saja memiliki dua sisi. Orang kaya nan dermawan memiliki pengagum, sekaligus pembenci. Musisi berbakat memiliki fans, sekaligus haters. Bahkan orang biasa-biasa macam daku pun begitu. Ya paling tidak, ternyata kita ini diperhatikan. Hehe…

Kontroversi kadang membuat kita tidak nyaman untuk membahasnya. Seperti kasus Om Donald Trumpt ini. Daku pengin mencurahkannya sejak lama, namun kikuk juga. Namanya juga politik. Kalau kata orang sih, penuh intrik. Terus menyangkut ras sama agama juga, uh… topik yang sensitif. Biar aman, pembahasan semacam ini sering dihindari.

Menggali Kontroversi

Ternyata pembahasan mengenai kontroversi-kontroversial ini menarik juga. Daku rasa ada yang bersifat positif dan ada juga yang negatif. Ada sesuatu yang kontroversial karena memang tercipta dari letupan emosi belaka, ada juga yang tercipta dari pertimbangan… namun memang kurang popular.

Phew! #RD

2 Comments
  1. ira guslina
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *