1 Rencana Jika Memiliki Kesempatan Menjadi Penguasa

1 Rencana Jika Memiliki Kesempatan Menjadi Penguasa

menjadi penguasa, penguasa, pejabat, pemerintah, pemerintah adalah, kepercayaan rakyat terhadap pemerintah, rencana jika jadi penguasa,

Kutipan Lirik Lagu “Mother” – Pink Floyd, Via IG: @deeannrose

“With Great Power Comes Great Responsibility.”

“Seiring dengan kekuasaan besar hadir tanggung jawab yang besar.”

Ada yang pernah mendengar ungkapan di atas?

Iya, kata-kata tersebut pernah diungkapkan Om Benjamin Parker, pamannya Spider Man. Saking terkenal dan bagusnya, ucapan itu kemudian menjadi salah-satu quote atau kutipan film yang sangat populer. Memang betul, ya? Semakin berkuasa, semakin besar pula namanya, kedudukannya, uangnya, dan tentu… tanggung jawabnya.

Di suatu siang, daku sempat mengobrol dengan seseorang. Sebut saja R. Sama sepertiku, dia juga berasal dari fakultas pendidikan, hanya saja jurusan kami berbeda.

Entah dari mana asalnya kami berbincang. Ngalor-ngidul. Yang jelas, salah-satu topiknya mendarat pada profesi yang mustinya kami ambil sebagai mahasiwa keguruan, yakni menjadi seorang guru. Dia bilang,

“Kalau dikasih kesempatan menjadi seorang penguasa, presiden atau apalah yang berwenang,” R menyorotkan tatapan yang mantap, “Daku akan bikin peraturan baru.”

“Peraturan apa?”

“Sistem pengangkatan guru pengin disamain kayak perusahaan.”

“Huh? Maksudnya?”

“Ya maksudnya ada rekruitmen,” jawabnya, “Ada testing atau apalah.”

“Hmm…” Daku mengangguk-angguk, berimajinasi kalau rencananya itu bisa terjadi.

“Enggak apa-apa, berani kok diuji dulu, dites atau interview,” galinya, “Jangan ini mah, tahu-tahu sudah ngangkat guru baru aja…”

“Iya bener juga,” Daku tersenyum, tahu ke mana arahnya.

“Jadinya kayak bukan berdasarkan skill,” jelas R, “Tapi karena kedekatan atau hubungan persaudaraan, gitu.

Bingo!

Inilah salah-satu alasan, kenapa daku tak pernah sekalipun mengajukan lamaran kerja ke sekolah. Banyak yang sudah mengatakan “lho, ‘kan ada kakak?”, “nanti dititipkan sama kenalannya Si Mimih”, “bukannya sama Pak X itu dekat, ya?”, dsb. Tak salah, memang. Tapi apa kriterianya musti begitu (saja)?

“Kalau kita kalah dalam ujian itu dan tidak direkrut, pasti lebih bisa menerima, ya?” tanyaku.

R mengangguk, “Iya lah!”

Kali ini sebuah pertanyaan kuajukan sendiri padaku diriku. R sudah menyatakan rencananya jika suatu saat bisa menjadi seorang penguasa. Kalau daku sendiri bagaimana?

Pikiranku sempat mengarah pada berbagai hal. Soal keadaan ekonomi negara, pendidikan, kerusuhan, korupsi, sampah, dsb. Apa terlalu rumit, ya?

Ya sudah, daku menyambung program yang R buat saja. Daku pengin gaji para guru baru atau honorer itu jadi layak. Meski bukan salah-satu dari mereka, namun ikut merasakan.

Daku amat kagum mereka bisa mengabdi di dunia pendidikan tanpa menghiraukan besar-kecilnya pendapatan. Pasti ada juga yang mengeluh, tapi toh mereka tetap bertahan. Soal kisaran jumlahnya, R mengajuk sesuai UMR  atau UMK saja.

Err… apa kolaborasi ide kami bagus, atau terlalu mustahil untuk dimungkinkan? Apapun itu, yang jelas kami angkat topi padamu para guru, khususnya yang sudah mendedikasikan diri untuk mendidik dengan hati. Berkah selalu. ^_^ 1 Rencana Jika Memiliki Kesempatan Menjadi Penguasa. #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *