Monster itu Bernama Moody

Monster itu Bernama Moody

mood, mood swings, moody, mood buruk

Via: emaze.com

Salah-satu kebahagiaan besar yang sering terlupakan adalah... menyadari kalau diri kita moody, tapi masih ada saja orang yang tetap memaklumi atau memahami. Mereka tidak pergi. Masih sudi menemani.

~

Mood buruk memang brengsek. Baru saja kita merasa semangat dan optimis, tiba-tiba sesuatu terjadi. Bedebahnya, sesuatu itu memiliki efek yang besar. Sesuatu itu bahkan bisa menjumpalitkan keadaan. Enyah sudah rasa positif dan bahagia, berganti dengan muak belaka.

Beragam hal bisa jadi sumber dari moody. Apapun itu. Entah memang penyakit, kebiasaan buruk, keturunan, hormon, sedang haidh, sedang hamil, atau karena ada hal super simpel yang terlalu kita pikirkan. Sampai ada istilah “senggol dikit, dicubit sampai nyelekit”. Pokoknya kita jadi super sensitif.

Mungkin ada yang beranggapan kalau sifat tersebut… kekanakan? Egois? Atau, cari perhatian?

Percayalah… rasanya sebagian besar orang yang moody juga tidak mau keadaan moody. But we can’t help it. Bisa dibilang, mood buruk adalah tamu paling berbahaya yang tak diinginkan kedatangannya. Namun kalau dia sudah mampir, kita sendiri akan sangat sulit mengusirnya.

Orang moody bisa berubah total, tak lagi menjadi dirinya sendirinya. Kalau sedang kena mood swings, kita jadi enggan mendengar nasihat atau omongan positif. Bagai monster; liar, kejam, jahat, atau dzolim. Tak pandang bulu, melindas apa yang melintas. Benar-benar dikuasai keburukan mood.

~

mood, moody, mood swings, mood perempuan, bad mood, mood buruk

Via: bebrainfit.com

Moody itu wajar, hal yang lumrah terjadi…

Daku cukup senang dan tenang akan pernyataan ini. Entah kenapa, rasanya seperti ada penghibur. Kita seakan-akan “dibela”, dan begitu dipahami keadaan jiwanya.

Namun di sisi lain, mood bisa jadi ancaman besar jika pengaruhnya sudah membesar pula. Akan mengerikan jika mood buruk merusak hubungan persaudaraan, pertemanan, romantisme, atau sosial masyarakat kita.

Mood buruk juga bisa jadi sesuatu yang menakutkan jika sampai memenggal produktivitas. Kita jadi amat sangat malas ngapa-ngapain. Mau dipaksakan nulis, belajar, bekerja, atau sekadar mendengarkan seseorang yang bicara saja cukup sulit.

Kalau sudah begitu, ujungnya bisa jadi semrawut. Kita tetap menerobos dan kemungkinan mendapat hasil kurang memuaskan, berdiam diri saja, atau mencari-cari pelampiasan emosi. Yang pastinya, energi kita serasa terserap sekalipun tak melakukan apapun. Capek.

~

Barangkali begitulah yang daku rasakan akhir-akhir ini. Sudah sekitar semingguan, bertepatan dengan masaku untuk datang bulan. 😀 Daku tak bisa menjabarkan berbagai alasannya. Katakanlah, salah-satu diantara penyebabnya masih berkaitan dengan keluarga. Persoalan ini menjadi satu dari sekian spot yang berhasil membuatku tertekuk.

Kalau sedang dramatis, daku jadi berpikir, kenapa segala sesuatunya datang berbarengan? Mereka seakan-akan bersekongkol untuk membuat hidup kita semakin sulit. Kedamaian yang semula dirasakan berubah jadi resah.

Tapi kalau kata Virginia Woolf, kita tidak bisa menemukan kedamaian dengan cara menghindari kehidupan.

Selama masih bernapas, selama itu pula ada banyak hal yang masih harus diperbaiki atau dieksekusi. Nah, daku menjalani segala sesuatunya dengan… oh serasa biasa, padahal jelas ada yang berbeda. Efeknya lumer. Blog jadi telat update, dan proses menulis artikel lain pun memerlukan konsentrasi ekstra.

Daku pribadi biasanya menghindari segala bentuk interaksi. Istilahnya, daku menepi (dulu). Kalau tidak pada musik, daku lebih memilih tidur. Setidaknya, efek dari bad mood kita tidak menelan korban. Apalagi kalau “tumbal” itu merupakan orang-orang terdekat? Ah…

Sadar diri, keadaan moody itu berpeluang menjadikan kita sebagai sosok monster. “Kandungan positif” dalam diri sedang sedikit. Karena itu daripada nanti membuat keonaran, lebih baik, untuk sementara ya diam saja. Hehe… #peace. Monster itu Bernama Moody.#RD

4 Comments
  1. Bayu Setya Romansyah
    • deeann
    • Bayu Setya Romansyah
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *