Ketika Dunia Gelap Gulita, Sesuatu Di Dalam Diri Kita Menyala

Ketika Dunia Gelap Gulita, Sesuatu Di Dalam Diri Kita Menyala

ilustrasi matahari tertidur Enkel Dika via IG: @deeannrose, kegelapan, matahari tidur, gerhana matahari total, Ketika Dunia Gelap Gulita, Sesuatu Di Dalam Diri Kita Menyala

By: Enkel Dika via IG: @deeannrose

Seisi dunia gelap gulita.

Apa keadaan tersebut pernah terbayang oleh kita?

Hari ini, nampaknya telinga matahari semakin memanas. Kita sibuk membicarakannya, bahkan dari jauh-jauh hari. Tentang gerhana totalnya, tentang dirinya yang akan tertutup sementara. Atau tentang kegelapan. Atau tentang akibat apabila melihatnya dalam keadaan mata telanjang.

Begitu membuka media sosial, berbagai topik langsung menjadi trend. Ada yang membahas Hari Nyepi, meramaikan ulang tahun Kim Taeyeon, memperbincangkan prediksi kemenangan Donal Trump, mendengungkan hari musik nasional, dsb. Lagi-lagi, topik lain yang tak kalah sengit yaitu tentang matahari, dan gerhana totalnya yang sangat langka.

Adem rasanya ketika daku, kita semua, jadi memuji kuasa Allah Swt. Kita tiba-tiba mengucapkan syukur, takbir, tahlil, dsb. Alhamdulillaaah… kita masih diingatkan betapa kerdilnya diri ini. Seseorang malah menyembulkan asumsi,

“Bagaimana kalau gelapnya enggak sekadar dua menitan? Bagaimana kalau selamanya? Bagaimana kalau hari ini juga sangkakala dibunyikan? Sudah siapkah?”

Ya Allah…

Di daerahku, kegelapannya tidak total. Hanya saja, matahari terasa berbeda. Terlihat lebih redup. Itu pun tak lama. Oh, gejala alam tersebut juga tak lepas dari iringan sholawat dari corong-corong mushola, sekaligus desas-desus dari mulut-mulut kita.

Ketika Dunia Gelap Gulita, Sesuatu Di Dalam Diri Kita Menyala

Kata orang, kegelapan membuat imajinasi kita lebih liar. Kegelapan juga mengundang daya kreativitas. Kegelapan banyak membantu seseorang untuk berkhayal, mendatangkan impian, dan menepikan kenyataan.

Kalau ketika suasananya terang, mata kita cenderung menangkap segala hal. Semuanya jadi terlihat. Kita sulit fokus. Imajinasi dan kreativitas pun kadang enggan datang.

Kegelapan membuat emosi kita tidak “keterlaluan”. Kita memandang segala sesuatu secara rata. Wajah cakep atau tidak, kalau saat gelap, sama saja.

Rasa takut sering menyelinap di kala gelap. Entah kenapa. Berbagai ingatan atau bayangan menakutkan berdatangan. Tentang hantu, sesuatu yang merayap, atau juga kematian.

Mati… gelap…

Kala itu, hati seperti mendapat secercah cahaya. Tentang betapa kerdil kita, yang langsung ciut ketika terang sudah direnggut. #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *