1 Senjata Andalan Haters untuk Menyerang Para Blogger

1 Senjata Andalan Haters untuk Menyerang Para Blogger

blogger, kepercayaan terhadap blogger, masalah yang dihadapi blogger, pembaca blogger, kisah blogger, cerita tentang blogger, curhat blogger, diary blogger, haters blogger,

Via: brokenboxdesigns.blogspot.co.id

  • Buka-buka internet blog-blog itu orang kurang kerjaan. Ngapain kita ngurusin orang seperti itu?
  • Internet itu dunianya orang pengecut.
  • Kalau ada orang buka blog-blog internet itu ya kurang kerjaan. Ngapain dipikirin?

~

Mohon maaf, daku buka postingan dengan komentar seorang pesohor di tahun 2008 yang lalu. Mungkin sebagian ada yang sudah tahu. Kalau pun ada yang terkejut, daku menemukan pernyataan ini via: https://www.youtube.com/watch?v=iogp12mm-Io. Sekarang sudah tahun 2016, kita musti memaklumi dan memaafkannya. Hehe…

Entah pernyataan itu sudah dikoreksi atau tidak, dulu juga ada tokoh yang memberi komentar negatif terkait blog. Beliau juga sempat bikin para blogger gregetan. Entah benar atau tidak, mohon maaf daku tak menemukan sumber otentik tentang tulisan atau videonya.

Yang jelas, banyak sekali blogger yang membahasnya. Salah-satunya ada di link http://lentera-sahabat.blogspot.co.id/2009/12/pakar-telematika-indonesia-said-blogger.html. Kebetulan postingannya mengundang banyak reaksi. Intinya:

  • Blog itu sifatnya hanya tren sesaat
  • Blog itu tidak bertanggung jawab
  • Blogger itu tukang tipu

~

“…Dosen keseringan menggencarkan pada para mahasiswanya agar mengerjakan tugas-tugas itu tidak mencari referensi dari internet. Karna itu saya jadi merasa berdosa terhadap blogger di Indonesia, karena mereka jadi tidak dipercaya.”

Itulah sekelumit hal yang disampaikan Brother Kharis (22) dari Nganjuk, Jawa Timur. Kami mengobrol hal menarik ini via email yang ada di kontak blog. Daku yakin, siapapun bloggernya, tentu akan terhenyak. Seketika itu, banyak hal yang mengerumuni kepalaku. Lagi-lagi… tentang kepercayaan.

~

Peluru yang Ditodongkan; Kepercayaan

ocean of story karya lim heng swee, lautan cerita, ilustrasi lautan cerita, kepercayaan pembaca, blogger dan pembacanya, kepercayaan pe,baca terhadap isi blog

By: Lim Heng swee via IG: @deeannrose

Sebenarnya bukan kali pertama ada yang memandang miring kredibilitas blog atau bloggernya sendiri. Banyak isu yang menerpa. Entah itu tentang plagiarisme atau aksi copas tanpa kredit yang jelas, tak berkualitasnya konten blog, postingannya “terlalu komersil”, tidak memberi review yang jujur akan suatu produk atau jasa, tidak responsif terhadap pembaca, dsb.

Semua itu serta hal-ihwal lainnya seputar blogging, selalu menjadi pelajaran tersendiri bagi blogger. Bagi daku yang memang amatiran, terjun ke dunia ini ibaratnya… kita mendaftar ke sebuah sekolah yang menerapkan Masa Orientasi Siswa atau MOS abadi. Kita diberi tantangan, syarat cukup rumit (tapi fun), berisiko kena hukuman jika tak patuh, dan pokoknya terus-terusan belajar. Namun anehnya, kita enggan keluar.

Ngeblog itu butuh konsistensi. Segalanya. Konsisten menulis, menyajikan konten berkualitas, membaca banyak hal, mempromosikan postingan, mengoperasikan, berinteraksi dengan membaca, dsb. Sahabat sekaligus mentorku bilang, kalau pengin yang mudah dan cepat, enggak usah masuk ranah blogging.

Di tengah perjuangan ini, masih banyak tantangan lain dari luar. Ibaratnya kita tengah susah-payah bertahan di lautan kata, lalu datang satu hiu yang siap memangsa. Hehe… Nah, salah-satu hal vital yang paling berpengaruh yaitu kepercayaan, khususnya dari pengunjung atau pembaca blog. Kepercayaan ibarat aset berharga. Kalau terenggut begitu saja, maka ancaman serius siap menghadang.

Bagaimanapun, tujuan ngeblog itu ‘kan agar dibaca pengunjung? Kalau kepercayaan itu sudah terkoyak, bagaimana bisa?

Harap Maklum, Blogger

Di satu sisi, blogger sendiri mesti legowo. Kita musti memaklumi keraguan pembaca akan konten yang disajikan. Justeru masalah ini musti jadi pemicu agar kualitas dan kredibilitas blog semakin ditingkatkan.

Yang ngeblog itu ‘kan memang amat sangat banyak. Ada yang sekadar berisi curahan hati sehari-hari, berita terkini, khusus masakan, dsb. Ada yang benar-benar dikelola dan banyak juga yang terabaikan. Daku rasa pembaca sudah sangat pintar mengidentifikasinya.

Hanya saja, kalau ada “yang makan nangka”, kita kemungkinan kena getahnya. Namun kenyataan tersebut tak lantas membenamkan harapan. Itu artinya kita memerlukan upaya lebih untuk merangkul kepercayaan.

Daku jadi ingat obrolan dengan seorang teman. Ia tak hanya teliti soal konten, melainkan sangat perhatian akan tata bahasanya. Semua itu ditujukan benar-benar untuk kebaikan atau reputasi blog sendiri.

10 Tips Agar Mendapat Kepercayaan Pembaca

next-page-RD-300x100-1

One Response
  1. danar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *