Yang Dilakukan Ketika Kecewa, Kenyataan Tidak Sesuai dengan Harapan (1)

Yang Dilakukan Ketika Kecewa, Kenyataan Tidak Sesuai dengan Harapan (1)

tidak sesuai harapan, harapan tidak sesuai kenyataan, kenyataan tak sesuai harapan, keinginan tak sesuai harapan, sinonim tak sesuai kenyataan, kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan disebut, kata tidak sesuai harapan, kata2 harapan dan doa, yang dilakukan ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan, yang dilakukan ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan

Via: Chibird on Pinterest

Siapa yang tak pernah kecewa?

Dunia ini menyediakan dua sisi, ekspektasi dan realita, ya. Harapan biasanya diisi dengan hal-hal indah, menyenangkan, dan sesuai dengan impian. Tapi sifatnya fatamorgana. Belum tentu nyata.

Kalau kenyataan biasanya blak-blakan. Seadanya. Enggak peduli mau nyakitin orang, dia bahkan bisa menampar bolak-balik. Keras, lagi!

Sebenarnya daku menulis postingan ini pun dalam keadaan yang masih kecewa. Tapi kadarnya memang sudah berkurang. Hehe…

Jadi kemarin (27/04/2016), blog ini gajian dari salah-satu program periklanan. Bulan kemarin, kami mendapatkan nominal yang lumayan. Wajar ‘kan kalau bulan ini ada harapan dengan jumlah yang minimal sama, atau paling tidak, naik? Hehe… Bagaimanapun, performa blog ini alhamdulillah menanjak. Terima kasih banyak, Bro-Sist!

Harapanku sudah terbentuk. Kalau “cair” se-anu, mau anu. Sudah daku rencanakan alokasi dana tersebut. Tapi daku kesampingkan dulu niat untuk ganti frame kacamata, kok. Masih ada hal yang lebih penting, yang sudah daku niatkan dalam hati. Hehe… daku juga berencana untuk menyicil (lagi) uang kuliah adik pertamaku, sebelum di pencairan bulan depan akan dijatahkan untuk si bungsu.

Tapi, apa?

Hasilnya anjlok. Nukik. Hiiiy… pokoknya bikin tercenung! Ibaratnya yang kemarin saja mendapat 8 milyar, sekarang malah 900 juta. Hehe…

Remuk, bahkan hancur deh rencana yang sudah disusun.

Tidak, daku tidak meniadakan rasa bahagiaku karena trafik di blog ini naik. Malah sangat bersyukur sekali. Namun dari segi pendapatan, daku rasa wajar kalau kecewa. Maklum, manusia. Hehe…

Segera daku kontak dua mentorku. Selalu ada kelegaan kalau curhat dan berbincang sama mereka. Tapi intinya kami memang kecewa dan marah. Pokoknya emosional. Dan ujungnya saling mengingatkan untuk tetap sabar. Err… terkesan dramatis enggak, sih?! Haha…

Lalu apa daku membenci keadaan ini? Iya, ngaku.

Apa daku mengeluh? Duh, iya, euy!

Apa daku menyesali semuanya? Enggak.

Apa daku membenci program periklanannya? Hhh… dikit.

Apa daku memaafkan mereka? Oke, setelah dipikir-pikir, iya.

Tapi apa yang terjadi? Semuanya sudah terjadi. Salah-satu mentorku sudah berusaha untuk menghubungi admin, dan hasilnya masih sama. Dia sudah mencoba, tapi tak ada yang berubah. Ya, sudah.

Intinya, kenyataan tak sesuai dengan harapan. Harapan tak sesuai dengan kenyataan. Ekspektasi dan realita sedang tak satu suara. Kamilah korbannya. Haha…

Daku musti menyesuaikan keadaan ini. Siapapun yang ada dalam posisiku pasti tak akan senang. Ibaratnya kita sudah capek banting tulang bekerja, namun upahnya malah jauh dari standard minimum. Nah, bagaimana? Bawaannya tidak bergairah.

Kalau boleh ditumpahkan… daku berusaha semaksimal mungkin mengelola blog ini. Daku terus belajar hal-hal sulit nan memusingkan yang dulu tidak terpikirkan, menuangkan ide-ide, menyusun kata, memilihkan gambar, dan intinya memastikan kalau performa blog ini cukup bagus. Syukur-syukur kalau sampai mengundang manfaat?!

Baiklah… selama beberapa saat memang menyebalkan. Penginnya terus menggerutu. Bahkan sahabat-sahabatku yang bernama Inoy, Faridz, Cha, dan Yoga pun kena sambarannya. Hahaha…

Tetapi…

Mau tak mau, daku musti menelan apa yang sudah dikasihkan kenyataan. Inilah realitanya.

Setelah masa-masa emosionalnya mendingan, daku merasakan yang namanya fase “perenungan”. Bawaannya masih malas dan lemas. Ternyata berbisnis di internet dengan uang yang langsung besar dan proses yang teramat mudah itu… bohong! :p

Banyak hal yang daku pikirkan. Tapi isinya berantakan. Yang jelas, di masa ini, pikiran yang lebih banyak berperan. Apa yang dikeluhkan sudah mulai mendapat hiburan dari diri sendiri.

Ada hikmahnya juga daku menuliskan berbagai postingan inspiratif atau memotivasi. Semuanya daku telan lagi. Keadaannya memang tengah mendukung. Hehe…

Sekarang ini, daku rasa sudah ada di tahap moving on, khususnya dari situasi yang bikin jengah. Daku sudah mulai menerima keadaan dengan legowo. Di level ini, daku juga mulai melakukan evaluasi. Ada peninjauan ulang, gitu. Tapi tentu saja, semuanya tak lepas dari para mentor. Rencana demi rencana pun tersusun dan masih tengah diproses.

Puncaknya ya postingan ini.

Jadi ada kesadaran sendiri kalau harapan dan kenyataan tak wajib bertemu. Semua ini melibatkan keputusan Tuhan YME juga. Kalau kita sudah mencoba dan berusaha, tugas selanjutnya… menerima. Semoga ada hikmahnya, dan tetap ada dalam keridhoan-Nya.

Begitulah… sudah mulai lega, damai, dan ringan rasanya. Yang Dilakukan Ketika Kecewa, Kenyataan Tidak Sesuai dengan Harapan (1). #RD

4 Comments
  1. itz
    • deeann
  2. ijeverson.com
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *