8 Cara Puasa Membuat Hidup Kita Lebih Baik dan Bermakna

8 Cara Puasa Membuat Hidup Kita Lebih Baik dan Bermakna

puasa, manfaat puasa, cara puasa membuat hidup kita lebih baik dan bermakna

Puasa itu… apa enaknya, sih?

Bagi sebagian dari kita, puasa identik dengan rasa lapar dan dahaga… belaka. Perokok tak leluasa menghisap rokoknya. Yang haus tak bisa leluasa menenggak minumannya. Begitupun orang-orang lapar, tak bisa leluasa makan dan minum dari terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari.

Pokoknya hubungan nafsu kita dengan aneka keinginan (dan kebutuhan) sedang break, atau istilahnya “putus sementara”Dan, hal ini tentu jadi tantangan yang tak ringan. Iya, ‘kan?

Padahal kalau flashback, kita memiliki ikatan kuat tersendiri dengan segala yang dilarang. Katakanlah makanan, minuman, rokok, kopi, s*ks, meluapkan emosi, dsb. Kita menganggap kalau semua itu adalah sumber pertahanan hidup, kesenangan, atau memang sesuatu yang bikin candu. Tapi khusus di Bulan Ramadhan, kita dan mereka hanya saling kenal. Terlarang untuk berhubungan.

Tapi studi manapun memang mengakui bahwa puasa itu sangat menguntungkan. Tak ada yang melarang atau menyatakan bahwa ibadah yang satu ini begitu berbahaya. Malah, puasa jadi rekomendasi atau terapi untuk beberapa hal yang ingin kita perbaiki.

Nah, bagaimana cara kerja puasa sampai bisa membuat hidup kita lebih baik dan bermakna? Jom!

#1. Meningkatkan Kualitas Kesehatan

Sumber penyakit kebanyakan berasal dari sesuatu yang kita makan. Begitulah kira-kira pernyataan yang akhir-akhir ini banyak keluar. Namun bukan berarti kita menyalahkan segala penyakit pada makanan, ya.

Tak bisa dipungkiri, apa yang kita konsumsi semakin banyak yang tak higienis, terkontaminasi racun, mengandung banyak zat kimiawi, dsb. Untuk itu, puasa bisa jadi “waktu istirahat” bagi tubuh. Lagipula sudah banyak sumber yang menyatakan betapa bermanfaatnya puasa bagi kesehatan tubuh manusia.

Entah itu mengendalikan kadar kolestrol, menjaga kestabilan jantung dan pembuluh darah, mencegah datang diabetes, menjaga kinerja ginjal, meningkatkan imunitas tubuh, sebagai detoksifikasi (atau proses pembersihan) racun dalam sistem pencernaan, dsb.

#2. Mempertajam Kinerja Otak atau Pikiran

Ketika berpuasa, biasanya pikiran kita sedikit lebih tenang dari hari biasa. Isinya tidak terlalu keruh, sehingga kinerjanya pun lebih tajam. Baik itu ketika dimanfaatkan untuk mengingat atau menghapal, berpikir, memahami, atau untuk konsentrasi. Bahkan anak sekolah kadang lebih cepat menyerap pelajaran ketika mereka berpuasa.

#3. Mencegah Depresi atau Stress

Berbagai sumber menyebutkan kalau puasa bisa berpengaruh pada penurunan hormon kortisol, jadinya tidak berlebihan. Itu artinya, para shoim atau orang yang berpuasa cenderung memiliki kadar stress yang rendah. Bagaimanapun, hati dan pikiran mereka biasanya begitu tenang dan terkendali.

#4. Pengalaman Merasakan Lapar

Setiap orang pasti pernah merasakan lapar. Namun kalau di hari biasa, kita bisa saja dengan mudah segera mengobatinya. Begitu lapar melanda, kita biasanya langsung ngacir  ke dapur, warteg, restoran cepat saji, atau mungkin malakin teman buat traktiran.

Beda kondisinya ketika berpuasa. Visual makanan semakin terlihat seksi dan menggairahkan. Begitu juga dengan aromanya, yang terasa begitu menggoda. Namun di saat yang sama, kita tak biasa apa-apa. Orang sedang berpuasa?!

Lapar itu kemudian menampar kita dengan cara khasnya. Kita jadi diingatkan akan orang-orang yang biasa hidup dengan perut keroncongan. “Derita” kita yang sebulan belum apa dengan mereka yang sudah terbiasa dalam keadaan perut kosong. Kita juga jadi sadar, betapa manusia tak berdaya, hanya karena hidupnya terpisah dengan makanan. Sisi kemanusiaan kita pun bisa terasah.

#5. Melatih Pengendalian Diri

Dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari, kita sudah dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu. Diri ini dibuat berjuang agar tak menyeruput kopi, menghisap rokok, menyaksikan sesuatu yang tak seharusnya, mencak-mencak, membicarakan aib orang lain, dsb. Pokoknya ada dorongan untuk menjauhi hal yang dilarang, dan mendekati apa yang dianjurkan. Semua itu tentu jadi latihan tersendiri agar kita lebih sabar dan terarah.

#6. Mengundang Rasa Euforia

Anak kecil, atau mungkin kita, amat gembira dengan hadirnya puasa lantaran di hari depan akan menyambut lebaran. Kita akan kembali “hidup normal”, kumpul bersama keluarga, takbir keliling, makan-makan, mengenakan baju terbaik, dsb. Sebenarnya bittersweet, ya. Mustinya kita sedih ketika berpisah dengan Ramadhan. Huft.

Tapi memang banyak kabar gembira ketika Ramadhan tiba. Siapa yang memiliki pengalaman menjalani puasa Ramadhan berarti memiliki kesempatan untuk mencecap semua barokahnya. Sepuluh hari pertama penuh rohmat atau kasih sayang, sepuluh hari berikutnya berisi maghfiroh atau ampunan, dan sepuluh hari terakhir berisi kejutan baik, pahala berlipat, atau jaminan terhindarnya diri dari api neraka.

#7. Meningkatkan Amalan dan Keyakinan Beragama

Entah karena motivasi dari diri sendiri atau memang dorongan lingkungan, namun biasanya kita akan jadi lebih rajin. Yang biasanya menunaikan sholat wajib secara bolong-bolong, kini bisa penuh. Yang biasanya malas sholat sunah, kini jadi menyempatkan diri. Yang biasanya enggan tadarusan, juga jadi tekun membaca ayat Alqur’an.  Amalan tersebut biasanya berhasil menebalkan ketaatan, ketakutan, dan keyakinan akan din yang kita rangkul.

#8. Mengembalikan atau Mendekatkan kita Pada Allah Swt

Ternyata ada kedamaian tersendiri ketika jidat kita menyentuh alas bumi, lalu kita menggumamkan bacaan yang mengagungkan Allah Swt. Kehampaan hati seakan tertambal ketika kita bisa “bercengkerama” dengan Tuhan, menyampaikan segala doa dan harapan. Kita jadi tersadar, betapa selama ini hati dan pikiran terlalu dijejali urusan dunia. Kita jadi menepikan Allah Swt, serta tujuan penciptaan manusia sebagai makhluk yang mustinya beribadah. Namun momen puasa kerap “mengembalikan” jiwa kita yang sempat jauh melanglangbuana. Kita kembali pada pelukan agama, sesuatu yang sebenarnya menyejukkan kalbu.

Nah, tepat pada 06-06-2016 kita mulai beribadah puasa secara serentak. Selamat menunaikan ibadah, ya. Tetap saling respect dan terus menebar kasih. Aamiin. 8 Cara Puasa Membuat Hidup Kita Lebih Baik dan Bermakna. #RD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *