9 Alasan Kenapa Keluarga itu Sangat Penting dan Berharga

9 Alasan Kenapa Keluarga itu Sangat Penting dan Berharga

keluarga, keluarga besar, big family, alasan keluarga itu begitu penting, alasan keluarga itu begitu berharga, keluarga tak ternilai harganya

Hagen Illustration

Keluarga tetap keluarga.

Kita bisa saja bertikai, saling bicara kasar, saling timpuk bantal, atau juga saling berjauhan. Yang satu di desa, satunya lagi di luar kota, bahkan mungkin ada yang terbang ke mancanegara. Tapi di suatu momen, kita kembali berkumpul bersama.

Satu diantara momen itu adalah hari raya, seperti beberapa hari ke belakang. Daku dan keluarga besar Abah Atmadisastra berkumpul. Kebetulan tahun ini reuni keluarganya diadakan di daerahku, tanah kelahiran keluarga. Mereka sendiri datang dari berbagai tempat, yang kemudian mudik demi bersilaturahmi dan berbagi kebahagiaan.

Kata orang, kita tak bisa memilih anggota keluarga. Semua itu ibarat hadiah pilihan dari Tuhan. Satu darah-daging. Satu keturunan. Titik di mana kita memulai hidup, serta menjadi arah untuk setiap kepulangan.

Kesadaran ini membuatku lebih mantap untuk menolak tawaran acara tahunan bersama pihak lain, kalau kebetulan di waktu yang sama bentrok dengan acara keluarga. Semembosankan apapun acaranya, mereka tetap menjadi prioritas utama.

Nah kenapa keluarga begitu penting atau sangat berharga? Jom!

#1. Keluarga Memenuhi Kebutuhan Hidup Kita

Kebutuhan menjadi sesuatu yang mau tak mau musti dipenuhi. Jika tanpa sandang-pangan-papan, apalah jadinya. Dan semua itu sudah disanggupi keluarga sedari kita lahir. Belum lagi dengan kebutuhan vital lain seperti kasih sayang, keceriaan, kepeduliaan, pendidikan, dsb. Poin ini saja sudah menampar kesadaran kita, betapa tak ternilainya keluarga.

#2. Keluarga Menjadi Sekolah Abadi Kita

Terlalu banyak materi yang tidak disampaikan di sekolah biasa. Sedari lahir, sebelum “memakan bangku sekolah”, kita lebih dulu dididik oleh keluarga. Mulai dari skill dasar seperti mendengarkan, berbicara, mandiri, disiplin, dsb. Sampai lulus sekolah pun, keluarga tetap jadi “kampus” yang mendidik kita. Tentang kasih sayang, tanggung jawab, kebersamaan, dsb.

#3. Keluarga Mencetak Masa Depan Kita

Siapa kita sekarang tentu tak lepas dari peran keluarga. Sekolah bisa saja membekali diri dengan ilmu, gelar, atau status. Namun pada akhirnya, keluarga juga memberikan partisipasinya. Keluarga membantu kita memutuskan pekerjaan, pilihan karier, atau jalan masa depan.

keluarga besar, halal bil halal keluarga, keluarga sunda, abah atmadisastra

Halal Bil Halal Keluarga Besar Abah Atmadisastra

#4. Keluarga Merayakan Kebahagiaan Bersama Kita

Ada momen di mana kita tersenyum puas dan bangga. Entah ketika lulus sekolah, mampu beli gadget baru, bisa membangun rumah di usia muda, mendapat posisi kerja yang tinggi, gajinya naik, dsb. Tapi tak semua orang bisa ikut bahagia. Ada yang iri, cemburu, dan bahkan menjadi haters. Mereka menjalankan misi agar pencapaian kita tercoreng atau bahkan terebut. Kontras dengan keluarga, yang ikut merasakan kebahagiaan kita. Mereka bahkan terus mendoakan yang terbaik.

 

#5. Keluarga Ada di Saat Suka Maupun Duka

Di saat suka, banyak sekali wajah-wajah yang mengelilingi kita. Mereka yang disebut teman, rekan kerja, kenalan, dsb. Namun begitu duka melanda, biasanya hanya segelintir nama yang tersisa. Mayoritas dari mereka adalah keluarga. Mereka selalu siaga di saat senang maupun susah. Lagipula, kita pun kalau ada apa-apa tentu segera lari ke orang yang terdekat dulu, yakni keluarga atau saudara. Mereka biasanya lebih mengerti dan bisa membuat segalanya lebih baikan.

#6. Keluarga Menjadi Sumber Konsultasi

Memang, kita memiliki pihak-pihak tertentu sebagai sumber curhat. Ada yang nyaman curhat pada sahabat, guru, pasangan, psikolog, dsb. Namun terkadang, keluarga menjadi pihak pertama yang kita tuju. Apalagi kalau kita hendak memutuskan sesuatu yang vital dalam hidup. Misalnya konsultasi tentang sekolah, pasangan, pekerjaan, dsb. Mereka sebisa mungkin memberi opini yang terbaik, yang efek positifnya lebih besar ketimbang negatifnya. Tidak mungkin menjerumuskan.

keluarga besar, halal bil halal keluarga, keluarga sunda, abah atmadisastra, konsultasi keluarga, diskusi keluarga

Reuni Keluarga Besar Abah Atmadisastra

#7. Keluarga Menjadi Tumpuan Sosial

Sebagaimana yang kita tahu, keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat. Umumnya keluarga terdiri dari orang tua dan anak. Jika semuanya bisa bersosialisasi dengan baik, hasilnya tentu harmonis. Sebaliknya kalau satu diantara mereka gagal bersosial, maka hubungannya cenderung berantakan. Kita bisa memanfaatkan unit terkecil ini sebagai wadah untuk belajar bersosial dengan masyarakat yang lebih luas. Harmoni keluarga bahkan bisa menjadi kunci utama dari keberhasilan sebuah negara.

#8. Keluarga Tak Mengubah Kita Menjadi Orang Lain

Di saat bersama orang lain, kita mungkin akan memperhitungkan banyak hal sebelum melakukan sesuatu. Ada kesan penciteraan atau jaga imej. Namun hal tersebut tidak berlaku di tengah keluarga. Kita bisa menjadi diri sendiri. Segokil atau seaneh apapun, mereka menerimanya.

#9. Keluarga Menjadi Tujuan Pulang

Pulang di sini bisa jadi pulang dari sekolah, tempat kerja, rasa lelah, atau memang karena sudah waktunya mengembalikan hidup pada Yang Punya. Intinya ada saat-saat di mana kita musti kembali ke pangkuan keluarga, sejauh apapun jaraknya. Sebab, keluarga menjadi sumber kasih sayang dan cinta yang tulus. Mereka yang akan lebih dahulu khawatir kalau sesuatu yang buruk terjadi pada kita. Bahkan lantunan doa mereka (dulu) yang akan mengiringi kepergiaan kita.

Semakin dibuatkan list-nya, ternyata semakin banyak alasan lain yang membuat keluarga jadi tak ternilai harganya. Nah semoga hubungan kita dan keluarga semakin baik, diridhoi, dan diberkahi Allah Swt. Apapun keadaan kita, khususnya kalau sedang di atas, jangan pernah mengabaikan mereka. 9 Alasan Kenapa Keluarga itu Sangat Penting dan Berharga. #RD

One Response
  1. keninglebar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *