30 Cerpen Super Pendek yang Sedih dan Mengharukan

30 Cerpen Super Pendek yang Sedih dan Mengharukan

cerpen, cerpen sedih, cerpen paling pendek, cerpen terpendek, cerpen sedih, cerpen mengharukan

By: Daniel F. Gerhartz

Bicara karya fiksi terpendek, kita akan diingatkan pada karya Ernest Hemingway, ya. Dia pernah menuliskan 6 kata berisi “For Sale: Baby Shoes, Never Worn”. Karya tersebut bahkan diklaim sebagai novel paling pendek sedunia.

Nah, kemarin-kemarin, daku tanpa sengaja “terdampar” ke sebuah blog yang berisi cerpen atau cerita pendek yang super duper pendek. Beberapa bahkan daku sadur dan dimasukkan ke dalam list ini. Selanjutnya, daku mencoba membuat cerpen pendek sendiri. Ternyata susah juga, ya? Kita musti merangkum cerita dan emosi sedih hanya dalam beberapa karakter saja.

Beruntung adikku, risal boston, datang dan ikut menuangkan idenya. So, inilah hasilnya! Jom!

~~~

“Sampai jumpa besok!” katanya. Tapi sebelum fajar tiba, corong mushola sudah mengumumkan kepulangannya.

[deeannrose]

~

“Kamu… siapa?” tanya seseorang yang sudah sangat daku kenal.

[deeannrose]

~

Ada di hadapan. Sertifikat kelahiran. Sertifikat kematian. Satu pulpen di tangan.

[diolah dari sixwordsmyth]

~

“Daku pulang, Ibu!” seseorang berseru sambil masuk ke rumahnya, yang sudah kosong melompong.

[deeannrose]

~

Hey, perkenalkan belahan jiwaku. Sekarang prosesi pernikahannya tengah berlangsung.

[LoveFoolosophy]

~

Kamu pernah berjanji untuk selalu menemaniku. Tapi daku telah lama merasa sepi.

[risal-boston]

~

“Kenapa dia? Kenapa bukan daku?” tanyanya, entah pada siapa.

[deeannrose]

~

Dulu daku pernah memiliki seorang sahabat.

[melp]

~

Kita berdekatan. Tapi daku tak dapat meraihmu.

[deeannrose]

~

Mereka saling mencintai. Statusnya menikah; dengan pasangan masing-masing.

[deeannrose]

~

“Salah nomor, salah sambung,” ucap seseorang yang suaranya begitu familiar.

[Bailiff]

~

Hari ini, kuperkenalkan diriku lagi pada ibu.

[Warsy26]

~

“Dia ke luar rumah, dan sampai sekarang tak kunjung pulang,” hanya itulah isi ingatan ibu tua.

[deeannrose – risal boston]

~

“Kamu pulang, Nak?” suara itu hadir tiap kali dia pulang. Tapi begitu masuk, ubin tetap dingin. Tak ada siapa-siapa di dapur.

[deeannrose]

~

“Daku menderita alzheimers,” ucap kakek. Lagi

[Gary10]

~

cerpen, cerpen sedih, cerpen mengharukan, cerpen pendek, cerpen super pendek, cerpen terpendek

Via: Curayolo on tumblr

Kami turut berduka cita,” satu per satu pelayat berkata pada anak yang kini sebatang kara.

[deeannrose]

~

“Daku bersedia menikahinya,” katanya, sesuai dengan perintah.

[cresur]

~

Daku mencintainya. Tapi dia tak pernah tahu itu.

[deeannrose]

~

Ketahuilah, daku berjuang sekeras ini bukan untuk dicaci.

[deeannrose – risal boston]

~

Begitu lulus sekolah, hutangnya banyak. Surat lamaran kerjanya juga.

[deeannrose]

~

Kini kamu bisa memandang cahaya. Nikmati saja, walau daku ada dalam gulita.

[deeannrose – risal boston]

~

“Jangan biarkan daku mati secepat ini,” begitulah wasiat terakhirnya.

[Elijahforce]

~

Daku bahagia. Tapi waktu itu ada batasanya.

[deeannrose]

~

Mereka mengurungku. Mereka lupa menaruh kuncinya.

[deeannrose]

~

“Dia pergi! Dia sudah pergi!” seseorang yang baru datang mengamuk di sebuah rumah duka, “Dia belum pamit!”

[deeannrose]

~

“Kembalilah…” lirih seseorang, “Daku mohon.”

[deeannrose]

~

Daku rindu. Itu sia-sia, kutahu. Kita tak akan pernah bertemu. Tapi daku rindu.

[deeannrose – risal boston]

~

Daku dan sahabatku. Kami masih muda. Suka nangis dan tertawa bersama-sama. Tapi kini, dia sudah mati.

[deeannrose]

~

Setelah habis-habisan sekolah dan melamar kerja, akhirnya dia diterima. Sayang, kedua orang tuanya sudah tiada, sesaat sebelum ia memberi kejutan berupa gaji pertama.

[deeannrose]

~

Ketika mengingatmu, daku tersenyum, tertawa, lalu menangis.

[risal boston]

~~~

Demikian, Bro-Sist. Karya biasa, memang. Hehe… terima kasih sudah berkunjung dan membacanya, ya! 30 Cerpen Super Pendek yang Sedih dan Mengharukan. #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *