3 Kebaikan & 3 Kejelekan Tentang Pemberitaan Jilbab Halal

3 Kebaikan & 3 Kejelekan Tentang Pemberitaan Jilbab Halal

hijab, hijab halal, hijab halal haram, hijab zoya, kontroversi, hijab zoya segi empat, hijab zoya online shop, hijab terbaru

By: Jajasazrella Rohizad on Behance

Hijab atau Jilbab Hijab Halal.

Padanan kata yang satu ini terkesan menggelitik tidak, sih?

Kita memang sudah terbiasa dengan istilah-istilah yang di belakangnya menggunakan kata “halal”, “syar’i”, atau “islami”. Yang “halal” biasanya disandingkan dengan produk makanan, sementara yang “islami” sudah jadi langganan berbagai jasa, produk yang tak di makan atau style. Ada daging halal, kopi halal, cokelat halal, dsb. Atau ada juga pakaian syar’i, spa Islami, salon kecantikan Islami, dsb.

Kini muncul “Jilbab Halal”. Istilah ini dipopulerkan oleh brand Zoya, dengan tagline cantik – nyaman – halal. Ugh, nama brand ini meroket dengan “sukarela”, ya. Hehe… nah, jadi mereka ini membuat pernyataan sebagai “kerudung bersertifikat halal pertama di Indonesia”. Mereka juga gencar mempertanyakan “yakin hijab yang kita gunakan halal?”.

Well, Jilbab dan Halal. Sebagian orang beranggapan, please deh… masalah gini saja dibahas. Tapi daku pribadi tak akan menyalahkan beberapa pihak yang langsung tersulut. Kita beranggapan baik saja, kalau mereka ikut rame lantaran peduli, dan pengin menyuarakan opini. Biarin saja. Toh, lebih banyak orang yang membahas hal yang kurang atau ndak penting lain.

Daku bukan pakar, atau sosok pemerhati yang menggali kasus ini lebih dalam lagi. Daku hanya pengguna internet yang selama beberapa hari ini membaca berbagai postingan media sosial atau portal berita online, yang negatifnya atau yang positifnya. Seperti bola ping pong saja.

Kebaikan Dari Pemberitaan Jilbab Halal

1. Umat Jadi Lebih Tahu dan Sadar Fiqih

Daku bukan seorang faqih atau ahli ilmu fiqih yang akan merunut persoalan ini. Namun dari topik yang cukup kontroversial ini, orang awam seperti daku jadi tahu… ternyata penggunaan emulsifier ketika proses mencuci itu ada dua kemungkinan. Bisa dari tumbuhan dan bisa juga dari unsur gelatin babi.

2. Menanamkan Sikap Hati-Hati

Hidup dengan baik dan halal merupakan salah-satu kunci keberkahan. Semua orang pasti pengin seperti itu. Namun mengingat zaman sekarang memang begini, enggak perlu dijelaskan, maka kita mesti ekstra hati-hati. Kalau benar-benar apik, segala sesuatunya ternyata mesti ditelusuri. Tak hanya bahannya saja, prosesnya juga. Mungkin termasuk menelusuri asal modal atau investasinya juga, ya.

3. Menggugah Semua Pihak

Begitu berita ini beredar, semua kalangan bisa angkat bicara. Salah-satunya ya daku ini. Hehe… tapi kalau kurang mencerahkan, masih banyak pihak lain yang ditunggu-tunggu penjelasannya. Mereka adalah pihak brand jilbab terkait, kalangan MUI, pemuka agama, dll, termasuk pengusaha kerudung lain, yang tentu saja pengin tampil dan memastikan kalau produk mereka “aman” dari keharaman.

Kejelekan Dari Pemberitaan Jilbab Halal

1. Mendorong Sikap Suudzon

Ndak jauh-jauh. Ketika postingan jilbab halal beredar, semua langsung bertanya-tanya;  jadi jilbab yang tanpa sertifikat halal lainnya hukumnya haram? Jadi daku dosa besar sudah memakai kerudung yang bukan merek itu? Jadi semua brand kerudung selama ini haram, kecuali yang itu?

2. Memupuk Rasa Was-was

Was-was menjadi salah-satu godaan yang selalu sukses diembuskan syetan. Was-was itu kadang hadir dengan berlebihan, sehingga membuat kita selalu ragu dan ragu. Sudah wudhu beberapa kali, tapi takut belum bersih. Sudah takbirotul ihram beberapa kali, tapi takut belum benar. Atau sudah berjilbab, tapi selalu dihantui kecemasan… siapa tahu barangnya haram dan kita ikut menanggung dosanya, siapa tahu proses produksi jilbabnya haram, siapa tahu mengandung gelatin babi, dan “siapa tahu” lainnya.

3. Memantik “Peperangan”

Sesuatu yang larinya viral memang menjadi sasaran empuk para komentator. Tak hanya di dunia nyata, dunia maya pun geger. Semua orang bisa ada di pihak pro dan kontra. Semua orang juga bisa leluasa menyusun kata-katanya. Ada yang meluruskan, ada juga yang malah melipir ke berbagai topik. Yang disayangkan itu kalau ujung-ujungnya “saling tinju” dengan tulisan. Yang kéder ya kita-kita juga.

Ah, pembahasan ini sudah menyebar, tak mungkin ditarik ulang. Di akhir postingan 3 Kebaikan & 3 Kejelekan Tentang Pemberitaan Jilbab Halal ini, kita berdoa semoga kaum muslimah tetap yakin untuk terus berjilbab dan memperbaiki diri, ya. Aamiin… #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *