20 Alasan Kenapa Teman Semasa SMA Bisa Menjadi Sahabat Sejati

20 Alasan Kenapa Teman Semasa SMA Bisa Menjadi Sahabat Sejati

20 Alasan Kenapa Teman Masa SMA Selalu Menjadi Sahabat Sejati

Parodi Lukisan “Monalisa”, “The Girl With Pearl Earring” dan “The Scream” By: Kornelijakoneska via IG: @deeannrose

SMA, MA atau SMK adalah salah-satu masa yang paling berkesan atau berharga. Betul enggak, sih?

Setidaknya itulah yang daku (dan sepertinya sebagian besar orang) rasakan. Masa SMA identik dengan badan dan jiwa kita yang masih remaja. Walau berbagai problem sudah berdatangan, namun pembawaannya selalu hepi atau ceria.

Semua tak lepas dari teman-teman kita sendiri. Mereka dan kitanya sendiri menjengkelkan, bau kaus kaki, sering bikin kacau, bikin mood kita teraduk, enggak tanggung-tanggung ketika “menjatuhkan”, jahil, jarang ngajak ngerjain PR, suka niruin gaya guru, kadang-kadang temperamen, doyan nodong traktiran, suka kerja-sama dalam hal contek-mencontek, dsb. Tapi ya ampun… betapa kangennya kita ketika lulus, ke luar dari gerbang SMA dan berpisah dengan mereka!

Tapi perpisahan bukan akhir dari segalanya, manakala doa dan komunikasi masih sudi dijalani…

Postingan ini berangkat dari “masih hidupnya” kelasku ketika SMA. Kami menyebut diri sebagai LegendSy1, kelas XII yang sudah lulus di tahun 2009. Namun baik komunikasi via fesbuk, hp atau BBM masih aktif. Entah apa tipsnya kami bisa sampai begini (?). 😀

Ok. Berikut ini beberapa alasan kenapa teman semasa SMA bisa menjadi sahabat sejati. Jom!

#1. Ada Koneksi Kuat Karena Kita Tumbuh Bersama-sama Di Masa Remaja

Remaja menghadapi banyak perubahan, serta memiliki gairah besar untuk mengeksplor segala hal. Pengin ngikutin trend, pengin update teknologi, merasa bingung karena tiba-tiba deg-degan melihat orang tertentu, dsb. Tapi kadang kita terlalu sungkan atau merasa kurang pas untuk sharing dengan keluarga. Karenanya, kadang kita butuh tempat berbagi yang sama-sama tengah “tumbuh” juga. Teman SMA-pun jadi pilihannya.

~

#2. Mereka Menjadi Tempat Kita Kembali

Ada momen ketika kita sudah berpisah dari teman SMA, lalu kita berbaur dengan orang-orang baru. Lalu timbul masalah atau kegalauan baru. Saat itu, kadang nama teman-teman SMA yang langsung nempel di otak. Kita serasa perlu “kembali” pada mereka dan mencurahkan segalanya, baik itu secara langsung atau komunikasi jarak jauh.

~

#3. Mereka yang Ada Di Sisi Ketika Di Awal-awal Merasa Sakit Hati

Semakin ke sini, kita mungkin sudah kebal dengan yang namanya sakit hati. Dari apapun atau siapapun sumbernya. Namun ketika di masa-masa awal, rasa sakit itu terbilang sulit. Sebab ketika kita masih anak-anak atau remaja awal, sakit hati itu belum terlalu jadi sumber kegalauan utama. Ketika SMA kita mungkin mengalami “cinta yang bertepuk sebelah tangan”, dikhianati sesama teman, di-bully dsb. Tapi masa-masa sulit seperti itu, teman SMA siap ada di sisi.

~

#4. Mereka Tidak Benar-benar Men-judge Kita

Rasanya kita enggak peduli apa si teman itu beda agama, punya pemikiran janggal, terlalu rakus, bau badan, dibilang cupu, dsb. Kita dan mereka sudah terlalu sering berada di tempat yang sama. Dan yang pasti, semuanya saling nyaman.

~

#5. Kita Cenderung Buka-bukaan Terkait Pendidikan S*ks Dini

Begitulah ajaibnya teman SMA, apalagi kalau terkait s*ks. Kadang sampai enggak disaring dulu. Kita kadang asal ceplas-ceplos saja bertanya tentang hal “itu”, atau sebaliknya, kita juga asal jeplak saja menyampaikan opini tentang hal “itu”. Topiknya bisa macam-macam. Tapi yang jelas, kadang obrolan itu mengandung manfaat tersendiri.

~

#6. Kadang Mereka Itu Bikin Kita Bangga

Boleh saja kita tinggal di tempat yang enggak metropolitan. Kita juga enggak sekolah di SMA yang bonafit. Tapi karena sekolah itu sudah mengenalkan kita pada para sahabat  yang kadang koplak, ada rasa bangga tersendiri kalau kita sudah menjadi bagian dari SMA itu.

~

#7. Masa Reuni Dengan Mereka Selalu Ditunggu

Sadar atau tidak, kita selalu berharap bisa datang di semua reuni, khususnya kalau dari SMA. Hal yang membahagiakan apabila reuni itu terjadi dan segalanya tak berubah. Teman kita yang sudah jadi menteri, sudah jadi petani, sudah jadi pegawai bengkel, sudah jadi ibu rumah tangga, dsb, berbaur dan bercanda seperti dulu kala. Kadang-kadang masalah yang ada di belakang pun terlupakan bila kita tengah menikmati reuni dengan mereka.

~

#8. Quality Time yang Cukup Mengeratkan Tali Persahabatan

Memang, SMA itu hanya dijalani selama 3 tahunan. Namun selama itu, banyak hal drastis terjadi. Apalagi kalau “aktivitas sekolah” kita banyak. Ya ekskul, kerja kelompok, bergabung dengan komunitas tertentu, window shopping, nginep, dsb. Kita bisa menghabiskan waktu seharian dengan teman-teman SMA. Karenanya, bonding diantara teman pun bisa sangat kuat.

~

#9. Mereka Tak Terlupakan

Entah… kadang kalau sudah kumpul dengan teman-teman SMA, semua memori seperti terekam kembali. Banyak hal yang kita habiskan dengan mereka. Tak hanya kegiatan belajar-mengajar saja.

Tapi ketika kita dihukum mendongak ke arah matahari karena terlambat datang ke sekolah, ketika kita pura-pura mau nyoblos pilkada agar bisa pulang lebih awal, ketika kita mematikan aliran listrik sekolah sampai membuat semuanya panik, dsb. Kejadian-kejadian unik tersebut tentu akan jarang bahkan mungkin tidak terjadi di bangku kuliah, di dunia kerja atau  di kehidupan berkeluarga selanjutnya. Btw, daku sedang ngomongin diri sendiri. 😀

~

#10. Kita Tahu Rumah dan Keluarga Mereka

Kalau sudah sangat dekat, kita senang menyusun agenda untuk saling berkunjung atau bahkan menginap. Jadinya kita saling tahu di mana rumah masing-masing, siapa orang tuanya, berapa adik-kakaknya bahkan sahabat-sahabatku tahu siapa para keponakanku. Tak heran kalau mereka juga seakan memiliki ikatan saudara juga dengan kita.

~

Logo RD - Copy (2) - Copy

4 Comments
  1. Awaldi Rahman
    • deeann
  2. itz fariz
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *