Review Lagu “The Hardest Day” – The Corrs feat. Alejandro Sanz

Review Lagu “The Hardest Day” – The Corrs feat. Alejandro Sanz

review lagu The Hardest Day The Corrs feat Alejandro Sanz

Andrea Corr dan Alejandro Sanz – Via Channel Warner Music Spain

“The Hardest Day” menjadi salah-satu lagu sedih, menggalaukan, bikin remuk hati dan bisa membuat kita nangis Bombay kalau terlalu meresapinya. Apalagi kalau sambil melihat video klipnya. Beruntung kesedihan itu bisa dialihkan ketika melihat Alejandro Sanz, Caroline, Sharon dan Jim sedang icip-icip jajanan di suatu pasar malam. Hehe…

Eh sebelumnya terima kasih kepada teman sesama fans The Corrs, Mas B dan kakaknya, yang sudah me-request lagu ini untuk direview atau dikupas. Mengingat ini lagu sudah jarang didengarkan, daku mesti kembali mendengar lagu ini secara berulang-ulang. Maklum, akhir-akhir ini sedang fokus pada album White Light. Hehe…

Tapi misi mendengar lagu ini bukan hal sulit. Lagu ini mudah disukai. Bikin kita terlena atau terbawa emosi. Penyanyinya, liriknya, musiknya, music video atau video klipnya, dsb. Semua menjadi kolaborasi yang pas.

Oke deh, jom!

Lirik Lagu “The Hardest Day” – The Corrs feat. Alejandro Sanz

One more day

Satu hari lagi

One last look

Satu lirikan lagi

Before I leave it all behind

Sebelum kutinggalkan semuanya di belakang

And play the role that’s meant for us,

Dan memainkan peran yang sangat bermakna bagi kita

that said we’d say goodbye

Bahwa kita mengucapkan selamat tinggal

~

One more night (One more night)

Satu malam lagi

By your side (By your side)

Di sampingmu

Where our dreams collide

Di mana mimpi kita berbenturan

And all we have is everything

Dan yang kita punya itu adalah segalanya

 

(Ooh)

 

And there’s no pain

Dan tidak ada rasa sakit hati

There’s no hurt

Tidak ada luka

There’s no wrong

Tidak ada kesalahan

It’s all right

Semuanya baik-baik saja

~

If I promise to believe will you believe

Jika daku berjanji untuk percaya, akankah kamu memercayainya?

That there’s nowhere that we’d rather be

Bahwa tidak ada tempat yang lebih baik untuk kita berada

Nowhere describes where we are

Tidak ada tempat yang menjelaskan di mana posisi kita

~

I’ve no choice

Daku tidak punya pilihan

I love you

Daku mencintaimu

Leave

Tinggalkanlah

Love you

Mencintaimu

Wave goodbye

Lambaikanlah selamat tinggal…

(Bye)

Selamat tinggal

(Yeah)

Yeah…

~

And all I ever wanted was to stay (All I ever wanted was to stay)

Dan segala sesuatu yang daku mau hanya tinggal menetap

Nothing in this world’s gonna change

Tidak ada yang akan berubah di dunia ini

Change

Berubah

~

***

Never wanna wake up from this night

Tak akan pernah mau terbangun dari malam ini

Never (Never)

Tak akan pernah

Wanna leave this moment

Ingin kutinggalkan momen ini

Waiting for you only

Hanya menunggumu saja

Only you

Hanya kamu

Never gonna forget every single thing you do

Setiap hal-hal kecil yang kamu lakukan itu tak akan pernah terlupakan

When loving you is my finest hour

Ketika mencintaimu adalah waktu terbaik bagiku

Leaving you

Meninggalkanmu

The hardest day of my life

Adalah hari tersulit dalam kehidupanku

The hardest day of my life

Adalah hari tersulit dalam kehidupanku

~

I still breathe (I still breathe)

Daku masih bernapas

I still eat (I still eat)

Daku masih makan

And the sun

Dan sang matahari

It shines the same as it did yesterday

Ia bersinar seperti hari kemarin

but there’s no warmth

Namun tak ada kehangatan

No light

Tak ada cahaya

I feel empty inside

Di dalam diri ini daku merasa hampa

~

But I never will regret a single day

Tapi daku tak akan pernah menyesali setiap harinya

It isn’t going to go away

Rasa ini tak akan pergi menjauh

What I’m feeling (I’m feeling)

Apa yang kurasakan

For you

Untukmu

I will always love you

Daku akan selalu mencintaimu

Leave

Tinggalkanlah

Love you

Mencintaimu

Wave goodbye (Love you wave goodbye)

Lambaikanlah selamat tinggal

~

And all

Dan semuanya

And all I ever wanted was to stay (All I ever wanted was to stay)

Dan semua yang kuinginkan hanya tinggal menetap

Nothing in this world’s gonna change

Tidak ada yang akan berubah di dunia ini

Back to: ***

~~~

lirik dan terjemahan lagu The Hardest Day The Corrs feat Alejandro Sanz

Alejandro Sanz dan Jim Corr

makna lagu lirik dan terjemahan lagu The Hardest Day The Corrs feat Alejandro Sanz

Sharon dan Caroline Corr

Alejandro Sanz menjadi teman kerja-sama The Corrs di album seSsukses “In Blue”, tepatnya dalam lagu One Night (Una Noche)”. Lalu di albumnya Sanz, “El Alma Al Aire”, giliran The Corrs yang ikut tampil membawakan “The Hardest Day”. Hasilnya sendiri memang keren!

Makna lagu ini cukup nyesss di hati. Tentang dua insan yang langsung klik di suatu pertemuan singkat. Namun pada akhirnya, mereka mesti berpisah karena keadaan. Padahal keduanya memiliki gejolak rasa yang sama-sama kuat. Dan ada momen di mana mereka sangat mengagungkan sisa waktu yang ada sebelum perpisahan itu benar-benar menjadi nyata.

Mereka tak pernah merasa cukup. Pengin rasanya ada “tambahan waktu” untuk tetap bersama. Satu hari lagi, satu malam lagi atau bahkan satu lirikan lagi sebelum ucapan “selamat tinggal” keluar.

Perpisahan tersebut tak didasari oleh kesan buruk. Tak ada yang menyakiti, dan tak ada yang disakiti. Tak ada yang melukai, dan tak ada yang dilukai. Hanya saja, kondisinya memang sulit dan tak mendukung kebersamaan itu lebih lama lagi.

Di saat seperti itu mereka tak memiliki pilihan lain. Mereka saling cinta, tapi keduanya mesti saling merelakan. Apa yang dirasakan memang sama, tapi di saat itu juga mereka mesti melambaikan tangan dan tegar menghadapi perpisahan. Itulah masa-masa tersulit yang pernah dialami.

Memang, keputusan itu menyiksa keduanya. Momen singkat yang bikin bahagia, sekaligus bikin menderita… karena pada akhirnya, waktu secuil itu mesti menemui titik akhir.

Mereka masih bisa bernapas. Mereka masih bisa makan. Demikian juga dengan matahari yang masih bersinar. Tapi semua itu dijalani dengan penuh kehampaan. Ada yang kurang. Ada yang tak utuh.

Keduanya mengaku kalau saat-saat di mana mereka jatuh cinta dengan singkat adalah masa terbaik dalam hidup. Sebaliknya, saat-saat di mana mereka mesti berpisah adalah bagian tersulit dalam hidup. Ingin rasanya untuk tetap tinggal dan melanjutkan rasa yang sudah mekar. Hanya saja, langkah itu terhadang oleh keadaan.

Namun mereka sama-sekali tak menyesali semuanya. Mereka tetap mengapresiasi momen pahit sekaligus manis yang pernah dialaminya. Bittersweet. #RD

2 Comments
  1. sela
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *