5 Bahan Introspeksi Kenapa Teman Facebook Sampai Tega Memblokir Pertemanan Kita

5 Bahan Introspeksi Kenapa Teman Facebook Sampai Tega Memblokir Pertemanan Kita

facebook, cara unfriend di facebook, kenapa unfriend di facebook, kenapa memblokir teman di facebook

Karya: Max Fleishman

Pernahkah Bro-Sist diblokir teman facebook sendiri? Atau sebaliknya, pernahkah Bro-Sist memblokir pertemanan salah-satu dari mereka?

Daku pribadi, untuk pertanyaan yang pertama benar-benar tidak tahu. Hehe… tapi kalau untuk yang kedua memang pernah.  Seingatku jumlahnya hanya sedikit, tak akan mencapai 10 akun. Alasannya sendiri bermacam-macam. Intinya kami beda prinsip, dan daku hanya ingin damai saja. bagaimanapun, ada beberapa hal yang tak bisa kita paksakan untuk sama atau senada.

Nah kemarin-kemarin, seorang sahabat memberi tahuku perihal status fesbuknya Pak Arif Subiyanto. Menurutku pembahasannya sangat menarik. Beliau menyinggung tentang alasan teman-teman fesbuknya yang memutuskan untuk hengkang dari jalinan tersebut. Istilahnya sih ngeblokir, unfriend, atau unfollow, begitu.

Daku sampaikan status beliau secara utuh, ya? Jom!

~

Perlu dicoba: Metode Introspeksi Berbasis Facebook atau Facebook-Based Self-Reflection.

Sebagai fesbuker, saya ini mahluk urakan. Kebal sungkan dan anti sensor alias blak-blakan dalam berkata-kata. Banyak yang suka, ngakak terhibur dan merasa terwakili kekesalan hatinya, tapi tidak sedikit pula yang alergi, tersinggung, jadi antipati dan buwenci setengah mati.

Sebagai konsekuensi logisnya, mereka mengambil opsi unfollow, unfriend atau memblokir saya. Saya bukannya tidak tahu semua itu. Saya tahu persis. Tapi saya hormati pilihan mereka. Hilang kontak di fesbuk tak harus berarti kita musuhan di jagad nyata.

Nah, saya punya semacam taxonomy atau sebut saja klasifikasi alasan atau faktor yang mendorong mereka memutus pertemanan atau menjauhi tulisan saya.

#1. Beda prinsip

Sikap dan prinsip saya tentang toleransi beragama oleh sebagian teman dilabel kebarat-baratan dan liberal serta buta ayat. Mereka delcon (delete contact) saya. Monggo saja, tak jadi soal. Saya sudah komitmen tidak akan debat masalah ketauhidan atau syariat agama di media pertemanan, period.

#2. Beda pandangan

Ada yang tak suka dengan sikap saya dalam mendidik anak. Saya paling benci bocah kecil yang rewelan dan menjajah orangtuanya. In other words, saya tidak respect sama orang tua kemplu yang tidak bisa mengendalikan perilaku balitanya.

Istri saya lebih tegas: bocah kecil yang suka teriak dan memalak ayah bunda pasti digujer atau diolesi sambel mulutnya, lalu diterapi sampai dia bersikap sopan. Nah, ada pakar pendidikan dari mazhab lemah lembut yang benci pendekatan saya. Putuslah pertemanan saya dengan mereka. Tak apa. Hidup itu proses belajar. Kalau ternyata sikap saya ini salah, some day I will make amends.

teman facebook, blokir teman facebook, unfriend di facebook adalah, kenapa blokir teman di facebook

Via: dickfigures.wikia.com

#3. Beda sikap politik

Saya ditinggalkan belasan orang gara-gara pilpres kemaren. Banyak yang marah sama saya sejak capresnya kalah. Padahal saya milih Jokowi karena nggak ada calon lain yang gokil…

Celakanya, yg ngotot pilih capres lain itu pakai pendekatan agama yang weleh-weleh seakan-akan pesta demokrasi ini untuk hajatan pilnab (pemilihan nabi) atau pilmal (pemilihan malaikat). Habislah saya dicaci maki lewat japri (jalur pribadi). Tidak ada yang saya respons, kok kurang kerjaan amat, hehehe…

#4. Ungrounded Jealousy

Suami atau istri yang marah karena pasangannya suka curhat sama saya. Ini yang paling menyulitkan. Ibarat buah simalakama. Orang curhat mosok nggak ditanggapi. Kalau saya cuekin terus dia bunuh diri saya makin disalahkan lagi…

#5. Lain-lain

Beberapa wanita yang dulu saya taksir atau saya kejar (tapi gak sampai saya guna-gunai). Awalnya mereka rajin komentar dan mencolek saya (Siti similikithi poked you 200 times in a row). Lama-lama mereka hilang sendiri. Mungkin karena tak nyaman atau menyesal, ternyata lelaki yg dulu ditolaknya bisa mengubah nasib sehebat ini, hihihi…

Tapi itulah risiko jadi celebrity. Tak apa diunfriend orang, toh yang antri minta di-confirm sebagai teman masih banyak, jumlahnya ratusan, hahahahihihi ahihihihi… (just kidding seriously) ???

~

Hehe… mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan, ya. Sekali lagi, status Pak Arief Subiyanto di atas bisa dijadikan bahan refleksi atau renungan, khususnya bagi para jemaah fesbukiyah. 5 Bahan Introspeksi Kenapa Teman Facebook Sampai Tega Memblokir Pertemanan Kita. #RD

2 Comments
  1. prajuritkecil99
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *