10 Keajaiban yang Akan Menghampiri Otak Jika Rutin Menulis Setiap Saat

10 Keajaiban yang Akan Menghampiri Otak Jika Rutin Menulis Setiap Saat

keajaiban menulis, terapi menulis, menulis sebagai terapi, manfaat menulis, manfaat menulis diary, keuntungan menulis, keuntungan menulis novel, keuntungan menulis blog, keuntungan menulis buku, keajaiban menulis, pengaruh menulis terhadap otak

By: Joel Robison via IG: @deeannrose

Menulis itu susah enggak, sih?

Dibanding dengan berbicara, mendengar, dan membaca, menulis menjadi skill berbahasa yang dipandang rumit. Baru saja pegang pulpen atau kertas, kita tiba-tiba gelagapan, tak tahu kata pertama apa yang musti dicatat. Hal yang sama berlaku juga sama pemijit tuts keyboard.

Padahal menulis menjadi salah-satu aktivitas yang sering kita lakukan. Sepertinya tinggal menggoreskan tinta atau ketik-mengetik saja. Tetapi lagi-lagi, kalau sengaja menulis karya fiksi atau non-fiksi, ternyata tak sesimpel yang dikira.

Jangan jauh-jauh dulu bicara soal teknik menulis, menggunakan EYD yang baik dan benar, unsur intrinsik, menjadi penulis berpenghasilan tinggi, dsb. Orang yang sekadar suka atau berminat menulis saja sepertinya cukup jarang. Untuk itu, kita patut bersyukur apabila masih dikarunia hasrat atau tergerak untuk menulis.

Pasalnya ada beberapa keajaiban yang bisa menghampiri otak apabila kita menulis. Apalagi kalau kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap hari. Saking rutinnya, kita tak lagi menganggap sebagai tugas atau beban, melainkan kebutuhan tersendiri. Sehingga kalau sehari saja tak menulis, rasanya seperti ada yang kurang.

Apa saja keajaiban tersebut? Jom!

#1. Menjadi Terapi Tersendiri

Ketika orang yang hobi menulis memegang pulpen – kertas atau menghadapi komputer, ia seperti memiliki senjata untuk menenangkan pikiran. Otak yang berisi ini-itu bisa ditumpahkan dalam bentuk tulisan. Ada sensasi senang, puas, bangga, dsb kala semua yang ingin kita curahkan bisa menyembur tanpa halangan. Dan soal menulis sebagai terapi ini, daku pernah menuliskannya dalam postingan: 3 Jenis Terapi Menulis untuk Hidup Lebih Manis.

#2.  Memiliki Chemistry Tersendiri dengan Menulis

Tekad untuk menulis secara rutin setiap hari tentu selalu tertanam. Kita dan menulis pun serasa memiliki hubungan yang spesial. Namun ada banyak momen, di mana kita sampai tak sempat menulis. Di saat seperti itu, otak dan hati akan sama-sama hampa. Kita seperti merasa bersalah. Seperti ada yang kurang. Dan secara tak sadar, kita akan berkomitmen kalau hal tersebut tak akan sering terjadi.

#3. Hidup Kita Lebih Tertata

Kita cinta dan butuh menulis. Tetapi kita juga cinta dan butuh hal lainnya. Untuk itu, biasanya orang yang hobi menulis akan menetapkan jam-jam tertentu untuk “kencan” dengan alat tulisnya. Hal ini akan membuat kita “sadar waktu”. Jadi detik demi detiknya sudah memiliki porsi untuk kegiatan yang produktif.

#4.  Bisa Berjauhan dengan Fenomena “Writer’s Block”

Penulis senior atau junior tentu pernah mengalami yang namanya writer’s block, keadaan di mana kita sudah tak tahu apa lagi yang musti ditulis. Atau, kita sudah ada di tengah jalan, namun tiba-tiba mengalami kebuntuan ide dan kosa-kata. Namun jika kita sudah memasukkan menulis sebagai aktivitas tiap hari, ide dan kata-katanya akan lebih mudah mengalir. Otak, hati, dan jari seperti sudah kompak sendiri.

#5.  Semakin Kaya akan Kosa-Kata

Karena “pergaulan” kita memang seputar bahasa, maka kosa-kata akan menjadi bagian penting yang dikenal. Jika membiasakan diri untuk menulis setiap hari, akan ada kecenderungan untuk semakin menggali kosa-kata. Entah yang baku, yang gaul, adaptasi dari bahasa asing, dsb. Yang jelas, kekayaan yang satu ini didapat tanpa terasa dan tanpa terpaksa. Mengalir begitu saja.

next-page-RD-300x100-1

6 Comments
  1. Fikri Maulana
    • deeann
  2. kangjum
    • deeann
  3. kekitaan
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *