11 Tips Trik Menulis yang Aneh, Unik, dan Menarik

11 Tips Trik Menulis yang Aneh, Unik, dan Menarik

menulis, tips menulis, tips menulis novel, tips menulis blog, tips menulis artikel, tips menulis cerpen, tips menulis puisi, tips menulis menarik

Via: bryonyattenburrow.com

Bicara tentang tips atau cara menulis memang tak ada habisnya. Demikian juga dengan jawaban-jawaban umum yang sering kita dengar – atau mungkin sering kita bagikan. Misalnya; terus menulis tiap hari, tulis isi hati atau curhatan orang, atau jauhi media sosial (dulu), dsb.

Semua itu benar, kok. Semuanya sering jadi nasihat yang kita dapat. Walau penerapannya, hmm… enggak semudah yang dikira, ya.

Meski sudah tahu dan jawabannya enggak jauh dari semua itu, terkadang kita masih ingin memeroleh nasihat menulis, ya? Apalagi kalau sedang mengalami yang namanya writer’s block, enggak ada ide, enggak mood, dan situasi lain yang membuat hubungan kita dan menulis jadi retak. Hehe…

Ceritanya daku sedang mengunjungi smartblogger dan membaca salah-satu artikelnya. Sampai kemudian daku klik juga judul lain, tulisannya Ali Luke, terkait tips atau trik menulis yang belum pernah didengar sebelumnya. Semuanya ada 10, tapi daku tambah 1 poin. Hehe…

Jom!

#1. Manfaatkan Api

Rupanya Ali sendiri “mencuri” cara ini dari pembacanya. Dia menyarankan untuk menyalakan lilin ketika menulis. Cahaya, percikan, atau kobaran api identik dengan ide yang terang. Demikian juga dengan nyala apinya, yang bisa menjadi “penenang” sekaligus “penyemangat”. Apalagi kalau kita tipikal orang yang suka meditasi atau suasana sunyi.

#2. Melompat, Tak Perlu Tersusun

Di benak sebagian besar dari penulis, menulis itu sudah memiliki susunannya tersendiri. Intinya ada awalan, pertengahan, dan ending. Terkadang proses awal sangat sulit. Sampai-sampai kita hanya melongo lama tanpa menuliskan satu kata pun. Untuk itu, tak ada salahnya melompat. Kita bisa langsung hinggap di bagian tengah. Well, tips ini tanpa terasa sering daku praktikkan. Memang efektif juga.

#3. Coba Media Lain

Biasa langsung menulis secara menyeluruh atau memakai outline dulu?

Apapun itu, adakalanya mampet, tidak mengalir. Ketika kita melihat keyboard atau layar laptop pun, antusiasnya akan turun kalau memang pikirannya sedang tidak lancar. Di saat seperti itu, tak ada salahnya untuk mencoba media lain. Daku pernah kembali pada pulpen dan kertas. Kadang-kadang juga via ponsel, tapi yang satu ini lumayan melelahkan. Saking enggak biasanya. Penginnya sih mencoba mesin ketik, gitu. Hehe…

#4. Gunakan Kata “Mungkin” Ketika Brainstorming

“Mungkin” memang identik dengan abu-abu atau ketidakpastian. Namun kata ini rupanya bisa “mengundang” sesuatu yang ingin kita tulis, tapi statusnya masih ragu-ragu. Mungkin postingan berikutnya tentang seorang selebgram, mungkin nanti harus mewawancarai pebisnis muda, mungkin akan mengundang penulis tamu, dsb. Siapa tahu kata ini bisa memperkaya ide kita.

#5. Menulis Di Tempat yang Tak Biasa

Daku pernah, nih! Sampai harus berjinjit ke atap rumah. Haha…

Yang rutin menulis biasanya memiliki spot yang itu-itu saja; di atas meja, di kamar, atau di ruang khusus. Beberapa tempat itu familiar dipakai untuk menulis. Tetapi kadang kita perlu ke luar dari zona itu. Entah di taman bermain, di ruang tunggu suatu bangunan, di dalam kendaraan ketika perjalanan panjang, dsb. Intinya tempat-tempat yang bisa memberi sensasi lain, atau memprovokasi gagasan baru.

next-page-RD-300x100-1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *