Apa Jadinya Jika Kita Sudah Mengetahui Tanggal dan Waktu Kematian Sendiri?

Apa Jadinya Jika Kita Sudah Mengetahui Tanggal dan Waktu Kematian Sendiri?

death clock, death clock adalah, waktu kematian, prediksi mati, menghitung waktu kematian sendiri

Via: death-clock.org

Kamu, Dian, bakal mati pada Hari Sabtu, 27 Juli 2069.

~

Akhir-akhir ini banyak sekali berita yang menyita perhatian kita, well khususnya daku. Salah-satu diantaranya yaitu tentang rencana hukuman mati jilid III. Nah daku tak akan ikut “mericuhkan” pro-kontra yang ada.

Daku hanya berpikir… bagaimana kalau kita yang menjadi terpidana mati tersebut?

Bagaimana kalau tanggal kematian kita sudah ditentukan, dan kita sendiri tahu kapan waktu itu?

Sejatinya, kematian sendiri merupakan sesuatu yang terbayang begitu menakutkan. Semuanya serba entah. Mau bagaimana di alam sana, apa lebih baik dari dunia atau tidak? Entah… dan, tak ada yang bisa kita protes atau suap untuk sedetik saja menunda masanya. Jika sudah ditentukan, ya sudah…

mati, kematian, misteri kematian, tentang hukum mati, jika kita memprediksi kematian sendiri, jika kita sudah tahu waktu kematian sendiri, kapan kita mati

Via: fernandoplaza.com

Entah kenapa, dadaku ikut mengerut tiap kali kabar eksekusi hukuman mati mencuat. Dari jilid 1, 2, dan sekarang menghadapi yang ke-3. Daku tak habis pikir bagaimana galau, stress, pesimis, gila dan mungkin sintingnya mereka. Keluarga mereka. Apalagi kalau semua usaha sudah ditempuh, dan amnesti yang dimohon itu tak terkabulkan.

Mereka pun tak bisa apa-apa selain pasrah, dan mungkin menanti, apa itu jelmaan dari yang namanya keajaiban.

Blog yang Memprediksi Kapan Kita Mati

Entah apa yang membuatku klik sana-sini. Sampai daku terdampar di “blog atau situs penghitung waktu kematian”, death-clock.org. Mereka mencoba menjadi kalkulator yang menghitung harapan hidup seseorang, atau pengunjung blog yang mencoba tes tersebut.

Caranya cukup mudah. Daku tinggal mengisikan tanggal lahir lengkap, jenis kelamin, kecenderungan merokok, alkohol, outlook, negara, berat badan, serta tinggi badan. Setelah hasilnya tertampang, nampak ada sesuatu seperti stopwatch yang terus mengawasi waktu hidup kita. Menghitung sisa detak jantung kita.

TETAPI…

Di paling bawah blog terdapat wanti-wanti dari administratornya. Bahwa, prediksi mereka tak patut diyakini atau diimani. Semua itu hanya sebatas fun belaka. Prediksi manusia tentu bisa meleset juga. Phew!

Lebih Baik Tahu atau Tidak; Kapan Kita Mati?

Jika semua manusia sudah tahu kapan ia akan meninggal, responsnya tentu berbeda-beda. Kalau waktunya masih lama, mungkin ada yang memanfaatkannya dengan melakukan hal-hal untuk memuaskan hawa nafsu dirinya. Selagi dia hidup. Mungkin ada juga yang justeru mengisinya dengan kebaikan, sebagai bekal untuk alam lain yang akan datang.

Kalau waktunya tinggal sebentar, tak menutup kemungkinan ada yang tetap mengisi hidupnya dengan segala sesuatu yang ia anggap enak dan menyenangkan. Toh masanya memang tak lama lagi, sehingga ia “memanfaatkan” sisa waktu yang ada untuk melakukan apapun sesuai kehendak. Ada lagi yang larut dalam depresi, pesimistis, ketakutan, dan kesedihan. Ada juga yang mencoba berdamai dengan keadaan, pasrah jika harus kembali “pulang”.

Bayangan kita bisa beraneka ragam.

Tapi yang pasti, keadaan akan kacau-balau.

Iya, ‘kan?

~

Maha Besar Allah yang telah merahasiakan waktu kematian masing-masing hambaNya. Semua sudah sesuai skenario. Tak ada yang tahu. Yang kita tahu hanya… kematian itu pasti tiba. Pasti. Kematian bukan sesuatu yang menggantung atau meragukan lagi.

Waktunya, tempatnya, atau cara kematiannya saja yang dibikin misterius. Mengejutkan. Sedang betah atau tidak. Suka atau tidak. Siap atau tidak.

Tapi kalau direnungkan memang lebih baik begitu. Lebih baik tak tahu. Tak semua hal musti kita tahu. Termasuk kematian sendiri. Bagaimanapun kita hanya makhluk kerdil biasa, yang bisa kewalahan jika tahu. Sebab, kita tak mampu.

Hal inilah yang membuat kita punya harapan, sekaligus kehati-hatian. Wallaahu’alam. Apa Jadinya Jika Kita Sudah Mengetahui Tanggal dan Waktu Kematian Sendiri? #RD

2 Comments
  1. penulismalas
    • deeann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *