Pegasus Geng; Antara Selfie dan Kontroversi

Pegasus Geng; Antara Selfie dan Kontroversi

Pegasus Geng; Antara Poto Selfie dan Kontroversi

Poto Atas: The Beatles “Abbey Road”. Dua poto bawah @pegasusgeng

Pegasus Geng itu apa? Atau, siapa?

Uh, mereka mungkin akan berterima kasih, sebab daku menjadi salah-satu yang bakal “mempopulerkannya”. Sebagian dari kamu mungkin belum tahu. Namun daku yakin, banyak yang sudah lebih dulu mengetahuinya, bahkan mungkin memfollownya. 😀 Apalagi yang instagrammers, alias pengguna media sosial Instragram aktif.

Ya, Pegasus Geng adalah nama akun Instagram yang akhir-akhir ini mencuri perhatian netizen. Perhatian terbagi dua; yang pro dan kontra. Sebelum lebih jauh… sesuai dengan bio yang tertulis di akunnya, setidaknya ada empat hal utama yang mereka gaungkan:

  • Bahwa akun tersebut siap menyediakan poto “seru-seruan bareng teman”
  • Akunnya menebarkan sikap “berpikir positif”
  • Mereka terus mempromosikan akun @pegasusgeng
  • Mereka mencoba “mewabahkan” hashtag #pegasusgeng

Pegasus Geng, Zebra Cross dan Poto Selfie

Maaf melenceng sedikit. Ceritanya daku mengoleksi karya illustrasi, parodi atau poto manipulasinya The Beatles, khususnya pose mereka dalam album Abbey Road. Daku simpan juga di akun instagram atau pinterest. Kamu pasti tahu, mereka menggunakan zebra cross sebagai setting tempatnya.

Si hitam-putih ini juga yang mambawaku pada salah-satu poto Pegasus Geng. Ya, jadi mereka ini berpoto di zebra cross. Namun posenya tidak menyerupai George Harrison yang berjeans biru, Paul McCartney yang telanjang kaki, Ringo Starr yang pakai jas serta John Lennon yang berkostum putih-putih. Keempatnya juga nampak seperti tengah menyeberang belaka. Tak ada lalu-lalang kendaraan.

Tapi yang Pegasus ini bikin daku mengernyit. Nah, potonya sudah ada di atas. Tapi postingan lain pun demikian. Kenapa? Bisa kita tengok sendiri, ya. Daku akan menahan diri untuk enggak memberi komentar. Hehehe…

Yang ini,

Pegasus Geng 3

Via IG: @pegasusgeng

atau ini,

Pegasus Geng 2

Via IG: @pegasusgeng

Atau,…

Pegasus Geng 1

Via IG: @pegasusgeng

Para Followers atau Pendukung Pegasus Geng

tombol like instagram

Karena daku sudah memutuskan hendak membahas Pegasus Geng, daku pun mau-tak-mau menengok akun mereka. Masih terbilang baru, ya. Postingannya juga belum terlalu banyak. Namun followers-nya itu sudah cukup kembung. Begitu juga dengan likers serta komentatornya. Paling sedikit itu ratusan. Itu artinya, para pengguna media sosial Instagram menaruh perhatian dan membuat akun geng tersebut terlihat aktif. Semarak, begitu.

Kenapa orang-orang begitu suka dengan Pegasus Geng? Khusus yang menyukai aksi geng itu, mereka tentu memiliki beberapa alasan. Kalau boleh ditebak, semuanya karena:

  • Seru-seruan

Ya, seperti yang mereka dengungkan. Semua potonya memang untuk seru-seruan, khususnya bareng teman. Mumpung masih muda dan “kreatif”.

  • Menghibur

Tak semua postingan Pegasus Geng jelek atau kontroversial, kok. Sebagian potonya tentu saja ada yang masih terbilang wajar dan membuat kita tersenyum. Entah karena lucu, atau memang menggelikan. Sebab, pose mereka memang tidak biasa.

  • Menambah Rasa Percaya Diri

Ketika melihat salah-satu aksi mereka, apa kita pernah bertanya-tanya… kita berani, enggak? Iya, sebagian mungkin akan langsung menolak ide tersebut. Tapi bagi sebagian lain, khususnya anak muda, rasa percaya diri mereka seperti tertantang. Jadinya style ala Pegasus Geng bisa jadi “penawarnya”.

  • Menunjukkan “Inilah Daku”

Salah-satu tujuan selfie atau groufie adalah untuk menunjukkan pada dunia tentang… inilah daku, atau inilah kami. Eksis. Tak peduli kocak, gokil, gilak, dsb, yang penting menunjukkan keberanian untuk show up atau mengekspos diri.

  • Membentuk Komunitas, Geng Atau Grup Tersendiri

Pasca meraih pamor dengan “cara mereka”, Pegasus Geng mulai banyak pengikut… betulan. Jadi tidak hanya pengikut yang mengklik tombol follow di Instagram, tapi benar-benar bertingkah seperti mereka. Kalau sudah masuk geng begitu, biasanya mereka akan memiliki bonding tersendiri. The power of squad, gitu.

Para Haters, Pembenci atau Penentang Pegasus Geng

Dislike

Via: fastcocreate.com

Namanya juga kontroversi. Selain ada pihak yang suka, banyak juga yang justeru menjadi anti-fans atau haters. Sangat benci. Saking bencinya, sampai mengutarakan komentar-komentar yang pedas, kasar, menyayat, dan sejenisnya. Ada juga yang menyuruh agar dikacangin saja. Meski demikian, opini pahit dari para netizen terus meluncur. Mereka beranggapan kalau Pegasus Geng itu…

  • Mengganggu

Jika melihat beberapa postingan mereka, sebagian ada di tempat publik. Jadi tentu saja kelakuan mereka dianggap mengganggu kenyamanan. Tak hanya di dunia nyata, mereka juga dianggap “mengganggu” dunia maya, yang sebelumnya memang sudah direpotkan oleh banyak hal.

  • Keliru Memaknai Rasa Percaya Diri

Percaya diri bisa menjadi keyakinan yang tumbuh kuat dalam hati seseorang. Dengan begitu, ia termotivasi untuk beraksi dan membuktikan kepercayaan itu. Khususnya untuk hal-hal yang baik, dan membangun. Maaf, mohon maaf banget. Intinya, percaya diri dan tidak tahu malu itu berbeda.

  • Membuat Selfie Jadi Kontroversi

Poto selfie memang sudah lama menuai hal-hal yang kontroversial, apalagi setelah terjadi berbagai kasus mengerikan. Misalnya selfie dengan ikan paus, yang terlihat keren, padahal kaki orangnya tergigit dan bahkan meninggal. Ditambah lagi dengan selfie-selfie lain yang jatuhnya jadi salah kaprah. Ada yang selfie dengan busana sangat minim, telanjang, seperti menistai agama, dsb.

  • Mengundang Banyak Interpretasi dan “Perang Internet”

Kita tak bisa menyalahkan para akun yang langsung sewot, khususnya ketika geng mengunggah poto para lelaki yang hanya menutup area vitalnya saja sambil menonton tv. Ada yang sampai membawa-bawa (maaf) orientasi s*ksualitas, menyinggung-nyinggung batasan aurat, ceramah tentang norma kesopanan, dsb, yang entah diresapi atau tidak. Satu pose yang kontroversial bisa jadi viral. Ada yang mendukung, ada juga yang justeru sebaliknya. Malangnya, malah pihak-pihak berlawanan itu yang biasanya “berperang”. Sementara sang pengunggahnya anteng-anteng saja.

  • Menyalahartikan Kreativitas

Jika tujuannya untuk mengasah kreativitas, para netter menganggap geng tersebut sudah sangat keliru. Kreatif mestinya mampu menghadirkan hal-hal luar biasa, yang diharapkan jadi solusi atau penawar. Bukan justeru menciptakan huru-hara tak berarti.

  • Justeru Mengungkapkan Kelabilan Diri

Netizen ada yang berpendapat bahwa Pegasus Geng adalah anak alay, atau sekelompok remaja yang gayanya berlebihan alias lebay. Mereka mengira bisa menunjukkan “jati diri”, tapi justeru yang diekspos adalah diri yang masih labil.

  • Memprovokasi Remaja Lain

Bombardir poto-poto tak biasa, serta semacam himbauan untuk menggunakan hashtag Pegasus Geng membuat postingab mereka semakin tersebar saja. Para kawula muda yang umumnya selalu penasaran, pengin menantang diri dan gregetan untuk ikut gokil-gokilan tentu kepincut melakukan aksi serupa.

  • Membuat Waktu Jadi Tidak Produktif

Menjadi muda atau remaja adalah masa-masa emas. Saking berharganya. Selain kalau sudah tua tak bisa kembali muda, masa ini juga segala sesuatunya sedang fresh. Pikiran, tenaga, pengetahuan, pergaulan, mental, dll, sedang dalam kondisi prima. Sangat disayangkan kalau otak para pemuda/i hanya diisi dengan pertanyaan, “selanjutnya mau selfie di mana, ya?”, “kostumnya apa, ya?”. “gayanya bagaimana, ya?”, dsb, biar heboh dan bikin geger, gitu.

  • Bikin Resah

Kita, sengaja atau tidak, sering dibikin geleng-geleng kepala melihat kelakukan para selfie-addict. Selain mengusap dada dan pasrah, kita justeru bisa ikut bergabung jadi selfie-lover. Hehe… Fenomena yang memang sedang ngetrend. Tapi kalau selfienya kontroversial tentu akan bikin resah juga. Apalagi kalau sampai dimanfaatkan oleh oknum tentu untuk dijadikan meme, yang kebanyakan berisi caption kurang nyaman. Yang resah bisa banyakan. Entah kaum orang tua, wali murid, wali kelas, kepala sekolah, para paman, para tante, para kakak, para nenek, dsb.

Mohon maafkan kalau ada yang tidak berkenan. Kita tak bisa mengatur atau mendikte si anu harus selfie seperti ini atau seperti itu. Tapi tak ada salahnya untuk saling mengingatkan, bukan? Hehe… #RD

4 Comments
  1. Doel
  2. deeann
  3. fadel
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *