16 Alasan Kenapa Kita Tak Musti Malu Menjadi Seorang Pemalu

Posted on

malu, pemalu, sifat malu, sifat pemalu, orang pemalu, manfaat sifat malu, malu dalam islam, perempuan pemalu, cara mengatasi rasa malu, hikmah sifat pemalu
Via: rafichowdhury.com

#7. “Menularkan” Ketenangan

Bagaimana perasaan kita ketika di tengah suasana hectic atau panik, lalu orang-orang di sekitar menjerit-jerit? Tentu kita akan ikut was-was tak karuan. Tapi orang yang pemalu biasanya memiliki skill khusus untuk tetap tenang, terkendali, bahkan tak bereaksi secara brutal. Kadang sikapnya ini menjalarkan rasa tenang tersendiri bagi orang di sekitarnya.

#8. Pemerhati Ulung

Ketika dalam sebuah diskusi atau obrolan, biasanya orang yang pemalu tak akan banyak komentar. Mirip seperti orang yang berkepribadian introvert. Dia bukannya tidak memerhatikan, melainkan justeru sedang mengobservasi dalam diam. Sehingga terkadang banyak yang kecil yang tak luput dari perhatiannya.

#9. Peduli Pada Perkataan Orang

Well, yang satu ini bisa berefek negatif dan positif. Namun orang pemalu memang menganggap pandangan orang lain itu cukup penting, sehingga membuat mereka sadar diri. Mereka tahu kalau sifat bawaannya kadang dipandang membosankan dan bikin canggung. Sehingga, si pemalu sebenarnya terus belajar dan berusaha untuk lebih hangat lagi agar suasananya cair.

#10. Lebih Terpercaya

Jika dibandingkan, orang biasanya lebih menaruh kepercayaan pada si pemalu. Bagaimanapun, rasa malu membuatnya kerap berhati-hati dan tak hobi menebar omongan sana-sini. Karena sifat ini, dia juga berpeluang menjadi pemimpin andalan.

#11. Mengundang Orang untuk Lebih Terbuka

Sudah disinggung sebelumnya kalau pemalu itu cenderung menjadi pendengar yang baik serta pribadi yang terpercaya. Dia juga bisa lebih empati. Untuk itu, orang-orang di sekitar bisa lebih terbuka padanya. Mereka nyaman.

#12. Pintar dan Selalu Ingin Memecahkan Masalah

Salah-satu perjuangan orang yang memiliki sifat malu yaitu… mencoba lebih terbuka dan enjoy dengan orang lain. Dia bukan sosok yang antisosial, melainkan sedikit lama merasakan kenyaman di tengah orang-orang. Hal tersebut menjadi masalah klasik yang terus saja diupayakan solusinya. Untuk itu, ia sudah terbiasa dengan yang namanya problem serta bagaimana cara mengatasinya.

#13. Berpotensi Sebagai Sahabat atau Pasangan Ideal

Hubungan yang indah itu langgeng dan dalem. Tak banyak yang bisa menciptakannya, entah dalam hal persahabatan atau percintaan. Masalahnya bukan hanya jarak, status, atau kekayaan. Poin utamanya terletak pada pelakunya sendiri. Pemalu cenderung mampu menjadi sosok yang bisa dipercaya dan bikin nyaman, apalagi kalau sudah mengenal lama dan saling terbuka.

#14. Berpeluang untuk Memiliki Keberanian tak Terduga

Karena pemalu, biasanya banyak pekerjaan atau profesi yang tak cocok. Khususnya kalau pekerjaan itu menuntut keberanian atau interaksi dengan orang banyak. Misalnya sales, penceramah, pengacara, dsb. Tetapi kalau si pemalu ternyata masuk ke dunia tersebut, ada kemungkinan kalau dia akan tampil lebih berani dari dugaannya. Contohnya saja Dr. Zakir Naik yang dulunya bahkan gagap, namun semenjak jadi pembicara atau pendakwah, kemampuan komunikasinya melesat.

#15. Damai, Tak Menuntut Menjadi Pusat Perhatian

Banyak pihak yang terpaksa membuat sensasi agar dilirik atau diperhatikan orang. Namun si pemalu justeru merasa “enggak apa-apa enggak jadi pusat perhatian juga”. Ia lebih damai ditinggal sendiri di dunianya.

#16. Bisa Sukses Besar Dalam Pekerjaan Cocoknya

Mengingat pembawaannya yang pemalu, dia lebih condong akan pekerjaan yang sekiranya “sepi-senyap”. Dia kurang cocok pada pekerjaan yang menuntut untuk tampil di panggung, bicara di hadapan banyak orang, atau memengaruhi publik. Dia lebih nyaman bekerja di belakang layar, atau di tempat yang sekiranya tak banyak interupsi dan acara sosialisasi langsung. Misalnya penulis, pemahat, pelukis, pembuat kerajinan, dsb. Kalau pekerjaannya sudah dirasa nyaman, tentu ia akan enjoy  dan fokus. Hasilnya pun bisa maksimal.

~

Apa ada lagi, ya?

Nah, intinya sifat pemalu itu bisa jadi kelemahan dan bisa juga jadi kelebihan. Tergantung dari bagaimana kita menggunakannya di situasi yang tepat. Kita baiknya meluruskan stigma buruk yang kerap hinggap. Well, karena daku juga merasa sebagai pemalu. Ha! 16 Alasan Kenapa Kita Tak Musti Malu Menjadi Seorang Pemalu. #RD


5 thoughts on “16 Alasan Kenapa Kita Tak Musti Malu Menjadi Seorang Pemalu

  1. menjalani hidup sbg diri sendiri yg pemalu tapi malu yang sewajarnya, malu yang relialiatis dan tidak dibuat buat, prakteknya susah dibutuhkan pengalaman mental yang lama

  2. Dan jangan lupa orang yang mahir berbahasa asing dengan tingkat near native speaker pun pernah dalam posisi kamu sekarang, dia bahkan pernah jadi pemula belajar bahasa asing yang dia kuasai dengan baik sekarang ini.

Comments are closed.